Zaytun Pusat Toleransi

Agustus 26, 2009 at 8:36 am 6 komentar

Kedekatan Pesantren Az-Zaytun dengan pihak Nasrani memang berlebihan. Sampai-sampai, pada Natal 2005, pesantren ini memasukkan tamu dari Yayasan The Gideon

International untuk membagikan 1.400 Bibel gratis. Sementara pada perayaan Idul Fitri (13/10/2007), tim yang bertugas mendokumentasikan kegiatan adalah orang

Kristen. Acara yang digelar di ruang Mini Az-Zaytun Student Opera (Mini Zateso) ini, Tim Kesenian Az-Zaytun menyanyikan lagu “Gereja Tua” ciptaan Benny

Panjaitan. Ini dilakukan atas perintah langsung dari Syaikh Ma’had Panji Gumilang.

Dendangan lagu “Gereja Tua” di pesantren sangat aneh, karena lagu ini sama sekali tak ada sangkut-pautnya dengan makna Idul Fitri pasca shaum Ramadhan.

Apakah lagu “Gereja Tua” bisa meningkatkan iman, takwa, dan menguatkan akidah para santri? Yang jelas, terlalu dekatnya persahabatan Az-Zaytun dengan pihak

non-Islam justru menyebabkan banyaknya kemudharatan di pesantren ini. Salah satunya adalah murtadnya Saifuddin Ibrahim, seorang pengasuh ma’had.

Selain dimuat di Tabloid Reformata, kesaksian penginjil murtadin Az-Zaytun ini juga dimuat dalam sebuah diktat 138 halaman. Tim FAKTA mendapatkan diktat ini

dari Pendeta Makhrus Ali di Surabaya, setahun lalu. Salah satu alasan meninggalkan Islam, karena Islam mengajarkan radikalisme. Menurutnya, ayat-ayat perang

dalam al-Qur’an yakni, al-Baqarah: 191, at-Taubah: 5, dan at-Taubah: 29, mengajarkan membunuh orang kafir di mana saja berada.

Terhadap ayat-ayat di atas, Saifuddin juga berkomentar, “Saya tidak menemukan ayat dengan fi’il amar (kata perintah) dalam Alkitab yang gamblang menyuruh

membunuh orang, dan juga tidak menemukan ayat dalam kitab Tripitaka atau kitab Wedha perintah yang sama. Ini harus menjadi perhatian para ulama dan pendeta

untuk membimbing umat dengan arif, penuh toleran, dan damai.” (hlm. 35-36).

Sebenarnya, alasan murtad ini bukan pemikiran Saifuddin, tapi menjiplak penginjil lain. Tuduhan sebagai agama perang, sudah menjadi langganan para penginjil

dalam mendiskreditkan Islam. Tuduhan ini juga sudah dikupas pada rubrik ini (Baca Sabili Th XVI No 20/23 April 2009).

Karenanya, menuding Islam sebagai agama sadis adalah pembodohan atas nama agama. Karena ayat tentang perang terhadap kafir harbi (orang kafir yang melakukan

permusuhan) hanya berlaku dalam situasi perang, bukan dalam kondisi damai. Dalam peperangan, teori apapun pasti membolehkan mengangkat senjata untuk melawan

musuh yang zalim, atau musuh yang terlebih dulu melakukan penyerangan. Jadi tidak ada yang aneh dengan syariat perang yang diajarkan al-Qur’an.

Pernyataan Saifuddin yang mengatakan, “Saya tidak menemukan ayat dengan fi’il amar (kata perintah) dalam Alkitab yang secara gamblang menyuruh membunuh

orang…”, justru membuktikan bahwa dia terjebak dalam fatamorgana agama baru yang dianggapnya lebih menjanjikan. Dengan pernyataan ini, juga menunjukan

bahwa ia tidak memahami Alkitab (Bibel).

Dalam Bibel, ayat perang yang sangat buas justru diperagakan dengan kalimat sadis: “Majulah ke negeri Merataim, majulah menyerangnya dan menyerang penduduk

Pekod! Bunuhlah dan tumpaslah mereka, demikianlah firman Tuhan, lakukanlah tepat seperti yang Kuperintahkan!” (Yeremia 50:21).

”Karena Tuhan yang menyebabkan hati orang-orang itu menjadi keras, sehingga mereka berperang melawan orang Israel, supaya mereka ditumpas, dan jangan

dikasihani, tetapi dipunahkan, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa,” (Yosua 11:20).

”Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kau biarkan hidup apa pun yang bernafas,

melainkan kau tumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu

oleh Tuhan, Allahmu,” (Ulangan 20:16–17, baca juga ayat 1-20).

Bahkan, untuk sekadar membalas dendam Israel pada orang Amalek, Tuhan mengeluarkan perintah (dengan fi’il amar) untuk membunuh dan menumpas seluruh rakyat

dan binatang ternak tanpa belas kasihan, baik laki-laki, perempuan, anak balita, maupun binatang ternak (1 Samuel 15: 1-11). Pada ayat lain, Tuhan

memerintahkan Yosua untuk membantai penduduk, membunuh makhluk yang bernafas, menjarah harta, dan membakar kota (Yosua 11:6-15).

Orang bisa menilai ayat-ayat Bibel itu. Tuhan memerintahkan (dengan fi’il amar) untuk membunuh dan menumpas seluruh penduduk yang bernyawa, laki-laki,

wanita, anak-anak, maupun binatang. Ayat-ayat Bibel ini jelas bertentangan dengan pernyataan Saifuddin bahwa dalam Bibel, Tuhan tidak pernah menyuruh orang

untuk membunuh.

Sementara Islam, membolehkan memerangi kafir harbi dengan etika dan aturan kemanusiaan yang sama sekali tak boleh dilanggar. Aturan itu, antara lain: tidak

boleh berlebih-lebihan dan melampaui batas (QS al-Baqarah: 190); dilarang menyiksa dan mutilasi, dilarang membunuh anak-anak, wanita dan orang tua, serta

dilarang membunuh orang yang ada di rumah ibadah. (HR Muslim).

Karenanya, alasan Saifuddin adalah salah besar. Untuk itu, harus dipikir ulang dengan hati nurani yang jernih, lepas dari keinginan dan iming-iming duniawi.

Jika ia tak bisa mengambil ibrah (pelajaran) dari fakta-fakta ini, maka benarlah firman Allah SWT dalam surat Hud: 24 yang menyatakan bahwa, perbandingan

golongan kafir dan mukmin itu seperti orang buta dan tuli dengan orang yang melihat dan mendengar.

Bisakah Saifuddin mengambil pelajaran dari perbandingan ini?

sumber : http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=523:kesaksian-penginjil-dari-az-zaytun&catid=82:inkit&Itemid=199

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Pengakuan Karyawan Al Zaytun KAMPUS BINUS SARANG NII SESAT

6 Komentar Add your own

  • 1. heri  |  April 27, 2010 pukul 3:51 am

    Saifuddin belum bisa banyak belajar tentang kebesaran Islam..sudah banyak berkoar…bukan kah kita di suruh untuk belajar samapai akhir hayat…tanpa menyalahkan apa yang sudah kita yakinkan…

  • 2. faishol al kebumainiy..  |  Mei 12, 2010 pukul 11:20 pm

    ana perhatikan mrk yg masuk msuk NI adl org yg bodoh n tidak mpnyai pondasi ilmu keagamaan yg bnar,alias mudah d tipu n d imingi kemewahan,,mreka sangt bangga dg pndok mreka,,
    sllu blg az zaitun kaya madinah..pd umumnya para kaum muda2yg masih labil emosinya..para PNS jg sasaran tembak mereka..ke2
    kakaku adalah cntohnya..hasil kerja mereka ludes..hanya untuk d hibahkan pd NII alzaitun..dlm hal muamalah dengan orang tua
    mrka pun seakan tdk pnya rasa hormat lgi..tak jarang mereka membentak umi ana yd sdah tua,,smpe umi menangis..
    na’udzu billah..kasiihannn mereka..
    Allahu yahdiihim ila shioroothol mustaqiim…

  • 3. Sudrajat  |  Agustus 19, 2010 pukul 8:18 pm

    Ass saya seorang yg bekerja di timur tengah (Qatar) setiap hari membaca dari web ini mengapa menghujat al zaytun yang di hujat tdk pernah menghujat siapapun malah zaytun mempromosikan masalah pendidikan.Menggapa seorang islam saling menghujat kapan islam mau maju klu tdk ada yg merespon malah harus dukung. Saya orang Keristen katolik mendukung ada yg mau memperbaiki indonesia saya merasa bangga keristen sama bersatu kaya al zaytun. Tdk ada lagi seperti zaytun,ibadah hanya ke tuhan.Tdk ada lagi tuhan hanya satu,kalau 2 tuhan akan perang Apalagi masalah bimbel tdk menggarkan kejelekan apalagi membunuh.Coba kita bersatu tuk memajukan indonesia. Amin

  • Selamat datang, di Pusat Rehabilitasi Korban Teroris kepada Bapak atau Ibu yang mengetahui anaknya mengikuti kegiatan Gerombolan Teroris NII NKA KW9 (Indonesia) atau Gerakan Pemuda Kahfi (Malaysia). Website ini ada untuk membantu Bapak atau Ibu menyadarkan dari kegiatan Gerombolan Teroris tersebut.

    Caranya mudah dan bisa dipraktekkan secara langsung, cukup baca satu atau dua tulisan saja, maka Bapak dan Ibu sudah bisa menyimpulkan motif apa dibalik Gerombolan Teroris NII NKA KW 9 atau Pemuda Kahfi dan langkah-langkah apa yang harus segera dilakukan untuk menyadarkannya.

    Bila membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di :

    Telpon / SMS : +62 8132 8484 289
    E-mail : bahtiar@gmail.com
    Web : http://wwww.niikw9.wordpress.coma

  • 5. hamba alllohh aing mah  |  November 10, 2012 pukul 3:05 pm

    dilarang menyesatkan ajaran islam masa islam gaul na jeung yahudi? gelo

  • 6. Catur  |  Desember 15, 2014 pukul 1:58 am

    Semoga diberikan hidayah oleh Allah SWT..Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 553,748 hits
Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Flickr Photos


%d blogger menyukai ini: