Cara Putar Balik NII KW 9

November 17, 2008 at 3:03 am 2 komentar

Wahhhh… serem banget nih suratnya saudara Taufik Hidayat; sampai-sampai saya mikir…, nih saudara Taufik benci..,dengki…,iri….atau sakit hati yahh.
koq yang dibilanginnya gak ada yang benar yahh…..jadinya saya nebak-nebak kalo saudara Taufik ini mungkin dulunya mantan Al-Zaytun yang dikeluarin karena gak kompeten, nakal, atau karena mencuri… atau apalah.
Dia banyak tahu di sana; tahu Sapi,… Kambing,…. Pohon jati dll; Saya yakin dia tahu dari mana itu datangnya…. sayangnya dia tidak mengatakannya dengan jujur….,
Beberapa bulan yang lalu ada sapi yang datang dari New Zealand…. tapi mungkin gak ya…Soeharto yang beli dari alam kubur.
Mengenai bangunan sumbangan Soros atau Yahudi seperti kata saudara Taufik; wah… wah… jadi mikir keras nih kita…sampai-sampai mentoknya di pertanyaan: Apa iya…, ngapai Soros invest yang jelas-jelas gak menguntungkan dia… Yahudi..?…. mungkinkah????, wong negara-negara Arab saja dimusuhinya….

Jadi…. aku bingung nih mikirin apa yang dikatakan saudara Taufik; sampai males aku mikirinnya. tapi…. tunggu dulu…., mungkin lebih mudah kalau aku nebak-nebak siapa sebenarnya saudara Taufik ini……., ahaaaa…. jawabannya ternyata ada di tulisan saudara Taufik sendiri………dialah sebenarnya Yahudi itu……, dialah sebenarnya orang yang munafik itu……dialah sebenarnya yang menipu itu.

Indra.Syahmenan@yahoo.com

Iklan

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Doktrin Tdk Sholat Profil Pegawai Al Zaytun

2 Komentar Add your own

  • 1. Anonymous  |  November 27, 2008 pukul 11:57 am

    Sebuah kaidah fiqh:
    Menghindari Kerusakan Lebih Diutamakan Daripada Mengambil Kemaslahatan

    Saya meyakini bahwa negara yang sah di Negeri Indonesia ini adalah NII (Negara Islam Indonesia). Mungkin banyak orang tidak mengetahui bahwa NII diproklamasikan di daerah jajahan yang dilepaskan NKRI di saat perjanjian Renville. Dan mungkin banyak orang tidak mengetahui jika Belanda memberikan bantuan yang sangat besar kepada NKRI untuk menjatuhkan NII. Mungkin juga banyak orang yang tidak mengetahui bagaimanakah sebuah operasi “pagar betis” itu, dimana rakyat dijadikan tameng tentara.
    Saya pun heran mengapa orang-orang tidak berpikir tentang alasan Aceh, sebagian Kalimantan, Sulawesi Selatan dan sebagian Jawa Tengah menggabungkan diri dengan NII…

    Kembali lagi ke salah satu kaidah fiqh:
    Menghindari Kerusakan Lebih Diutamakan Daripada Mengambil Kemaslahatan

    Saat ini NII bergerak secara “UnderGround”, sebuah gerakan bawah tanah walaupun sebenarnya Inteligenpun sudah mengetahui keberadaannya.
    Dan saat ini pula pemerintahan di Indonesia sudah berdiri walaupun dengan mengorbankan ribuan muslim yang dianggap “pemberontak”, dan sangat pantas jika sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem kufur…menolak sistem syariat yang ditawarkan (diwajibkan-pen) Allah kepada makhlukNya.

    Yang jadi permasalahan sekarang adalah, “Apakah perjuangan NII perlu dilanjutkan?”.
    Tentu warga NII akan menjawab,”Harus dilanjutkan!”.

    Sekarang coba kita lihat kembali kaidah “Menghindari Kerusakan Lebih Diutamakan Daripada Mengambil Kemaslahatan”, lalu kita renungkan dan menatap kedepan jika perjuangan NII diteruskan…

    – Pertempuran diantara sesama umat muslim
    – Berkurangnya ukhuwah islamiyah
    – Kerusakan lingkungan dan sebuah kesia-siaan
    – Image/Citra Islam yang semakin rusak

    Saudaraku warga NII, untuk saat ini da’wah NII bukanlah da’wah yang tepat karena akan menimbulkan kerusakan yang besar bagi umat muslim Indonesia… Jika diteruskan, maka akan sangat mungkin terjadi “perang Jamal” atau “perang shiffin” di Indonesia. Saya yakin sudah banyak yang mengetahui kisah perang Jamal antara Khalifah Imam Ali kw dengan Ummul Mukminun Aisyah ra yang merenggut banyak korban jiwa diantara muslim sendiri.

    Jadi, saya menghimbau untuk warga NII agar mengalihkan metode da’wahnya sehingga bisa menghindarkan kerugian dan kerusakan dalam umat Islam sendiri. Berda’wah dengan ahsan, tidak merugikan dimasa mendatang…

  • 2. Anonymous  |  November 27, 2008 pukul 11:57 am

    Sebuah kaidah fiqh:
    Menghindari Kerusakan Lebih Diutamakan Daripada Mengambil Kemaslahatan

    Saya meyakini bahwa negara yang sah di Negeri Indonesia ini adalah NII (Negara Islam Indonesia). Mungkin banyak orang tidak mengetahui bahwa NII diproklamasikan di daerah jajahan yang dilepaskan NKRI di saat perjanjian Renville. Dan mungkin banyak orang tidak mengetahui jika Belanda memberikan bantuan yang sangat besar kepada NKRI untuk menjatuhkan NII. Mungkin juga banyak orang yang tidak mengetahui bagaimanakah sebuah operasi “pagar betis” itu, dimana rakyat dijadikan tameng tentara.
    Saya pun heran mengapa orang-orang tidak berpikir tentang alasan Aceh, sebagian Kalimantan, Sulawesi Selatan dan sebagian Jawa Tengah menggabungkan diri dengan NII…

    Kembali lagi ke salah satu kaidah fiqh:
    Menghindari Kerusakan Lebih Diutamakan Daripada Mengambil Kemaslahatan

    Saat ini NII bergerak secara “UnderGround”, sebuah gerakan bawah tanah walaupun sebenarnya Inteligenpun sudah mengetahui keberadaannya.
    Dan saat ini pula pemerintahan di Indonesia sudah berdiri walaupun dengan mengorbankan ribuan muslim yang dianggap “pemberontak”, dan sangat pantas jika sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem kufur…menolak sistem syariat yang ditawarkan (diwajibkan-pen) Allah kepada makhlukNya.

    Yang jadi permasalahan sekarang adalah, “Apakah perjuangan NII perlu dilanjutkan?”.
    Tentu warga NII akan menjawab,”Harus dilanjutkan!”.

    Sekarang coba kita lihat kembali kaidah “Menghindari Kerusakan Lebih Diutamakan Daripada Mengambil Kemaslahatan”, lalu kita renungkan dan menatap kedepan jika perjuangan NII diteruskan…

    – Pertempuran diantara sesama umat muslim
    – Berkurangnya ukhuwah islamiyah
    – Kerusakan lingkungan dan sebuah kesia-siaan
    – Image/Citra Islam yang semakin rusak

    Saudaraku warga NII, untuk saat ini da’wah NII bukanlah da’wah yang tepat karena akan menimbulkan kerusakan yang besar bagi umat muslim Indonesia… Jika diteruskan, maka akan sangat mungkin terjadi “perang Jamal” atau “perang shiffin” di Indonesia. Saya yakin sudah banyak yang mengetahui kisah perang Jamal antara Khalifah Imam Ali kw dengan Ummul Mukminun Aisyah ra yang merenggut banyak korban jiwa diantara muslim sendiri.

    Jadi, saya menghimbau untuk warga NII agar mengalihkan metode da’wahnya sehingga bisa menghindarkan kerugian dan kerusakan dalam umat Islam sendiri. Berda’wah dengan ahsan, tidak merugikan dimasa mendatang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 561,655 hits
November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Flickr Photos


%d blogger menyukai ini: