NII HAQ MUSUH : BIN – TNI – ABRI – PANCASILA

Mei 23, 2007 at 2:00 am 23 komentar

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saya ingin meluruskan pemahan saudara semua tentang NII. NII singkatan dari Negara Islam Indonesia seperti halnya Negara yang didirikan oleh Rosululloh SAW di Madinah. Saya yakin saudara akan sependapat dengan saya bahwa suatu sistem hukum hanya akan berlaku di suatu negara bukan di suatu organisasi masa (ormas) atau organisasi lainnya. Sedangkan kita tahu bahwa di dunia ini banyak sekali sistem hukum yang berjalan di setiap negaranya masing2. Contoh di Amerika berlaku sistem hukum Liberal dan Demokrasi, di Indonesia berlaku sistem hukum Pancasila dan UUD45, dan juga banyak lagi, yang mana semuanya itu merupakan sistem hukum yang dibuat oleh manusia bukan wahyu Alloh SWT (Al Qur-an dan As Sunnah) yaitu sistem hukum Islam. Nah adapun sistem hukum Islam hanya akan bisa berlaku di Negara Islam bukan di negara bukan Islam. Jadi dengan kata lain amat sangat tidak masuk akal memgaku Islam tapi berada di luar Negara Islam. Sebagai contoh mengaku sebagai warga negara Amerika tapi di Amerikanya juga tidak pernah tercatat sebagai warganegaranya. Nah begitu pula dengan keislaman seseorang, bagaimana bisa seseorang disebut sebagai Muslim kalau belum tercatat sebagai warga NEGARA ISLAM. Menjadi warga NEGARA ISLAM berarti menjadi warga NEGARA ALLOH atau dengan kata lain menjadi HAMBA ALLOH. Maka menjadi warga negara selain NEGARA ISLAM berarti bukan warga NEGARA ALLOH atau bukan hamba ALLOH.
Perlu dicatat bahwa di dalam suatu NEGARA ISLAM bukan berarti semua warganya beragama Islam. Coba kita lihat NEGARA ISLAM yang dulu Rosululloh tegakkan di Madinah, ternyata warganegaranya terdiri dari orang2 yang beragama Islam (para shohabat) dan orang2 yg bukan beragama Islam (Yahudi, Nashrani, Majusi dll.), tapi semuanya tunduk pada satu sistem yang berlaku yaitu SISTEM ISLAM (SYARIAT ISLAM). Semua warganya mempunyai hak yang sama tidak dibeda-bedakan apakah itu beragama Islam atau bukan Islam. Bahkan Rosululloh SAW pernah bersumpah bahwa “Siapa saja (baik islam atau bukan) yang mengganggu warganya yang bukan Islam (kafir jimni), berarti dia/mereka telah mengganggu aku”. Demikian kata Rosululloh SAW. Ini menunjukkan bahwa perlindungan Rosululloh terhadap warganya yang tidak beragama Islam dengan yang beragama Islam itu sama, tidak dibeda-bedakan, selama mereka (yg tidak beragama Islam) tercatat sebagai warga Nagara Madinah yang diimami oleh Rosululloh SAW. Nah demikian pula dengan NII.

Namun memang benar bahwa pada zaman sekarang kita harus extra hati-hati terhadap sekelompok orang yang mengatasnamakan NII. Sekarang banyak sekali orang atau sekelompok orang yg mengatasnamakan NII padahal sebenarnya mereka ingin mengeruk keuntungan finansial yang sebesar-besarnya. Sebagai contoh NII KW IX. Mereka yang mengaku NII KW IX jelas-jelas sbg oknum2 yg mengatasnamakan NII untuk mengeruk keuntungan finansial yg sebesar-besarnya demi kepentingan segelintir orang bukan untuk kepentingan ALLOH SWT. WASPADALAH!!!

Nah wahai saudaraku, jika kalian ingin selamat kelak di akhirat, maka jangan salah pilih kewarganegaraan selama hidup di dunia ini, karena Alloh hanya meridhoi warga NEGARA ISLAM saja, tidak yang lain. (INNA DINNA ‘INDALLOHIL ISAM). Sistem yang diakui Alloh hanya Sistem ISLAM. Maka jangan mimpi akan mendapat ridho Alloh kalau kita masih belum menjadi warga NEGARA ISLAM.

Apabila saudara semua ingin lebih tahu NII yang HAQ (yg sebenarnya) silahkan kirim email ke jilancom@yahoo.co.id atau lewat HP 08122145736. Insya Alloh akan saya jelaskan berdasarkan Al Qur-anul Karin dan Sunnah Rosululloh SAW.

Wassalam,

JILAN

Iklan

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

SIKAT KW 9 ADA DI TEBET KW9 LAIN TERBENTUK OLEH BIN – TNI

23 Komentar Add your own

  • 1. Deddy  |  Mei 23, 2007 pukul 2:59 pm

    Salam,
    Syukran atas postingnya..
    mudah-mudahan umat islam yg awam dapat menyadari akan bahayanya gerakan dakwah AS. (Abi Syaithan) Panji Gumilang yg mengatasnamakan NII/Darul Islam.

    Moga Allah sentiasa beserta org-org yang mukhlisinalahuddin.

    Wassalam.

  • 2. Suluh  |  Mei 24, 2007 pukul 2:40 am

    Romantisme masa lalu tentang kebesaran Islam memang membuaikan….

    Salam kenal dari seorang islam “minoritas” seperti saya… Benar benar minoritas loch 😀

  • 3. islam feminis  |  Mei 24, 2007 pukul 4:04 am

    Apakah dapat Anda jelaskan konsep dasar dan format NEGARA ISLAM tersebut?
    Salam kenal…

  • 4. noname  |  Mei 24, 2007 pukul 6:14 pm

    “INNA DINNA ‘INDALLOHIL ISAM”…bisa dijelaskan ada di mana ayat2 ini?

  • 5. jurig  |  Mei 25, 2007 pukul 4:42 am

    hmmm …

    Indonesia kan bukan negara agama … berarti NII itu ntar lokasinya dimana ? … tapi kayanya blm punya lokasi ya, soalnya kok pake no simpati …

    btw, anda orang sunda ya … soalnya orang sunda kalo bilang ALLAH itu ALLOH … tapi itu kan cuma perkara lidah aja … 🙂

  • 6. Rizma Adlia  |  Mei 25, 2007 pukul 4:51 am

    Jadi dengan kata lain amat sangat tidak masuk akal memgaku Islam tapi berada di luar Negara Islam

    sekedar nanya,, kalo emang setiap orang yang ngaku agamanya islam harus tinggal di negara islam, gimana dengan orang islam minoritas di negara negara lain?? apa kita semua pindah aja ke Iran??

    ga bisa apa tetep pake peraturan negara apapun itu, tapi tetap dengan batasan dan peraturan yang kita percaya masing masing,,??

  • 7. Kang Kombor  |  Mei 25, 2007 pukul 4:57 am

    Suatu negara haruslah memiliki wilayah, penduduk (warga negara) dan pemerintahan. Saya ada pertanyaan, untuk NII ini wilayahnya di mana (lengkap dengan posisi geografis dan batas-batasnya), penduduknya seberapa banyak, dan struktur pemerintahannya yang bisa diakses publik seperti apa.

    Jangan sampai ada orang yang mengaku WNII tetapi memiliki KTP RI. Kalau memang NII itu adalah sebuah negara yang eksis, mestinya pertanyaan-pertanyaan di atas bisa dijawab. Sebaliknya, kalau NII hanya sebuah negara imajiner, setiap orang juga boleh berandai-andai saja bahwa dia adalah seorang WNII.

    Salam.

  • 8. rivafauziah  |  Mei 25, 2007 pukul 10:58 am

    hmm… saya baca artikelnya, tapi gak bisa kasih komentar.. perlu pengertian dan pemahaman.

  • 9. Antok  |  Mei 26, 2007 pukul 11:50 pm

    saya punya info, temen2 juga di harap hati2 dengan informasi yang disampaikan di blog. karena banyak blog yang mengatasnamakansebuah organisasi tapi PALSU. FPI baru saja dipalsu baca di http://gaya.suaramerdeka.com/index.php?id=80

  • 10. aldi  |  Juli 28, 2007 pukul 4:30 am

    Assalaamualaikum…salam juang sesama islam dari saya..
    Tentang NII saya memang sering dengar tetapi belum terlau mendalam. Sehingga saya tidak bisa berkomentar apa-apa. Untuk itu saya butuh informasi yang lebih banyak lagi serta objektif untuk dimakan oleh pikiran banyak orang. Kira-kira dimana saya bisa mendApatkan informasi tersebut..? apakah melalui buku, majalah, WEb, E_Book, atau yang lainnya. Bals ke email saya : aldi_sanusi@yahoo.co.id atau hubungi 08197564032. Mana tau kalau memang ada nilai kebenaran tentang NII mudah-mudahan saya bisa ikut memperjuangannya.

  • 11. Surawan Tri Atmaja  |  Juli 30, 2007 pukul 9:10 am

    KTP Anda KTP Republik Indonesia atau KTP NII ? Jika Anda memiliki SIM, SIM Anda diterbitkan oleh Kepolisian RI atau NII. Jika Anda memiliki kendaraan bermotor, STNK dan BPKBnya diterbitkan oleh Kepolisian RI atau NII ? Semoga saja Anda pernah sekolah. Anda sekolah di dalam sistem pendidikan Departemen Pendidikan Nasional RI atau NII ? Kalo Anda sudah menikah Anda catatkan pernikahan Anda di KUA (Depag) RI atau NII ? Kalo Anak Anda lahir akan Anda carikan Akta Lahir di Catatan Sipil RI atau NII ?

    Atau apakah Anda memilih untuk tidak memiliki KTP, SIM, STNK, tidak bersekolah, tidak menikah (atau menikah tapi tidak tercatat di instansi resmi), tidak mencarikan Akte Kelahiran Anak Anda karena instansi yang menerbitkan semua itu bukan instansi NII.

    Atau apakah Anda berteriak lantang sebagai Warga Negara Islam sementara itu Anda melakukan hal-hal selayaknya Warga Negara RI yang lain. Bukankah itu berarti Anda tidak ada bedanya dengan Warga Negara RI yang lain. Yang membedakan hanyalah mengaku sebagai Warga Negara Islam.

  • 12. al haq  |  Oktober 2, 2007 pukul 7:30 pm

    assalamualaikum…

    kang cecep kumaha masih semangat??
    banyak PR yg harus diselesaikan…semoga Allah bersama kita, amin

  • 13. sigwtea  |  Oktober 3, 2007 pukul 11:42 am

    saya sering denger dari nenek gw tentang kekejaman DI/TII yang mengaku memperjuangkan NII salah satunya mereka nyaris memotong telinga kiri nenek saya, merampas harta benda dan membakar rumah2 di kampung beliau, membunuh, merampas kewarasan sebagian warga dan itu hanya kekejaman kecil dimana kakak tertua beliau yang menjabat sebagai lurah digorok di halaman mesjid kampung. saya jadi bertanya2 apakah NII yang sepeti itu yang ingin anda bentuk kembali? mereka membantai, menzalimi orang2 yg notabene seharusnya menjadi saudara seiman. saya sendiri heran akan perjuangan org2 seperti anda ini sebetulnya apa yg harus diperjuangkan jika selain hidup yang diberikan oleh ALLAH itu sendiri? apakah hidup bagi anda tidak cukup berat sehingga anda kurang kerjaan ingin mendirikan kembali organisasi seperti itu? jelas sebagian orang akan menentang anda sekalipun yang seiman dengan anda, termasuk saya sendiri. karena orang yang tidak menerima keadaan seperti anda ini tidak mensyukuri hal2 yang sudah diberikan Tuhan malah mencari2 hal2 yang menjadi rahasia Tuhan. anda pikir anda sudah layak dan cukup ‘suci’ untuk itu?? apakah anda sendiri sudah cukup ISLAM??

  • 14. Alwi Almuhajir  |  Oktober 9, 2007 pukul 2:20 pm

    Assalamualaikum,
    Ikhwan Fillah dan Akhwat Fillah,Ana merespon dengan sangat baik tentang apa yang di paparkan akhi jilan semoga Alloh merahmati saudara,Insya Alloh Kita adalah saudara seperjuangan Ingatlah pesan Imam SMK dalam Maklumatnya, Mungkin Orang-orang yang menganggap kita salah belum mengetahui maka sebaiknya kita “tarkul jawabi alal jahili jawabun” kita hanya bisa bersabar dan berikhtiar untuk saat ini semoga yang di janjikan alloh segera terlaksanakan tapi itu tergantung dakwah kita,Istiqomah yang harus kita Pegang yakinlah dalam berjuang dan berjihad ini penuh dengan duri dan Alloh akan membeli kita dengan syurga Amin.Satukan barisan perkuat Aqidah kita Hidup Mulia atau mati Syahid,Ingat Pesan Ali Ra :’batil yang terorganisir akan mengalahkan Haq yang tidak terorganisir’ dimanapun langkah kita disitu kita junjung Alqur’an dan Asunnah termasuk teggaknya li’lai kalimatillah di Bumi Indonesia tercinta ini yang selama ini mereka curi.Salam seperjuangan bagi Ikhwan dan Akhwat yang merindukan Hukum Alloh,Allohu akbar!Allohu Akbar!Allohu Akbar! Wassalamulaikum
    Mahjuroh@RAMADHAN 1428 H
    ALMUHAJIR

  • 15. spy 234  |  Oktober 10, 2007 pukul 7:52 am

    Nii bentaran lagi elu abis … termasuk keluarga besar luh …
    udeh ada orang dilapangan buat ngawasin luh … macem-macem
    …TAMAT !!

  • 16. ababil  |  Oktober 16, 2007 pukul 3:59 pm

    OH IA BUAT ANJING SPY LOO YANG TAMAT…DUNIA AKHIRAT….LO BELUM TAU AJA KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA INI……….INGAT LOO TAMAT………….. ASU………

  • 17. yadi  |  Oktober 22, 2007 pukul 6:53 am

    untuk menegakan dinul islam di dindonesia tidaklah mudah,anda harus memahami latar belakang bangsa ini seperti apa?” perlu proses yang panjang,islam akan tegak manakala qiyadahnya berpegang teguh pada alquran&assunah serta tidak adanya pendistorsian alquran&assunah.. karna sama dengan mendustakan allah dan rosulnya… jadilah seorang muslim yang haqiqi yang tidak terombang-ambing oleh aliran-aliran sempalan yang mengatasnamakn islam tapi dia melecehkan islam/bertentangan denagn ajaran islam

  • 18. epi  |  Maret 10, 2008 pukul 1:02 am

    plizzzzzz de jgn segitunya,,,fanatik bgt sih!!!!mendingan ngurusin orang2 yang ga mampu aj,yg kena bencana alam,,dll
    msh byk masalah didepan mata eh elo malah nambahin masalah baru!!
    klo semua orang punya pikiran kya lo,,nanti lama2 bkal ada yg ikut2an bkin negara budha,negara kristen,negara hindu,negara konghucu!!klo semua agama kaya elo,terus elo mao ngejajah negara apa aja bwt ngedapetin tempat berdaulat?
    negara2 ky lo ms sih ga punya tempat?mao nebeng sm negara laen ya?terus mo pake mata uang apa lo?

  • 19. PATRIOT PROKLAMASI  |  Juli 22, 2008 pukul 5:08 am

    MAKAR, MAKAR, MAKAR !!!
    Segala bentuk program dan tindakan makar terhadap NKRI akan dikenai hukuman yang seberat-beratnya. Serta bersiap-sedialah anda semua berhadapan dengan garda bangsa yang akan mempertahankan keutuhan serta kedaulatan NKRI yang berasaskan PANCASILA serta berdasarkan UUD45, sampai titik darah penghabisan.
    MANA KEKUATAN ANDA??!!!
    JANGAN CUMAN BISANYA NGOMONG DOANG!
    TUNJUKKAN, KALO ANDA PUNYA NYALI !!!

  • 20. Umar habsy  |  Oktober 12, 2008 pukul 2:55 pm

    Bwat patriot pancasila..lw pkir,lw yg plng hebat,mimpi lw klw mau ngalahin kekuatan islam apa lg pke garda bangsa,hehe..Makar?siapa yg makar?liat lg sejarah,Nii emang sah scara de facto n de jure,ktinggalan deh lw..hari gni!!! Allahu akbar.

  • 21. Anwar, Acheh - Sumatra  |  November 22, 2008 pukul 5:55 pm

    Nampaknya para comment banyak mempertanyakan realita daripada NII itu dimana? Sepertinya benar apa yang dipersoalkan para comment. Artinya, sepertinya pemosting itu tidak logis bicaranya. Justru itu izinkanlah saya untuk mencoba menambahkan keterangan, semoga tidak bertentangan dengan maksud pemosting dan dapat dipahami oleh para comment.

    Firman Allah yang diangkat pemosting, “Innad Diina ‘indallahil Islam” terjemahan tepatnya, “Sesungguhnya agama disisi Allah adalah Islam” Berdasarkan firman Allah ini, tidak ada satu agamapun yang diterima Allah selain Islam. Ketika pemosting menterjenahkan “diina” sebagai “system/negara”, jelas sekali untuk dapat dipahami bahwa siapapun yang bersatupadu dalam system Taghut Pancasila, mereka itu bukan orang Islam disisi Allah, kecuali orang-orang yang terpaksa bertaqiyyah.

    Betaqiyyah artinya menyembunyikan yang sebenarnya dihadapan penguasa Dhaklim. B erdasarkan keterangan tambahan dari saya ini dapatlah terjawab sebahagian dari pertanyaan para comment bahwa NII tidak adalagi dalam realitanya tapi masih ada orang-orang Islam murni yang tidak pernah tinggal diam untuk berdaya upaya agar NII dapat ditegakkan kembali.

    Apabila anda termasuk dalam posisi orang-orang terachir ini, bermakna anda adalah warga NII disisi Allah bukan warga NI Puncasilap. Apabila i’tiqad anda suci dengan keyakinan yang teguh, barulah anda masuk surga kelak, kendatipun apa yang anda perjuangkan itu tidak pernah berhasil dalam realitanya.

    Anda harus haqqul yakin bahwa tugas manusia hanya berusaha dengan niat yang tulus dan dibarengi dengan doa, tetapi Allahlah yang menentukan berhasil tidaknya. Apa bila kita telah meyakini seperti itu, berlakulah buat kita suatu motto yang saya yakini: “Yang menang belum tentu benar, yang benar pasti menang”

    Artinya walaupun perjuangan anda dapat dipatahkan pihak musuh, anda pasti menag disisi Allah (penghuni Surga). Sementara Yudhoyono – Kalla dan semua pihak yang bersatupadu dalam NI Puncasilap, walaupun mereka dapat mematahkan perjuangan Anda, mereka nanti pasti masuk neraka dan kekal selamalamanya (nauzubillahi min zalik)

    Andaikata pengertian motto saya itu masih belum jelas, ambillah contoh perjuangan Imam Hussein yang kalah di Karbala tapi menag diakhirat, dimana seluruh pengikut Imam menjadi penduduk Surga, sedangkan pengikut Yazid bin Muawiyah yang dapat mematahkan perjuangan Imam, pasti menjadi penghuni Neraka, kecuali Hur, yang berpatah balik hingga menjadi pengikut Imam dan syahid bersama imam.

    Ini merupakan suatu Ideology yang dapat diidentifikasi dimana saja dalam pertempuran diantara pengikut “Habil” dan pengikut Qabil seperti Di Acheh – Sumatra, Dalam barisan Habil senantiasa mendapat ujian Allah hingga nmasih ada diantara mereka yang tidak lolos, berpatah balik menjadi pengikut “Qabil” yang dulu mereka kenal sebagai musuh kini menjadi kawan setia, malah mulai memusuhi orang-orang yang teguh pendirian dalam kutub “Habil” (Fenomena tersebut bisa dilacak di Acheh)

    Ada satuhal lagi yang selalu lupa untuk saya kemukakan. Perihalk minoritas orang Islam yang ada di negara Taghut. Orang tersebut kalau meyakini sebagaimaana yang saya ungkapkan diatas bagaimana bert6aqiyyah, juga mereka tidak termasuk warga negara Taghut disisi Allah. Orang Acheh yang berstatus demikian adalah termasuk dalam kata gory “Hijrah”
    Tapi Allah tau persis kedalam golongan mana kita. Yang perlu szaya kemukakan, apakah kita termasuk yang berdaya upaya untuk exisnya System Allah atau termasuk yang merasa senang dalam system Taghut. Andaikata anda ingin mencari redha Allah, berbuatlah yang mampu anda buat, termasuk menulis sepewrti ini.

    Disinilah artiny Allah menuntut sesuai kemampuan kita, tidak diberatkan. Lihatlah Indonesia paska Penjajah Belanda, sedang mereka merumuskan Piagam Jakarta, kok bisa disulap oleh Soekarno menjadi Pancasila yang terkenal dikalangan kami Acheh – Sumatra sebagai Puncasilap. Kenapa yang haq hilang yang bathil muncul? Inilah rahasia Allah yang tidak diketahui orang bvanyak, untuk menguji hambanya tentang kesungguhan beriman kepadaNya.

    Billahi fi sabililhaq
    (Anwar, Acheh – Sumatra)

  • 22. bambang  |  Februari 11, 2009 pukul 4:59 am

    memang benar demikian kita sbg kaum ummat yang saat ini minoritas dinegara bukan islam,kita juga harus berhati 2 karena banyak ormas atau yang mengaku sbg negara NII yg jelas jelas tidak sejalan dgan alquran malah bisa dibilang sesat

  • 23. bambang  |  Februari 11, 2009 pukul 5:02 am

    memang benar demikian kita sbg kaum ummat yang saat ini minoritas dinegara bukan islam,kita juga harus berhati 2 karena banyak ormas atau yang mengaku sbg negara NII yg jelas jelas tidak sejalan dgan alquran malah bisa dibilang sesat
    kita sebagai warga negara islam yang sesuai dgn al qur an dan ass sunnah dilindungi dari segala mara bahaya yang mengancam

    semoga suatu saat negara rahmat allah ini ( negara islam ) bisa tegak di negeri indonesia ini dan tidak ada lagi negara thogut seperti saat ini

    jazakallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 563,569 hits
Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Flickr Photos


%d blogger menyukai ini: