NII AL Zaytun- Gerakan Negara Islam Indonesia

Januari 9, 2005 at 7:00 pm Tinggalkan komentar

Pengalaman pribadi penulis menghadapi gerakan kelompok orang yang berusaha ingin

mendirikan Negara Islam Indonesia (yang sudah sangat terkenal dengan NII ini

karena sering ada kasus kekerasan sehinggga sering dimuat oleh koran-koran dan

majalah di Indonesia) sejak dua puluh delapan (28) tahun yang lalu karena

penulis sering diajak berbai’at kepada imam (presiden) mereka.

Gerakan ini sangat mengharapkan penulis masuk memperkuat kelompok mereka.

Kelompok Negara Islam Indonesia ini pada saat itu sudah mempunyai imam

(presiden) serta susunan kabinet (para Menterinya). Ada Menteri Hankamnya,

Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri dan Menteri Agamanya dll-nya. Tetapi

yang paling penulis kenal adalah Menteri Luar Negeri dan Menteri Agamanya karena

berasal dari Indonesia Timur (satu dari Ambon, satu dari P. Sumbawa).

Dengan Imam (Presiden) NII juga penulis kenal baik melalui Menteri Agama dan

Menteri Luar Negerinya ini, walaupun nama jelasnya tidak penulis tahu persis

karena Imam (presiden ini) selalu berganti-ganti nama dengan alasan keamanan

yaitu takut ditangkap oleh aparat keamanan Pemerintah RI.

Presiden NII ini sering bertukar pikiran serta berdiskusi dengan penulis

terutama mengenai hijrah, posisi kota Makkah dan Madinah, yaitu di Makkah untuk

Indonesia, mana kota Madinahnya serta kemana kita harus hijrah untuk

menyelamatkan aqiedah dari rongrongan kafir Indonesia.

Di bulan Februari tahun 1973 yang lalu di Markas NII, terjadi perdebatan antara

penulis dengan sang imam, perdebatan yang cukup serius mengenai tiga masalah di

atas . Karena alasan sang imam itu penulis patahkan semuanya yaitu mengenai

masalah Makkah, Madinah serta hijrah, juga tentang visi mereka, yang menyebabkan

sang presiden sangat marah kepada penulis. Sampai-sampai penulis sudah

diputuskan halal darahnya (boleh dibunuh) oleh sang presiden yang menyebabkan

penulis ingin tahu lebih jauh jaringan NII ini: apa sesungguhnya kegiatan mereka

serta –kalau ada– siapa yang bergerak di belakang mereka.

Akhirnya penulis menyuruh masuk seorang pemuda dengan berpura-pura setia kepada

imam (presiden) dan karena badan pemuda tersebut kekar sehingga dijadikan ajudan

pribadinya sang presiden. Kami sudah perintahkan kepada pemuda ini bahwa apa

saja yang dilakukan sang presiden harap segera beri tahu kepada kami.

Suatu hari, sungguh sangat mengagetkan setelah mendapat laporan dari pengawalnya

tersebut, bahwa sang imam (presiden) NII, setiap habis buang air kecil (kencing)

tidak berbasuh (cebok), seperti orang kafir saja. Kami agak ragu dengan laporan

ajudannya ini, kok aneh, imam (presiden) NII sehabis buang air kecil (kencing)

tidak berbasuh (cebok)?

Seperti yang penulis utarakan di atas bahwa penulis kenal betul dengan Menteri

Agamanya ini dan sudah sering penulis jelaskan bahwa gerakan NII ini tidak

benar, tetapi dia tidak percaya pada penulis dan sangat percaya pada gerakan

NII.

Akhirnya pada suatu hari sang Menteri Agamanya ini bertemu dengan penulis dan

berkata: “Pak Amin saya sudah berhenti –atas permintaan sendiri– sebagai

Menteri Agama NII.”

Dengan penuh keheranan penulis bertanya, “Mengapa…, kan selama ini anda sangat

yakin dengan perjuangan NII ini untuk mendirikan Negara Islam Indonesia?”

Dia menjawab lagi, “Saya sudah kapok.”

“Mengapa anda kapok, apakah pernah ditangkap oleh KODIM atau Polisi?”

Dia jawab: “Tidak.”

“Jadi mengapa kapok?”

Dia menjawab: “Rupanya Imam (presiden) NII yang kita agung-agungkan selama ini

kalau dia buang air kecil (kencing) tidak berbasuh (cebok) dan ketika kencing

pun sambil berdiri lagi. Masa Imam NII tidak cebok!”

Gerakan NII ini sudah sering dimuat oleh koran serta majalah tentang berbagai

kasus mereka seperti mereka tertangkap oleh pihak keamanan Indonesia dan mereka

ada yang diadili serta dihukum penjara.

Tetapi sekedar sebuah catatan bahwa Menteri Luar Negeri NII ini sekitar tahun

1975-an pernah ke Timur Tengah yaitu mengunjungi Kuwait dan LIBIA. Sewaktu

bertemu dengan menteri wakaf Kuwait Dr. Ali Muthawa (saat itu) Menteri Luar

Negeri NII tidak bisa berbahasa Arab dan juga tidak lancar berbahasa Inggris.

Karena tidak lancar berbahasa Arab itu akhirnya dipanggilkan ketua Ikatan

Pelajar Indonesia di Kuwait waktu itu (yang kebetulan teman dekat penulis yaitu

sdr. Abdur Rahim Haris yang pernah menjadi sekertarisnya (Allahu yarham) Dr. M.

Natsir, Ketua Dewan Dakwah setelah dia tamat dari Kuwait.

Dalam data-data yang Menteri Luar Negeri NII ini bawa (data lengkap mulai dari

imam atau Presidennya, Para Menteri anggota kabinetnya, begitu juga jumlah

tentara dan serta persenjataannya). Dalam data-data NII yang diterjemahkan oleh

teman saya tersebut dikatakan, bahwa NII yang dimaksud adalah NEGARA ISLAM

SOSIALIS INDONESIA. Sedangkan yang pernah penulis tahu tidak pemah didapatkan

kata “sosialis” itu selama ini. Yang ada NII saja.

Setelah Menteri wakaf Kuwait mengetahui Negara Islam Sosialis Indonesia

tersebut, langsung beliau bilang: “Negara Islam, Negara Islam saja, Negara

Sosialis, Negara Sosialis saja. Tidak ada Negara Islam Sosialis.”

Akhirnya proposal yang dia ajukan itu ditolak mentah-mentah. Sesudah itu MENLU

ini berangkat ke LIBIA dan menurut teman saya ini di LIBIA ia mendapat uang.

Dari LIBIA Menlu NII ini ke Belanda, yang menyebabkan teman saya ini curiga pada

gerakan NII ini.

Oleh M. Amin Djamaluddin

Ketua LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam)

Masjid Al Ihsan lantai 3

Proyek Pasar Rumput

Jl. Sultan Agung, Manggarai, Jakarta Selatan 12970

Tel. (62-21) 828 1606

Tel. Rumah: (62-21) 315 4139

HP: 0812 932 0225

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Majalah Sabili, Bakin & Ma’had Al Zaytun Islam Sesat Dari Al-Zaytun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 555,207 hits
Januari 2005
S S R K J S M
« Des   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Flickr Photos


%d blogger menyukai ini: