Islam Sesat Dari Al-Zaytun

Januari 9, 2005 at 7:02 pm Tinggalkan komentar

DEWI SANDRA, seorang artis, berencana mengunjungi pesantren Al-Zaytun bersama

suami dan keluarganya, untuk menyampaikan sejumlah sumbangan (Media Indonesia,

Kamis, 8 Maret 2001). Keberadaan pesantren yang terletak di Indramayu (Jawa

Barat) itu diketahuinya setelah ia membaca sebuah artikel tentang itu di sebuah

harian.

Sebelumnya, sebuah harian mengabarkan kunjungan ADI SASONO selaku Ketua Umum

ICMI ke pesantren Al-Zaytun (pada Desember 2000 lalu). Bahkan pesantren yang

dipimpin Syekh Al Ma’had AS Panji Gumilang, peresmiannya dilakukan oleh BJ

Habibie, semasih ia menjabat sebagai Presiden RI pada bulan Agustus 1999.

Peresmian itu mendapat perhatian media massa yang cukup luas, antara lain

ditayangkan oleh SCTV pada Liputan 6 Siang.

Pesantren Al-Zaytun terletak di desa Gantar, Mekar Jaya, Kecamatan Haurgeulis,

Kabupaten Indramayu, Propinsi Jawa Barat. Dibangun di atas tanah seluas 1.200

hektar, yang sebelumnya merupakan lahan tandus yang sama sekali tidak punya

potensi ekonomi. Secara kelembagaan, pesantren ini dikelola oleh Yayasan

Pesantren Indonesia (YPI) yang berdiri secara resmi tanggal 1 Juni 1993

(bertepatan dengan 10 Dzul Hijjah 1413 H), dengan akte pendirian tertanggal 25

Januari 1994 bernomor 61 pada Notaris Ny. Ii Rokayah Sulaiman, SH.

Tokoh sentral pesantren Al-Zaytun (dan YPI) adalah Abu Toto alias Toto Salam

alias Abu Ma’ariq alias Nur Alamsyah alias Syamsul Alam, yang kini bernama Syekh

Al Ma’had AS Panji Gumilang. Abu Toto semula adalah kader NII (Negara Islam

Indonesia) yang kemudian menyempal dan menyesatkan.

Menurut seorang tokoh NII struktural yang berdomisili di Bekasi, Abu Toto pernah

menjabat sebagai koordinator KW-9 NII (Komandemen Wilayah 9 Negara Islam

Indonesia) yang melingkupi DKI Jakarta dan sekitarnya, pada awal 1990-an. Pada

1996, Toto menggantikan posisi Tachmid Rahmat Basuki (anak kandung SM

Kartosoewirjo) sebagai pelaksana harian NII, karena TRB memasuki masa pensiun.

Sedangkan sebagai imam adalah Adah Djaelani yang kembali menjabat sejak 1994

setelah ia keluar dari penjara akibat terlibat kasus Komando Jihad buah rekayasa

Ali Moertopo.

Versi lain mengtakan, Adah Djaelani sebagai imam saat itu melimpahkan

kekuasaannya kepada Abu Toto sebagai upaya regenerasi, dengan sebelumnya

memberhentikan Tachmid dari jabatannya sebagai KSU (Kepala Staf Umum).

Pengangkatan Abu Toto seperti itu ditolak oleh sebagian komunitas NII, dan

sebagian lain mendukungnya. Dari sinilah Toto mulai menyempal dengan menyatakan

bahwa ia dan kelompoknya merupakan NII warisan Kartosoewirjo. Dengan

menyempalnya Abu Toto dari induknya (NII) telah menambah jumlah faksi yang

sebelumnya sudah mencapai belasan.

Penolakan terhadap Abu Toto, dikarenakan ia sejak menjabat koordinator KW-9 NII

(sejak 1991-1992) sudah melanggar syariat, antara lain:

1. Shalat dinyatakan tidak perlu, karena merupakan simbol semata, sebab esensi

perintah shalat adalah berjihad menegakkan atau membangun Daulah NII.

2. Menutup aurat (berjilbab) dinyatakan tidak perlu, karena merupakan simbol

semata, sebab esensi dari perintah menutup aurat adalah menyimpan rahasia.

3. Menghalalkan fa’i, pencurian maupun penipuan karena kondisi saat ini dinilai

jahiliyah (masa kegelapan), maka mereka menyatakan berhak merampok harta WNRI

dengan dalih dan cara apapun, meski korban juga beragama Islam. Dasar hukum yang

digunakan adalah adanya keyakinan dalam doktrin NII yang menyatakan “Seluruh

wilayah RI dan segala kekayaannya adalah milik NII dan segenap warganya”

didasarkan pada proklamasi berdirinya NII tahun 1949 serta merujuk pada ayat

“Sesungguhnya bumi ini diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang shalih.” Oleh

karenanya secara hukum warga NII merasa berhak dengan mutlak atas harta yang

kini berada di tangan setiap warga RI, dengan demikian untuk mengambil kembali

harta dan kekayaan NII tersebut berlakulah hukum Tubarriru al Washilah (segala

cara adalah halal).

Menurut Al Chaidar dalam bukunya berjudul Sepak Terjang KW-9 Abu Toto Syekh AS

Panji Gumilang Menyelewengkan NKA-NII Pasca SM Kartosoewirjo (hal. 105),

“…Disinyalir kelompok NII KW-9 Abu Toto ini adalah misi terselubung untuk

menghancurkan pemahaman nilai-nilai ajaran Islam dengan memakai Islam itu

sendiri…”

Sedangkan di majalah GAMMA edisi 1-7 Maret 2000 (hal. 72), Al Chaidar

mengatakan, bahwa Abu Toto alias AS Panji Gumilang, pengasuh dan pendiri pondok

pesantren Al-Zaytun adalah seorang intel yang disusupkan pemerintah ke dalam

tubuh NII sejak 1990-an. Berkat kelihaiannya, Abu Toto berhasil menarik massa

NII, melahap hartanya untuk kepentingan pribadi.

Menurut Ketua MUI Jawa Barat, KH Miftah Faridl, beliau pernah melakukan

konfirmasi kepada Abu Toto sehubungan isu keterkaitan antara Al-Zaytun dengan

NII. Menurut KH Miftah Faridl, Abu Toto membenarkan hal itu dan mengakui dirinya

memang Komandan I pecahan DI/NII Kartosoewirjo. Toto juga mengakui melakukan

penggalangan dana melalui program infaq wajib kepada warganya untuk mendukung

pendirian Al-Zaytun. Namun Toto menyangkal ada tekanan dan ancaman di dalam

melaksanakan program tersebut.

Beberapa waktu lalu di beberapa media nasional pernah diturunkan liputan tentang

kasus korban NII KW-9. Pada TEMPO edisi 5 Maret 2000, antara lain dikisahkan

tentang Catur, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 1997 yang

terlibat gerakan NII KW-9. Ia punya kewajiban merekrut anggota baru dan wajib

menyumbangkan sebagian hartanya untuk membiayai pergerakan. Ada yang dirasakan

janggal oleh Catur, yaitu ia dan kawan-kawannya diizinkan tidak shalat sebelum

negara Islam terbentuk. Akhirnya Catur hengkang.

Harian Galamedia, Bandung, edisi 17 Februari 2000 memuat pengakuan seorang Ibu

berusia 45 tahun, yang anaknya kuliah di UNPAD (angkatan 1998) dan masuk menjadi

anggota NII selama lebih dari setahun. Setelah bergabung dengan NII KW-9 sang

anak jadi berubah. Selain tidak mau belajar dengan baik juga selalu membangkang

terhadap perintah orangtua. Tadinya anak itu saleh dan sering shalat, tapi

belakangan berubah. Tidak setiap hari pulang ke rumah, kadang-kadang pulang lima

hari sekali atau seminggu sekali, prestasi belajarnya pun semakin memburuk.

Majalah FORUM KEADILAN edisi 27 Februari 2000 mengisahkan penuturan Suryana, 52

tahun. Menurut Suryana, anaknya suka melalaikan ibadah wajib (shalat) dan suka

mencuri barang berharga milik ibunya. Sang anak beralasan, barang milik orang

yang tidak masuk NII KW-9 halal diambil. Kisah yang lebih tragis dialami Ibu

Yenni. Suatu hari anak perempuannya yang telah terjerat NII KW-9 meminta uang

sebesar satu juta rupiah untuk diinfakkan kepada ustadznya. “Kalau Mama nggak

ngasih, berarti Mama menghalangi gerakan kami. Artinya Mama halal untuk

dibunuh…”

Berdasarkan penuturan sejumlah korban yang pernah datang ke LPPI, berhasil

dibuat catatan kecil tentang doktrin sesat NII KW-9 Al-Zaytun, antara lain:

1. Pengulangan sejarah akan terjadi, seperti yang pernah terjadi pada zaman Nabi

Yusuf alaihissalam. Tujuh tahun masa panen dan tujuh tahun masa paceklik. Untuk

itu ummat selama tujuh tahun harus menyerahkan hartanya kepada Imam NII,

sebagai persiapan untuk masa paceklik setelah tujuh tahun kemudian. Dengan

tanpa ada ketetapan sejak kapan dimulainya. Dan tidak pula ada yang

mempertanyakannya.

2. Sejarah kisah Ashabul Kahfi akan terulang, suatu saat nanti.

3. Seluruh dana yang berhasil dikumpulkan akan dikelola melalui ma’had Al

Zaytun.

4. Ma’had Al Zaytun, yang sudah berdiri tegak di berbagai daerah adalah bentuk

dan wujud konkret amal usaha NII dalam merintis tegaknya Madinah dan Daulah NII.

Pada dasarnya kesesatan yang dibawa Abu Toto pimpinan Al-Zaytun, secara

sederhana dapat digolongkan ke dalam dua golongan. Pertama, untuk urusan shalat

atau puasa, dinyatakan belum wajib dijalankan karena negara Islam belum berdiri

(masih dalam perjuangan). Sedangkan untuk urusan berbau duit, seperti zakat,

infaq, shadaqoh, nilainya digelembungkan. Bila zakat fithrah yang umum berlaku

adalah sekitar Rp 10.000,- (bila dikonversi dalam bentuk uang), maka menurut

aturan Abu Toto, jumlah itu bisa mencapai Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)

bahkan bisa mencapai Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah). Dan itu

semua tidak disampaikan kepada fakir-miskin, melainkan untuk dana pembangunan

Al-Zaytun.

Fenomena Islam Sesat Al-Zaytun ini sudah lama menarik perhatian LPPI. Sampai

saat ini LPPI terus melakukan investigasi dan pengumpulan berbagai data tentang

kesesatan mereka. Termasuk data otentik tentang Abu Toto alias Syekh Al Ma’had

AS Panji Gumilang. Apalagi mengingat masih banyak anggota masyarakat yang tidak

kenal wujud asli Abu Toto dan pesantren Al-Zaytunnya.

Bahkan bila memungkinkan LPPI akan menggandeng lembaga terkait, sebisa mungkin

akan melakukan advokasi terhadap para korban Abu Toto yang telah dirugikan

secara materi. Harta milik ummat telah dirampas melalui Qoror-qoror seperti

program Qiradl, Zakat Fithrah yang nilainya digelembungkan, Infaq dan Shadaqah,

Qurban dan Tartib.

Tidak hanya seorang Dewi Sandra yang tidak paham, bahkan juga tokoh nasional

seperti Adi Sasono yang kini menjabat sebagai Ketua Umum ICMI (Ikatan

Cendekiawan Muslim Indonesia). Tentunya merupakan suatu ironi bila seorang Ketua

Umum ICMI tidak bisa membedakan antara ayam dengan musang berbulu ayam.

Nampaknya ketidaktahuan Adi Sasono diwarisi dari Ketua Umum ICMI sebelumnya,

Prof. B.J. Habibie, yang saking awamnya dengan ‘dunia pergerakan’ Islam secara

sukarela meresmikan Al-Zaytun yang bagi kalangan Islam ‘pergerakan’ merupakan

landmark keberhasilan aliran sesat memperdaya elite politik nasional.

Semasa Orde Baru, Rudini selaku Menteri Dalam Negeri dan elite Golkar, pernah

mengadopsi LEMKARI (Lembaga Karyawan Islam) ke dalam Golkar. Ia tidak tahu,

bahwa sesungguhnya Lemkari adalah nama baru dari Islam Jama’ah yang sudah

dinyatakan sesat dan dilarang oleh Kejaksaan Agung. Kini, Lemkari mengubah

namanya menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), dan bertebaran di

berbagai pelosok Indonesia.

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

NII AL Zaytun- Gerakan Negara Islam Indonesia Islam Sesat Kelompok Raden Fatah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 555,207 hits
Januari 2005
S S R K J S M
« Des   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Flickr Photos


%d blogger menyukai ini: