AL ZAYTUN : TIDAK ADA KESESATAN ?
Maret 10, 2008
Siapa pun yang berkunjung ke Ma’had Al-Zaytun akan merasa kegum. Kegum melihat bangunannya yang menjulang tinggi dan kedisiplinannya yang luar biasa. Pelajar dan guru bahkan pengunjung tidak boleh merokok. “Kawasan ini benar-benar wilayah bebas rokok,” ucap Abdullah, salah seorang pengunjung Ma’had Al-Zaytun. Di sepanjang kompleks pondok pesantren bertaraf internasional itu juga dilarang mengendarai mobil atau sepeda motor, kecuali ada izin dari pimpinan Ma’had. Alasannya, “polusi”. Sebagai gantinya, para pekerja maupun guru menggunakan sepeda. Sepeda memiliki fungsi ganda, selain ekonomis (tanpa bahan bakar) juga sebagai alat olahraga.
Di dalam lingkungan bebas rokok, tentunya kompleks Al-Zaytun memiliki udara bersih dan nyaman. Di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan terlihat pohon-pohon bermanfaat (pohon jati emas, zaitun, tiin, kurma dan lain-lain) dan gedung mewah seperti hotel berbintang.
Inilah sebenarnya pesantren yang sejak diresmikan oleh Prof Dr BJ Habibie (Presiden RI waktu itu) tidak henti-hentinya dikunjungi orang dari berbagai pelosok. Bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari 102 negara di dunia. Tidak terbatas hanya untuk umat Islam saja, tetapi juga pemeluk agama lain (Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan lainnya). Semuanya diperlakukan dan dihormati dengan baik, sebagaimana Nabi Muhammad SAW menghormati tamunya meskipun berlainan agama, baik Nasrani maupun Yahudi.
Perlakuan yang sama terhadap pemeluk agama lain — khususnya di negara Indonesia yang kerap muncul konflik berbau SARA — terkandung makna yang sangat dalam dan penuh arti. Sehingga misi yang dirajut Pondok Pesantren ini, yakni mengembangkan budaya toleransi semakin bertambah nyata. Sesuai selogan yang terpampang di ruang penerima tamu, “Ma’had Al-Zaytun Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian”.
Tak Ditemukan Kesesatan Pada Mahad Al Zaytun
Ketua Tim Peneliti Ma’had Al Zaytun yang juga Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan tidak ditemukan kesesatan pembelajaran di Ma’had Al-Zaytun. Namun pada aspek manajemen dan kepemimpinan Pondok Pesantren tersebut perlu dibenahi lebih baik lagi.
“Secara rinci tim peneliti MUI untuk Al Zaytun tidak menemukan sesuatu yang menjadi wacana yang mengatakan adanya kesesatan dalam ponpes tersebut mengenai aspek pembelajaran di lapangan,” tutur Ma’ruf Amin kepada Pelita, Rabu (11/9).
Menurut Ma’ruf Amin, pihaknya tidak menemukan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di dalam ponpes tersebut tentang kesesatan dalam pembelajaran. “Yang ditemukan justru adanya kejanggalan dalam hal aspek manajemen ataupun kepemimpinan dalam ponpes itu. Sejauh ini tim peneliti tidak menemukan adanya tindakan mendoktrinasi para pelajar atau santri untuk masuk paham tertentu.”
Ma’ruf Amin mengimbau kepada pengurus Ma’had Al Zaytun menyelesaikan aspek kepemimpinan dan manajemen agar pondok pesantren yang akhir-akhir menjadi pembicaraan masyarakat tetap eksis dan menjadi lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia.
“Al Zaytun sepanjang tidak memiliki masalah yang substansial yang menyangkut ajaran Islam, maka keberadaan lembaga tersebut di Indonesia sah-sah saja,” ucapnya lagi.
Adanya wacana tentang permasalahan keberadaan Al Zaytun, lanjut Ma’ruf Amin, terletak pada orang yang mengelola lembaga tersebut dan bukan terletak pada pembelajaran yang menyebutkan adanya aliran yang sesat dalam ponpes tersebut.
“Wajar jika ada orang tua yang khawatir anak mereka belajar di Al Zaytun, tetapi untuk mengembalikan citra Al Zaytun sebagai lembaga pendidikan Islam, maka pihak MUI dalam waktu dekat akan merekomendasikan kepada pihak Al Zaytun tentang sterilisasi Al Zaytun, sehingga orang tua tidak perlu mengkhawatirkan anak mereka untuk belajar di sana,” papar Ma’ruf Amin.
Entry Filed under: Uncategorized. Tag: Uncategorized.
16 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed











1. Ariestides Dwi Anjari | Maret 26, 2008 at 7:07 am
Saya mempunyai seorang kakak & seorang adik yg bersekolah di Mahad AL-ZAYTUN. Saya akui sblm mrkamasuk ke ponpes ini kemampuan mrk dlm menguasai mata pelajaran umum bs dibilang kurang, ttp stlh menjadi santri di MAZ, mereka, terutama kakak perempuan saya mempunyai prestasi yg sangat memuaskan. Ya walaupun hanya mendapat ranking 10 besar dikelas & 30 besar dari seluruh jumlah santri yg ada di MAZ. Pokoknya the best dech. .
2. MM ARI W | Mei 17, 2008 at 7:49 pm
JANGAN PERNAH MELIHAT APA YG HILANG DARI DIRI KM,,TAPI LIHAT LAH PA YANG MASIH TERSISA PDA DIRI KM,,KM AKAN BISA BERTAHAN N MAJU KE DEPAN,,
3. wilda ajrina | Mei 19, 2008 at 2:14 am
kata siapa al zaytun itu sesat?
justru di sinilah kita melihat bagaimana ada satu tempat
terlihat seperti surga dunia.
haha,,jangan jauh-jauh deh,buat yang ingin masuk surga,,
jangan jauh-jauh dulu mikirin surga setelah kita mati,,
yang sekarang saja dulu..
nah,,,setelah saia melihat dengan mata saya sendiri,,
bagaimana situasi disana??
lingkungannya teratur,,
bersih,,
sejuk..
adem..
gag ada deh puntung rokok,atau asap rokok sedikitpun,,
pasti gag ada deh yang sakit,,,
belum lagi disana masjidnya BESAR-BESAR
ada RAHMATAN LIL ALAMIN,,terus banyak lah,,
lapangannya juga LUAAAAAAAAAASSSSSSSSS sekali,,,
pokonya T.O.P B.G.T.S.K.L
lah,,,
saia harap juga,,
tahun ini saia bisa kuliah disana,,,
hehe*
amin,
4. Bal Angktan 4 | September 7, 2008 at 11:43 pm
kontol buat zytun..
pepek buat zytun..
ustadz n ustazah yg gk beragama..
pikiran otak kau tu Duet aja..
masak sedekah di tentuin..
sedekah itu kan se ikhlas nya..!!
NAWAWI PUKIMAK..
SARJU CEBOL..
ARIF BABI..
al zytun gk sesat..
tapi MERUGIKAN..
KONTOL BUAT ZYTUN,,
buat syeh..
perot ko BESARI Lgi..
biar macam BABI BUNTENG kau..
5. tove | September 13, 2008 at 2:28 am
Bal
dah tau di paksa ngapain lo mau bayar,dasar goblok lo,
sejelek” sekolah lo dy yang bkin lo ngerti mna yang salah N mana yang bener,malu tu ma angkatn lo
6. dwiagus | September 22, 2008 at 5:41 am
memandang mahad alzaytun secara objective
bila kita memandang negatif apakah kita bisa berbuat seperti alzaytun dalam membangun dunia pendidikan
bila kita memandang positif apakah
kita bisa melihat manfaat buat generasi muda
berkaitan tentang rumor negatif, jangan al zaytun. Nabi Muhammad saja yang sudah jelas kebaikannya juga banyak yang memusuhi bahkan Tuhan pun demikian ada yang tidak mengakui kebaikan Tuhan seperti Komunis
7. adi | Oktober 12, 2008 at 2:27 am
alhamdulillah
8. habib akbar bin nazaruddin al-habsyi | Oktober 12, 2008 at 2:31 am
yang diatas jgn mengolok-olok ma`had dilarang keras sebab ma`had tempat menuntut ilmu.khairul anta wakadzalika minasyaithonirrajim.
9. tyas | November 23, 2008 at 5:28 am
alzaytun itu sekolah yang bikin kta jd orang2 yang berguna,orang yang bilang al zaytun sesat tuh bodoooooooh banget.orang itu biasanya orang yang hidupnya ga punya aturan yang hidupnya merugikan orang lain.
dan yang pastinya orang yang bermasalah di alzaytun.AL-ZAYTUN IS THE BEST
10. lila | November 23, 2008 at 5:31 am
I LIKE AL-ZAYTUN, ALLWAYS BE THE BEST FOR AL-ZAYTUN
11. naya | Desember 12, 2008 at 4:51 am
Hati2 dalam berbicara…berarti loe sama ja kaya’ kacang lupa kulitnya.
12. Fadli | Desember 29, 2008 at 4:11 pm
Yg ngomong jorok, hanya dapat menunjukkan watak/akhlaqnya, tapi walaupun mengaku pernah di MAZ, Sunnahtullahnya juga “Iblis” laknatullah juga jebolan Al-Jannah (syurga), Karena tidak mau ta’at dengan perintah Allah Yang ganjil (ta’at kepada Adam =junior). Hawa nafsu membuat dia keluar dari Syurga, Yang keluar dari MAZ, lihat saja dari bahasanya (pantas yang kotor keluar dari tubuh manusia). . Saya dukung MAZ, bila memang ada yang belum sempurna yang berikan masukan, itulah orang-orang yang positif.. Allahu Akbar!
13. Indah | Januari 19, 2009 at 1:25 pm
Aq dkg MAZ,,
krna d snalah aq dpt ngrSain pa yg lum q rSain slma bbrP thn,,
bwat MAZ,,mju trS pntg mNdR,,
MAZ IS the BEsT sChOoL,,I LOVE u ZaEtuN,,LUPH U JG PUNK5
14. prima | Januari 26, 2009 at 3:07 am
kalau anda ingin tahu rasanya masakan itu enak atau tidak, jangan pernah komentar sebelum anda merasakannya. so, jangan pernah berkomentar tentang al zaitu, positif maupun negatif, jika anda belum pernah masuk dan ikut serta dengan mereka.
15. Anonymous | Mei 2, 2009 at 4:42 am
Saya setuju sama Mas/Bpk. Dwi Agus… Chayo Al-Zaytun!! Sesat ndak sesat itu kan yang nentuin cuma manusia..
16. Roli gangga | Agustus 26, 2009 at 7:46 am
wah al-zaytun mmg hebat…
ku kangen sama org2 zaytun yg ramah2…
dan semua teman2 angkatan 3,,i luv u all friends…
teman segalanya di zae…
kpn ya ada reuni akbar di zae,,pngen ktemu ma teman2 di sna..^_^