KESAKSIAN ANAK NII DI TII ASELI

April 17, 2007 at 12:31 am 33 komentar

Pada 1950-1960-an, hanya seperseribu rakyat Indonesia yang menerima gagasan negara Islam. Kini lebih kecil lagi: satu per dua atau tiga ribu. Demikian Sarjono Kartosuwiryo, anak kandung SM Kartosuwiryo (pendiri DI/TII), yang kini bergiat di Forum Silaturahmi Anak Bangsa kepada Kajian Islam Utan Kayu (KIUK) Kamis lalu (29 Maret) di Radio 68H Jakarta.
————–

Beberapa waktu lalu ada sekelompok orang yang mengatasnamakan NII, yang meminta sumbangan dan melakukan beberapa penjarahan di Jawa Barat. Sebagai anak kandung almarhum SM Kartosuwiryo, pendiri DI/TII, apa tanggapan Anda?
Pertama-tama saya kaget juga ketika ada gerakan yang menamakan diri sebagai gerakan Negara Islam Indonesia (NII) sampai saat ini. Saya bertanya kepada diri sendiri, apa mungkin negara Islam dibangun di Indonesia dalam keadaan seperti ini? Sepanjang perhitungan saya dan pertimbangan akal sehat manusia, itu tak mungkin, kecuali hanya untuk menjual isu belaka.

Pada beberapa siaran media massa, saya tercengang karena ada yang menghubung-hubungkan gerakan ini dengan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) SM Kartosuwiryo. Padahal, yang namanya DI/TII Kartosuwiryo itu selesai sejak 1962.

Setelah itu, tak ada lagi gerakan yang menamakan DI/TII, baik di siaran pers maupun di tempat mana pun. Yang ada adalah gerakan sekelompok orang yang menamakan diri NII. Lalu, NII ini, terutama yang KW-IX di daerah Jakarta, mengadakan tindakan-tindakan yang abnormal, seperti tindak-tindak kriminal.

Ada berapa KW di NII saat ini?
Yang saya tahu ada sembilan. KW-I di Priangan Timur, KW-II di Jawa Tengah, KW-III di Jawa Timur, KW-IV di Sulawesi, KW-V di Aceh, KW-VI di Sumatera selain Aceh, KW-VII di Garut dan Bandung, KW-VIII di Kalimantan, dan KW-IX di Jakarta.

Nah, sampai kini gerakan ini masih hidup, independen, dan terlepas dari induknya. Dan, di antara orang-orang yang aktif di KW-IX tidak ada satu pun anak Kartosuwiryo, ataupun bekas anak buahnya. Semua adalah orang-orang baru yang mengambil isu Negara Islam Indonesia supaya produknya bisa dijual.

Sepertinya ada keterputusan ideologis antara Anda dan almarhum ayah Anda. Apa bisa disebut Anda bukan anak ideologisnya?
Bagi saya, Islam itu berasal pada suatu keinginan hidup yang mendambakan keselamatan di dunia dan di akhirat. Itulah yang selalu didengungkan para mubalig. Itu sudah merupakan cita-cita umum umat Islam. Kita ini selalu mencari kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Nah, Kartosuwiryo ini memodifikasi model mencapai kebahagiaan itu. Dalam perjalanan hidupnya, dia memulai karir di Serikat Dagang Islam (SDI), lalu di Serikat Islam (SI), di Partai Islam Indonesia (PII), ke Masyumi, sampai kemudian mendirikan DI/TII.

Itu semua dia lakukan untuk mengangkat Islam dan bangsa Indonesia dari kondisi keterpurukan penjajahan menjadi bangsa yang terhormat di mata dunia. Tapi, sayang, pada 1962, para pengikutnya di seluruh wilayah Indonesia baru berjumlah 40 ribu dari total jumlah penduduk Indonesia yang sudah berjumlah 40 juta saat itu. Jadi, rasionya satu berbanding seribu. Itu suatu kepemimpinan yang tidak mungkin.

Akhirnya, gerakan itu berakhir pada 1962 dengan keluarnya Maklumat Imam yang menyerukan untuk mengakhiri tembak-menembak dan kembali ke pangkuan Republik Indonesia. Ketika itu, usia saya baru lima tahun. Dan, saya dibesarkan sudah di daerah ini, di negeri ini, ketika bapak saya meninggal.

Jadi, ada modifikasi?
Ya, ada modifikasi dalam sejarah hidup Kartosuwiryo. Awalnya dia masuk di SDI, lalu SI, lalu PII. Akhirnya, dia membentuk DI/TII. Jadi, ada perkembangan mental dan keorganisasian sesuai dengan kondisinya saat itu. Begitu juga saya. Saya harus berkembang mengikuti kondisi masyarakat saat ini. Jadi, saya tetap harus bergumul dengan kondisi saat ini. Kalau tidak bergumul, perjuangan saya bisa mati.

Kita tahu, dulu ayah Anda membuat konstitusi Darul Islam yang bersifat eksklusif. Salah satu butirnya mengatakan bahwa pemimpin negara wajib Islam dan menteri-menterinya juga wajib Islam semua. Kalau dievaluasi, apakah pemikiran seperti itu perlu?
Inti pertanyaan Anda adalah: mungkin nggak saya menarik model tahun 1962 itu ke model tahun 2007, sampai ke depan? Nah, model ini sudah saya jelaskan dari awal; hanya seperseribu rakyat Indonesia yang menerimanya. Sisanya belum menerima.

Ketika itu saja, pemasarannya sudah begitu. Apalagi sekarang; angkanya pasti lebih kecil. Mungkin sudah menjadi satu per dua ribu atau satu per tiga ribu. Jadi, sesuatu yang tidak mungkin kalau kondisi masyarakat Indonesia seperti ini.

Apa itu berarti masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang ingin ber-Islam secara kultural saja tanpa memaksakan ideologi Islam pada aspek kenegaraan?
Ya. Islam Indonesia itu kan Islam yang sangat awam. Orang mengartikan Islam itu hanya di KTP (kartu tanda penduduk). Memang, ada kelompok tertentu yang mempelajari Islam lebih dalam. Tapi, mayoritas umat Islam itu hanya KTP. Dan, karena itu, tidak mungkin dibangun suatu Negara Islam di atas masyarakat seperti itu.

Apakah suatu saat perlu dibangun Negara Islam di Indonesia?
Itu sama dengan pertanyaan: seandainya saat ini adalah kerajaan dinosaurus, kemudian dua ribu tahun lagi ada kerajaan kera, apakah mungkin dibangun negeri kera? Wah, itu tidak bisa saya jawab. Suatu masa yang berbeda itu tidak bisa diandai-andaikan.

Pernahkan Anda bersentuhan langsung dengan orang-orang yang masih berpikir perlunya Negara Islam Indonesia?
O, banyak. Jadi, memang mereka berpikiran ideal. Artinya, untuk mengangkat nilai-nilai Islam supaya Islam bermarwah, orang Islam diharuskan untuk mendirikan negara Islam. Mereka berpikir, kalau orangnya Islam, negara idealnya harus Islam. Itu bukan berarti bentuk negara lain tidak bisa, bisa saja, tapi itu tidak dianggap ideal.

Aspek-aspek apa yang membuat negara Islam itu mereka anggap ideal?
Yang jelas, adanya kontrol. Dalam negara kita sekarang, tidak ada kontrol dari Tuhan. Di negara Islam, setiap individu setiap hari dikontrol oleh Tuhan. Dengan begitu, dia tidak berani untuk melanggar walaupun pimpinannya tidak ada.

Saat ini asumsi seperti itu kan dianggap naïf. Setiap kekuasaan diandaikan punya potensi untuk korup. Makanya diadakan institusi pengontrol pemerintahan, seperti DPR dan Mahkamah Konstitusi.

Apakah gagasan seperti itu tidak menarik bagi yang memperjuangkan negara Islam?
Menarik atau tidak, itu bergantung pada konteks orangnya. Kalau melihat dari jumlah orang yang setuju daripada yang tidak setuju negara Islam, sekarang (yang setuju) memang masih sangat kecil, yaitu di bawah 10 persen.

Jadi, gagasan negara Islam belum menarik atau belum memikat?
Ya. Sebab, tidak ada bukti yang nyata bahwa negara Islam mampu memberikan jawaban atas tuntutan-tuntutan masyarakat. Ketika suatu masyarakat berpikir terhadap negara Islam, mestinya dia minta tuntutan, dong! Saya mau sekolah, tapi sekolah di mana? Saya mau kerja, tapi kerja di mana? Kalau itu tidak bisa dijawab, (gagasan itu) akan ditinggalkan.

Berarti ada aspek praktis yang juga harus ditanggulangi oleh para ideolog negara Islam sekalipun?
Ya. Dalam tataran tekstual, memang itu (negara Islam) sesuatu yang ideal. Tapi, itu tidak bisa diterapkan dalam masyarakat yang tidak ideal. Kemiskinan dan kebodohan itu harus dilepaskan dulu. Jadi, masyarakat harus dipintarkan dulu biar tidak bodoh lagi, biar tidak miskin. Orang yang miskin itu tidak peduli terhadap negara Islam atau tidak.

Apakah saat ini Anda punya ideologi yang berseberangan dengan almarhum ayah Anda?
Masalah ideologi itu kan rumusan tentang suatu cita-cita. Kita pengin begini, mimpi begini. Saya rasa, saya tidak pernah berseberangan dengan bapak saya. Jangankan dengan bapak saya, dengan seluruh umat Islam di dunia juga saya tidak pernah bisa berseberangan. Saya hanya menginginkan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Problemnya, ada beberapa paket untuk selamat dunia-akhirat. Yang minimal adalah paket menjalankan segenap rukun dan ajaran Islam, tanpa harus diurus negara sekalipun. Tapi, ada juga yang ingin paket maksimal atau kaffah.

Paket mana yang Anda pikirkan?
Paket saya adalah paket yang minimal tapi kaffah. Ketika semua persyaratannya sudah kaffah, suatu dosa kalau kita tidak melakukannya. Ketika kita sudah punya waktu, ketika sudah mengambil wudu, tapi tidak melakukan salat, itu adalah suatu dosa. Begitu juga dengan yang lain-lain.

Tapi, contoh salat itu kan sederhana. Tanpa diurus negara, kita bisa salat di mana pun, bisa wudu di mana pun; yang penting ada airnya. Dan, kalau tidak ada air pun, kita bisa tayamum…. (novriantoni)

Sarjono-Kartosuwiryo.COM

About these ads

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

MEWASPADAI NII KW 9 AL ZAYTUN DI SEKITAR KITA TAFSIR KURBAN NII KW 9

33 Komentar Add your own

  • 1. kader sejati  |  Februari 22, 2008 pukul 1:25 pm

    ALLAHU AKBAR, semoga Allah mengampuni kita semua.. terutama mereka-mereka yang pengecut untuk mengakui kebenaran iman, hijrah dan jihad. Ya Rab, kuat kan kami dalam jalanMu, dan ampuni mereka yang dha’if. Jauhkan siksaMu dari mereka, mereka dha’if ya Rab……….

  • 2. BukaMataHati  |  Juli 1, 2008 pukul 3:45 am

    tidak habis fikir..
    ternyata jiwa pejuangnya Imam Asyahid Kartosuwiryo TIDAK TERWARISKAN di diri anaknya ini.
    sampai mengatakan:
    Jadi, gagasan negara Islam belum menarik atau belum memikat?
    “Ya. Sebab, tidak ada bukti yang nyata bahwa negara Islam mampu memberikan jawaban atas tuntutan-tuntutan masyarakat”.
    lalu, siapa bilang dibawah 10% saja dari masyarakat indo yang ingin negara islam?
    dan siapa bilang DI/TII hanya sampai 1962?
    NII murni masih ada dan terus berjuang meneruskan proklamasi 1949..
    hanya orang-orang PENGECUT saja yang lari dari medan perang..!
    ternyata, tidak semua buah jatuh didekat pohonnya..
    Allahummahdina

  • 3. Hamba Allah  |  Agustus 30, 2008 pukul 1:14 pm

    Negara Islam wajib Qta Bangun,. Qta raih,,Para Mujahid Perjuangkanlah Islam Ingat !!! Allah tidak akan ridho jika islam belum tegak di atas Din Din yang lain.

    Bertobatlah!!! wahai Para penentang berdirinya Islam.

  • 4. nur  |  September 19, 2008 pukul 7:31 am

    Saya pengagum ideologi Imam Kartosuwiryo.Islam adalah agama fitrah yg senantiasa terjaga kemurniaanya dari ideologi ideologi lain.saya pikir,ada keraguan dalam benak putra alm.kartosuwiryo terhadap ideologi islam.ALLAHU AKBAR JIHAD BELUM SELESAI!

  • 5. tHe ReVoLutiOneR  |  Oktober 2, 2008 pukul 7:37 pm

    “kNaPa Muzti aD Ne9aRa isLaM,,?!!”
    “tOh,,?!!”
    “MezQi iNdOnEsiA MeRuPaQn Ne9aRa y9 mAiiOrEtaz PnddQ`a MoesLiM tPi HnYa s9eLiNtiR sAjja y9 bzA bCa QuR`aN,,”
    “ituPn b`qLoMpOq`2,,”

  • 6. anaf  |  Oktober 5, 2008 pukul 5:28 pm

    assalamu’alaikum
    islam bukan agama warisan karena dalam islam hanya berlaku warisan berupa harta pusaka. nabi nuh mempunyai anak yang tidak beriman kepada apa yang disampaikan ayahnya. begitu pula putra imam assyahid smk. kartosuwiryo ternyata memiliki pandangan yang sangat berbeda dengan ayahnya.
    padahal sudah jelas contoh dan uswah kita nabi Muhammad saw yang memang harus kita contoh. rosul saw adalah orang yang diberi julukan al amin karena akhlaknya yang no wahid tapi allah memandang rosul saw dholal karena beliau berada di mekkah yang keadaannya sekarang seperti indonesia yaitu jahiliyah dimana ibadah dan maksiat berjalan beriringan.
    dimana2 maka itu beliau hijrah ke madinah.
    apakah sejarah rosul hanya dijadikan dongeng pengantar tidur saja !! yang tidak dijadikan pelajaran / contoh.
    sangat picik orang yang mengatakan tidak pentingnya negara islam. al qur’an jelas2 merupakan petunjuk, pedoman dan hukum yang harus dilaksanakan manusia. bukan hanya dijadikan bacaan saja atau dongeng yang hanya sekedar cerita tanpa realita. rosul saw pun melaksanakan hukum islam saat ia menjadi kepala negara madinah. apa itu hanya sekedar dongeng yang tidak harus dan wajib dilakukan.
    salah bila sarjono kartosuwiryo mengatakan negara islam tidak perlu dan tidak ada penerus2 imam assyahid. karena masih banyak yang mau mengorbankan jiwa dan raganya untuk berdirinya negara karunia allah.
    dan janji allah tak akan memungkiri janjinya.
    suatu saat nanti waktu yang akan membuktikan kebenaran itu dan bila ua tidak bisa melihatnya didunia ia kan merasakan azabnya di akherat.
    allahua’lam bissawab.
    wassalam

  • 7. anaf  |  Oktober 5, 2008 pukul 5:29 pm

    assalamu’alaikum
    islam bukan agama warisan karena dalam islam hanya berlaku warisan berupa harta pusaka. nabi nuh mempunyai anak yang tidak beriman kepada apa yang disampaikan ayahnya. begitu pula putra imam assyahid sm. kartosuwiryo ternyata memiliki pandangan yang sangat berbeda dengan ayahnya.
    padahal sudah jelas contoh dan uswah kita nabi Muhammad saw yang memang harus kita contoh. rosul saw adalah orang yang diberi julukan al amin karena akhlaknya yang no wahid tapi allah memandang rosul saw dholal karena beliau berada di mekkah yang keadaannya sekarang seperti indonesia yaitu jahiliyah dimana ibadah dan maksiat berjalan beriringan.
    dimana2 maka itu beliau hijrah ke madinah.
    apakah sejarah rosul hanya dijadikan dongeng pengantar tidur saja !! yang tidak dijadikan pelajaran / contoh.
    sangat picik orang yang mengatakan tidak pentingnya negara islam. al qur’an jelas2 merupakan petunjuk, pedoman dan hukum yang harus dilaksanakan manusia. bukan hanya dijadikan bacaan saja atau dongeng yang hanya sekedar cerita tanpa realita. rosul saw pun melaksanakan hukum islam saat ia menjadi kepala negara madinah. apa itu hanya sekedar dongeng yang tidak harus dan wajib dilakukan.
    salah bila sarjono kartosuwiryo mengatakan negara islam tidak perlu dan tidak ada penerus2 imam assyahid. karena masih banyak yang mau mengorbankan jiwa dan raganya untuk berdirinya negara karunia allah.
    dan janji allah tak akan memungkiri janjinya.
    suatu saat nanti waktu yang akan membuktikan kebenaran itu dan bila ua tidak bisa melihatnya didunia ia kan merasakan azabnya di akherat.
    allahua’lam bissawab.
    wassalam

  • 8. anaf  |  Oktober 5, 2008 pukul 5:34 pm

    assalamu’alaikum
    islam bukan agama warisan karena dalam islam hanya berlaku warisan berupa harta pusaka. nabi nuh mempunyai anak yang tidak beriman kepada apa yang disampaikan ayahnya. begitu pula putra imam assyahid sm. kartosuwiryo ternyata memiliki pandangan yang sangat berbeda dengan ayahnya.
    padahal sudah jelas contoh dan uswah kita nabi Muhammad saw yang memang harus kita contoh. rosul saw adalah orang yang diberi julukan al amin karena akhlaknya yang no wahid tapi allah memandang rosul saw dholal karena beliau berada di mekkah yang keadaannya sekarang seperti indonesia yaitu jahiliyah dimana ibadah dan maksiat berjalan beriringan dimana2, maka itu beliau hijrah ke madinah.
    apakah sejarah rosul hanya dijadikan dongeng pengantar tidur saja !! yang tidak dijadikan pelajaran / contoh.
    sangat picik orang yang mengatakan tidak pentingnya negara islam. al qur’an jelas2 merupakan petunjuk, pedoman dan hukum yang harus dilaksanakan manusia. bukan hanya dijadikan bacaan saja atau dongeng yang hanya sekedar cerita tanpa realita. rosul saw pun melaksanakan hukum islam saat ia menjadi kepala negara madinah. apa itu hanya sekedar dongeng yang tidak harus dan wajib dilakukan.
    salah bila sarjono kartosuwiryo mengatakan negara islam tidak perlu dan tidak ada penerus2 imam assyahid. karena hukum hanya bisa diterapkan pada suatu negara. dan hukum islam harus diterapkan pada pemerintahan islam / negara islam bukan pada negara yang jelas2 bukan islam walopun mayoritas wargany beragama islam dan perlu diingat masih banyak yang mau mengorbankan jiwa dan raganya untuk berdirinya negara karunia allah.
    dan allah tak akan memungkiri janjinya.
    suatu saat nanti waktu yang akan membuktikan kebenaran itu dan bila tidak bisa melihatnya didunia ia kan merasakan azabnya di akherat.
    allahua’lam bissawab.
    wassalam

  • 9. anaf  |  Oktober 5, 2008 pukul 5:45 pm

    assalamu’alaikum
    islam bukan agama warisan karena dalam islam hanya berlaku warisan berupa harta pusaka. nabi nuh mempunyai anak yang tidak beriman kepada apa yang disampaikan ayahnya. begitu pula putra imam assyahid sm. kartosuwiryo ternyata memiliki pandangan yang sangat berbeda dengan ayahnya.
    padahal sudah jelas contoh dan uswah kita nabi Muhammad saw yang memang harus kita contoh. rosul saw adalah orang yang diberi julukan al amin karena akhlaknya yang no wahid tapi allah memandang rosul saw dholal karena beliau berada di mekkah yang keadaannya sekarang seperti indonesia yaitu jahiliyah dimana ibadah dan maksiat berjalan beriringan dimana2, maka itu beliau hijrah ke madinah.
    apakah sejarah rosul hanya dijadikan dongeng pengantar tidur saja !! yang tidak dijadikan pelajaran / contoh.
    sangat picik orang yang mengatakan tidak pentingnya negara islam. al qur’an jelas2 merupakan petunjuk, pedoman dan hukum yang harus dilaksanakan manusia. bukan hanya dijadikan bacaan saja atau dongeng yang hanya sekedar cerita tanpa realita. rosul saw pun melaksanakan hukum islam saat ia menjadi kepala negara madinah. apa itu hanya sekedar dongeng yang tidak harus dan wajib dilakukan.
    salah bila sarjono kartosuwiryo mengatakan negara islam tidak perlu dan tidak ada penerus2 imam assyahid. karena hukum hanya bisa diterapkan pada suatu negara. dan hukum islam harus diterapkan pada pemerintahan islam / negara islam bukan pada negara yang jelas2 bukan islam walopun mayoritas wargany beragama islam dan kenapa tidak mau diatur dengan hukum Allah jelas2 kita adalah makhluk-Nya dan ini bumi-Nya tu jelas suatu hak Allah mengatur makhluknya dengan hukum-Nya kenapa makhluknya ingkar kepada yang menciptakan -Nya
    perlu diingat masih banyak yang mau mengorbankan jiwa dan raganya untuk berdirinya negara karunia allah.
    dan allah tak akan memungkiri janjinya.
    suatu saat nanti waktu yang akan membuktikan kebenaran itu dan bila tidak bisa melihatnya didunia ia kan merasakan azabnya di akherat.
    allahua’lam bissawab.
    majulah penerus-penerus perjuangan !!!
    berjihadlah hingga hukum Allah berdiri tegak di bumi Allah !!
    sosonglah kemenangan !!
    Allahu akbar…Allahu akbar….
    wassalam

  • 10. Maulana habsy  |  Oktober 9, 2008 pukul 1:15 pm

    Sarjono harus’y udah mlepas nama blakangnya.inilah watak sekuler asli yg menganggap alqur’an n sunah nabi udah ga relevan lg.

  • 11. Djadja Sukmana  |  Oktober 17, 2008 pukul 10:19 pm

    Assalamu,alaikum wr.wb.

    Saya hanya ingin dapat e-mail nya kang Sarjono, masa kecil di Malangbong saya kenal dia begitu juga kakak saya adah temannya teh Kokom, teh Kartika waktu masih di Bojong.

    Mungkin anda ada yangbisa bantu ? Nuhun !

  • 12. AS syahid  |  November 15, 2008 pukul 8:06 am

    walaupun islam penuh pro dan kontra, dan banyak golongan-golongan, tapi saya yakin pasti masih ada yang memperjuangkan islam dengan baik dan benar,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,!!!!!

  • 13. Salman Alfarisiy  |  Desember 28, 2008 pukul 8:58 am

    Allahuakbar
    Sungguh kita sudah berada pada zaman dimana kaum mukminin menjadi orang asing. wahai saudaraku seiman se akidah mari kita perjuangkan agama yang harus kita perjuangkan ini yang telah dirobek robek oleh para kaum kufar dan munafiqun. kita perjuangkan alquran sebagaimana rasulullah saw dan para sahabat memperjuangkannya! semoga kita dimasukkan dalam golongan orang yang beriman dan masuk kedalam golongan orang yang diberi nikmat oleh Allah di akherat. Amiin

  • 14. ken  |  Februari 12, 2009 pukul 11:15 am

    INVESTIGASI TENTANG NII DI TVONE

    BEGITU BANYAK PENGADUAN YANG KAMI TERIMA DARI PARA KORBAN MAUPUN KELUARGA KORBAN YANG TERJEBAK DALAM GERAKAN NEGARA ISLAM INDONESIA KOMANDEMEN WILAYAH 1X (NII KW9) ATAU NII ALZAYTUN, MEMBUAT KAMI HARUS BERUSAHA LEBIH KERAS UNTUK MENSOSIALISASIKAN TENTANG GERAKAN INI KE MASYARAKAT, ULAMA, MEDIA MAUPUN PIHAK KEAMANAN. BEGITU BANYAK PRO DAN KONTRA DALAM PROSESNYA, NAMUN HASIL AKHIR MENYIMPULKAN BAHWA GERAKAN INI LEBIH BANYAK MEMBUAT MUDHARAT DARIPADA MANFAAT.

    MENYIKAPI HAL ITU, KAMI MEWAKILI PARA KORBAN DAN MASYARAKAT YANG PEDULI TERHADAP AKSI-AKSI KEJAHATAN YANG DILAKUKAN OLEH GERAKAN NII ALZAYTUN MENGHIMBAU SEMUA PIHAK UNTUK SEGERA MENGAMBIL LANGKAH-LANGKAH KONKRIT DEMI MENGHENTIKAN GERAKAN INI DAN MENANGKAP TOKOH-TOKOH SENTRALNYA. BUKTI YANG KAMI MILIKI SUDAH CUKUP UNTUK MENGAMBIL LANGKAH ITU. KAMI SIAP UNTUK BEKERJASAMA DENGAN SEMUA PIHAK UNTUK MEMPERCEPAT PROSES TERSEBUT.

    SEBAGAI GAMBARAN SPESIFIK TENTANG AKSI, BENTUK DAN MODUS YANG MEREKA LAKUKAN DALAM MENJALANKAN AKSINYA, HARAP TONTON TELUSUR DI TVONE YANG AKAN MEMBONGKAR GERAKAN NII ALZAYTUN, TAYANG HARI KAMIS, 12 FEBRUARI 2009, PUKUL 20.30. SEMOGA TAYANGAN INI DAPAT MEMBUKA MATA SEMUA PIHAK UNTUK MENGAMBIL TINDAKAN AGAR TIDAK ADA LAGI ANAK BANGSA YANG MENJADI KORBAN.

  • 15. Mujahidah  |  Februari 20, 2009 pukul 6:51 am

    Hai jika akhi seorang muslim, tolong kibarkan kembali semangat juang selaku mujahid islam yang senantiasa siap bukan mundur malah menghancurkan islam sendiri.

  • 16. xxx  |  Maret 5, 2009 pukul 10:23 am

    yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  • 17. lucu  |  Maret 13, 2009 pukul 11:43 pm

    lucu aja !!!!

    tak ada kebahagiaan pada daging yang dimanjakan
    tak ada kebahagiaan pada kepentingan sesaat
    tak ada kebahagiaan pada kepentingan sendiri yang dimenangkan
    tak ada kebahagiaan pada kenikmatan singkat
    tak ada kebahagiaan pada api yang membakar
    tak ada kebahagiaan pada darah yang tertumpah
    tak ada kebahagiaan pada kobaran amarah
    tak ada kebahagiaan pada sumpah serapah
    tak ada kebahagiaan pada puing-puing berasap
    tak ada kebahagiaan pada tangis dan ratap

    Islam agama Yes !!!!
    Islam negara No !!!!

    NKRI is final !!!!

    BHINEKA TUNGGAL IKA !!!!

  • 18. yuare  |  April 9, 2009 pukul 7:42 am

    kita sebagai umat islam seharusnya mencontoh rosullulah.karena rosullulah membangun sebuah negara islam dan itu adalah WAJIB maka sudah seharusnya kita mencontohnya.SEPERTI HALNYA SHOLAT.wahai saudaraku kaum muslimin condongkanlah pandanganmu ke quran dan sunah jangan pernah condong kebarat,timur,utara ,selatan ataupun kearah yang lain.

  • 19. hamba ALLOH SWT  |  Juli 23, 2009 pukul 8:06 am

    harga mati NEGARA ISLAM Tidak boleh tidak..
    nyawa saya siap jadi taruhanya

  • 20. Cuma Pelajar  |  Agustus 24, 2009 pukul 5:58 pm

    Komenar untuk saudara/i yuare “kita sebagai umat islam seharusnya mencontoh rosullulah.karena rosullulah membangun sebuah negara islam dan itu adalah WAJIB maka sudah seharusnya kita mencontohnya.SEPERTI HALNYA SHOLAT.wahai saudaraku kaum muslimin condongkanlah pandanganmu ke quran dan sunah jangan pernah condong kebarat,timur,utara ,selatan ataupun kearah yang lain.”

    Saya tidak tahu mengenai Kewajiban mendirikan agama Islam seperti Wajibnya umat Islam Shalat, mungkin anda dapat memberikan keterangan lebih lanjut tentang hal ini,

    Sepanjang pengetahuan saya, Negara ini telah memberikan kebebasan dan jaminan kepada pemeluk agama APAPUN (tentu saja termasuk Islam) untuk menjalankan keyakinannya, jadi kenapa harus ‘ngotot’ untuk mendirikan negara Islam?

    Saya adalah orang awam, dan menurut nalar orang awam seperti saya, dibanding kita menguras tenaga untuk melawan arus dengan mendirikan Negara Islam Indonesia, lebih baik kita manfaatkan energi itu untuk membangun umat Islam di negara ini, dengan mendidik mereka misalnya

    Mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam,
    Anda dapat bayangkan apabila jumlah itu dapat dimaksimalkan,
    Dengan usaha seperti itu, Indonesia mungkin tetap tidak akan menjadi negara Islam, tapi Indonesia mampu menjadi negara yang Islami, bermartabat dan bermoral.

    Mohon Reply-nya

  • 21. abu ihza  |  Agustus 26, 2009 pukul 6:26 pm

    Insya Allah bila kita mengkaji islam yang benar, dan mampu melaksankan Hukum islam dengan kaffah? siapkah kita melaksanakannya?? kita tidak melihat bajunya! tapi manusia-manusianya adakah keiinginan melaksankan Islam itu secara kaffah !! Dan maukah kita melaksanakan hukum Allah?? dalam kehidupan kita???

  • 22. jay  |  September 22, 2009 pukul 10:18 am

    semoga Allah memaafkan atas kehillapannya,salam buat semua yg masih konsisten

  • 23. Entor  |  Februari 26, 2010 pukul 9:26 am

    Saya kira kita tidak perlu heran terhadap “tidak terwariskannya semangat jihad” terhadap anaknya. Allah SWT juga memberi contoh putra Nuh a.s. tidak mau mengikutinya, padahal pada saat itu ayahnya masih hidup.

  • 24. seyulieang  |  Februari 26, 2010 pukul 12:29 pm

    Saudara Sarjono-Kartosuwiryo menunjukkan kepada kita tentang paket keselamatan dunia-akherat, yang dipilihnya. Sbb: ,,Paket saya adalah paket yang minimal tapi kaffah. Ketika semua persyaratannya sudah kaffah, suatu dosa kalau kita tidak melakukannya,,

    Kemudian kemauan Saudara2 NIIZ, menawarkan kaffah versi NIIZ. Sebelum futuh terjadi, pelaksanaan kaffah ditunda dulu. Shalat, puasa, (pokoknya yang tidak ber-uang) ditinggalkan dulu. Yang harus diperjuangkan adalah yang ada uangnya. Karena alasannya negara butuh uang. Negara apa?? gundulmu?? kan belum futuh???

    Bedanya dimana? Yang satu telah melaksanakan Islam secara kaffah dengan memanfaatkan persyaratan yang telah tersedia. Sedangkan yang versi NIIZ, gak urusan dengan kaffah tapi yang penting setor duit. Sdr Sarjono bertaqwa, tapi NIIZ berjuang menipu orangtua.

    Persamaannya dimana? Tak ada yang sama, kalaupun ada hanyalah kata kaffah yang diperjuangkan. Tapi justru disitulah beda jauhnya. Bagi Sdr Sarjono kaffah adalah kesempatan yang segera dimanfaatkan. Lihatlah kaffah versi NIZZ, kemana Islam kamu kejar semakin jauh, setelah shalat kamu tingggalkan.

    Para NIIZ kecewa setelah ternyata Putra sang imam yang namanya sering disebutkan ternyata tak dapat dipakai sebagai simbol dalam perjuangannya. Melengkapi dengan contoh Nabi NUH dan putranya. Padahal putra Nabi Nuh menolak ajakan orangtuanya. Beda dengan saudara kita Bp. Sarjono. Dia memenuhi pesan (maklumat Imam NII). ,,Akhirnya, gerakan itu berakhir pada 1962 dengan keluarnya Maklumat Imam,,

    Hai para aktivis NIIZ !!!, perjuanganmu itu telah disalahartikan, dan dibelokkan untuk kepentingan yang bukan Islami. Tandanya apa?? Perjuangannya telah keluar dari garis Islam. Dan semakin kamu suka dengan cara2 seperti itu, maka kamu2 akan semakin dibuat termehek-mehek. Sampai jiwa setan yang menghinggapi sanubarimu terlepas. Kapok kembali ke ortu. Hanya setan yang kerasan menunggu futuh palsu (jelas2 bohong).

    Karena itu resapilah posting yang ditulis Saudara kita Sarjono-Kartosuwiryo. Kemudian kembalilah kepada orangtuamu, kepada Islam ajaran Rasul SAW.

  • 25. hans  |  April 13, 2010 pukul 5:03 am

    wah..wah… pada repot mikirin itu y…, simple aja sih. ikuti petunjukNya klo mau selamat yaitu Al Quran dan sunah Rosul. negara hanya sebagai legalitas dunia ja. klo semua orang nurut dengan petunjukNya, toh gak kan ada perdebatan tentang negara. nabi Muhammad ja gak berpikir bakal membuat suatu negara, yang penting nurut, nanti juga terbentuk sendiri. klo mau bukti y baca ja tu Al Quran secara keseluruhan yang jelas-jelas itu bukti nyata.

  • 26. Ipay  |  Mei 5, 2010 pukul 2:11 pm

    Sebagai seorang anak pejuang sejatinya mengikuti ideologis sang ayah, jelas Imam Kartosuwiryo telah berani dengan segenap jiwa dan raganya demi tegaknya Izull Islam wal Muslimin di Bumi Indonesia, sayang jika anda sebagai anak tidak meneruskan perjuangannya, Ingat itu semua akan di serahkan pada pengadilan AKHIRAT, Allah Huakbar……. 1000x

  • 27. Daarul  |  Mei 6, 2010 pukul 3:20 pm

    Bukan berarti tidak mengikuti jejak orang tua, kondisi saja yang berbeda, dahulu bisa dilakukan dengan perang fisik dan strategi meliter tentunya, tapi kini perang sudah berubah ….perang pemikran …perang informasi, biasanya apa yang dikatakan bisa saja jawaban diplomastis, kita tidak tahu pada hatinya yang paling dalam, saya hanya berprasangka baik, bukan berarti tidak sepemikiran cuma teramat hati-hati menjawabnya, supaya tidak ada campur aduk antara para MUJAHID NII shabiqunal awalun dengan NII yang dikumandangkan KW IX, karena musuh-musuh Daarul Islam sangat licik penuh tipu daya, dengan cara apapun dilakukannya untuk mengecoh kaum muslimin, ini terbukti kaum muslimin bingung mana pemimpin NII yang diberi amanah secara sah, karena yang ada NII pimpinan PANJI GUMILANG yang bermarkas di AL-ZAYTUN, semua orang sudah tahu itu NII KW IX, tapi kok kenapa aparat negeri ini tutup mata, nah ada apa dengan KW IX yang getol mengkafirkan orang cuma gak mau bai’at ala NII, semua orang kafir…baru dikatakan ber Iman kalau sudah berbai’at ala NII, ya… begitulah kira2, silahkan benar dan tidaknya bisa kita pilih (kenapa saya bisa berkata demikian, saya pernah aktif di KW IX tahun 1992), sekarang saya mau menjernihkan hati dan pemikiran untuk kembali kepada garis perjuangan yang benar sesuai dangan cita-cita awal, kita semua punya hak yang sama dalam meniti jalan menuju cita-cita tegaknya Daulah islamiyah dengan cara apapun asal tidak menyuipang dengan Tuntunan Al Qur’an dan Sunnah Rassulullah SAW.

  • 28. Daarul  |  Mei 6, 2010 pukul 3:21 pm

    Bukan berarti tidak mengikuti jejak orang tua, kondisi saja yang berbeda, dahulu bisa dilakukan dengan perang fisik dan strategi meliter tentunya, tapi kini perang sudah berubah ….perang pemikran …perang informasi, biasanya apa yang dikatakan bisa saja jawaban diplomastis, kita tidak tahu pada hatinya yang paling dalam, saya hanya berprasangka baik, bukan berarti tidak sepemikiran cuma teramat hati-hati menjawabnya, supaya tidak ada campur aduk antara para MUJAHID NII shabiqunal awalun dengan NII yang dikumandangkan KW IX, karena musuh-musuh Daarul Islam sangat licik penuh tipu daya, dengan cara apapun dilakukannya untuk mengecoh kaum muslimin, ini terbukti kaum muslimin bingung mana pemimpin NII yang diberi amanah secara sah, karena yang ada NII pimpinan PANJI GUMILANG yang bermarkas di AL-ZAYTUN, semua orang sudah tahu itu NII KW IX, tapi kok kenapa aparat negeri ini tutup mata, nah ada apa dengan KW IX yang getol mengkafirkan orang cuma gak mau bai’at ala NII, semua orang kafir…baru dikatakan ber Iman kalau sudah berbai’at ala NII, ya… begitulah kira2, silahkan benar dan tidaknya bisa kita pilih (kenapa saya bisa berkata demikian, saya pernah aktif di KW IX tahun 1992), sekarang saya mau menjernihkan hati dan pemikiran untuk kembali kepada garis perjuangan yang benar sesuai dangan cita-cita awal, kita semua punya hak yang sama dalam meniti jalan menuju cita-cita tegaknya Daulah islamiyah dengan cara apapun asal tidak menyuipang dengan Tuntunan Al Qur’an dan Sunnah Rassulullah. Wallahua’lam…

  • 29. maysanti  |  Juli 27, 2010 pukul 9:53 am

    @ lucu……………..sekuler…munafiqin………..U sarjono yg ngaku anaknya kartosuwiryo………..ternyata….penjilat sekuler….

  • 30. bahtiar  |  Agustus 15, 2010 pukul 8:56 am

    Selamat datang, di Pusat Rehabilitasi Korban Teroris kepada Bapak atau Ibu yang mengetahui anaknya mengikuti kegiatan Gerombolan Teroris NII NKA KW9 (Indonesia) atau Gerakan Pemuda Kahfi (Malaysia). Website ini ada untuk membantu Bapak atau Ibu menyadarkan dari kegiatan Gerombolan Teroris tersebut.
    Caranya mudah dan bisa dipraktekkan secara langsung, cukup baca satu atau dua tulisan saja, maka Bapak dan Ibu sudah bisa menyimpulkan motif apa dibalik Gerombolan Teroris NII NKA KW 9 atau Pemuda Kahfi dan langkah-langkah apa yang harus segera dilakukan untuk menyadarkannya.
    Bila membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di :
    Telpon / SMS : +62 8132 8484 289
    E-mail : bahtiar@gmail.com
    Identitas Bapak Ibu kami rahasiakan, karena kami juga pernah mengalami hal demikian.

  • 31. jurdi(jujur diri)  |  Desember 24, 2010 pukul 6:07 am

    Assalammu alaikum wahai saudaraku sbangsa dan stanah air 1NKRI.Spanjang perjalananku pelajari Islam yg menurut mereka agama rahmatan lil alamin,agama yg bnyk mengajarkan ahlak rosul saw,jd ahlak kepribadian bg pengikutnya,ahlak yaitu mengatur individu ntuk menjalankan ajaran ahlak yg terkandun dlm al’quran jd hukum sara,bicara ahlak berarti bicara kepribadian,mana letak kebaikan itu ditmpatkan pd sisi ahlak tadi,skarang mereka gembar-gemborkan soal kebaikan yg terkandung dlm islam tp ahlak kepribadiannya tdk mencerminkan ahlak td apakah itu MUNAFIQ namanya,orng islam yg berahlak dia tdk mau terlihat,baik luar maupun dlm dan tdk bercorak aneka rupa,tdk sperti kalian,jgn mengatas namakan blz dendam jika ingin brbuat baik,islam penuh toleransi,tdk sperti kalian yg memaksakan kehendak demi kepentingan orang2 arab yg licik,mereka caci-maki rakyat dan bangsa ini atas nama allah,mereka jd kan tameng kekuasaan nya jg rakyat dan bangsa ini krn mayoritas muslim,yg mereka manfaatkan ntuk keuntungan pribadi dan kepentingan bangsa arab pun rakyat dan bangsa Indonesia,krn kebodohan rakyat Indonesia yg sdh ditutup akal sehat nya dan hati nurani nya sbg bangsa yg utuh dr garis kebinekaan yg tunggal Pancasila itu sendiri,apakah itu bkn bentuk dr penjajahan,kalian teriak soal islam krn sdh didoktrin ntuk itu,demi kepentingan arab dan kalian yg mengambil keuntungan pribadi tp atas nama tuhan atau allah bg bahasa kalian orng2 yg kalah pd perang salib,kalian msk ke Indonesia ntuk mencari dukungan,mencari modal,demi kepentingan2 kekuasaan melalui agama.Bangsaku rakyatku dan saudara2ku di negri tercinta ini terlalu lama dibodohi oleh kaum penjajah.Hal inilah yg dimanfaatkan oleh orng2 yg tergabung dlm DI/TII,krn mereka tlah menanda tangani kontrak politik dgn Almarhum SMK dan kroni2nya untuk menjdikan negara kd 2nya Arab.Mereka sperti benalu k’lo pohon yg dihinggapinya blum mati dia ga akan pergi.hahahahaha…..buka mata hati dan akal kalian yg tertutup baju koko dan sorban nye orng arab.sampe kpnpun negara islam ini tdk akan berdiri krn ini smua propaganda Yahudi yg tergolong dlm 1 kesatuan dr kapitalis borjuis,tanpa disadarinya mrka brjalan kepalsuan.Pikirin deh sndiri….

  • 32. aing thea pikiraneun...  |  Desember 24, 2010 pukul 7:24 am

    woi orang islam ko maksain,islam katanya ga boleh maksain kehendak,lagian islam cuma diiming2in sorga-neraka yg nti blum pasti ada pa kagak,skarang pada triak soal jihad lg,coba anda pikirkan brapa bnyk kasus yg terjadi yg menimpa bangsa ini dinegrh arab,negri yg diagung2kan oleh mayoritas bangsa ini,apa itu cerminan islam agama rahmatan lill alamin,apa itu cermin agama yg bnyk menjanjikan surga ketika syi’ar dimana2,bkn syi’ar tp pembodohan hakiki,dr hakikat agama itu sndiri,krn islam bicara tentang hakikat hidup yg dihidupkan didiri pribadinya,diluar itu smua adalah nasrani yg ditekan pd ajaran keyakinannya saja.skarang dimana letak islam diantara keyakinan dan hakikat tadi jika anda mengaku orng islam.mampu anda mengislamkan antara keyakinan dihakikat dan hakikat dikeyakinan dlm islam rahmatan alamin itu sndiri baru islam itu islam madinah,islam itu berdasarkan kepastian,kepastian siapa ? Kepastian yg hidup dong tolol..! Yg hidup bisa memastikan ga keislamannye yg atas nama allah dan atas nama individu.Mana islam yg atas nama allah diindividu serta islam yg atas nama individu diatas nama allah.Mana letak keyakinan islam dihakikat agama dan letak hakikat islam dikeyakinan agama.dimana letak dalil yg mengatakan ”Tlah aku sempurnakan Hai Muhammad agamamu islam.Sudah sempurnakah agama2 kalian diagama Muhammad itu yg islam.jika memang kalian ngaku sdh islam,beragama islam,dan berprilaku islam.dimana letak keislaman agama,jgn cuma berkoar k’lo ga ngerti,ga tahu islam itu apa,allah apa dan siapa,agama apa siapa yg mendirikan agama,islam didirikan oleh siapa dan apa yg didirikan serta yg mendirikannya,dimana tmpat mendirikan agama supaya islam,bagaimana mendirikan islam agar beragama bkn supaya jd agama nti akan kembali jd nasrani jika tdk mampu itu smua,makanya dirukun islam yg ke 5.Munggah haji jika mampu. K’lo blum mampu yg blum islam dong,masa maksain sih islamnye. Deh ye pikirin dah baek2 jd biar jgn pd bertikai trus ye mang lo pada ga cape ape perang mulu dr zaman kiplik ampe wayah gini,mereka yg main dibalik lyr mah enak bangsa gw rakyat gw nih yg dijadiin alat ama mereka.gw tiap hari aje cape perang ma hawe nafsu.Udeh tu2p aje tuh sejarah masa lalu.ga da maju2nye negare kite trus2an dirong2 ame masa lalu

  • 33. sampeu(alias sinkong)  |  Desember 25, 2010 pukul 10:55 am

    Sampe botak sariawan jg ga ada negara islam,tp islam nye negara yg diislamin.orng’e dahulu yg islam ape negara dahulu yg islam,islam nye negara krn rkyatnye yg islam.Allahnye blum pd islam mau islamin orng ma negara lg,ente smue pd ketinggian hayalan’e.mengharap sorga neraka,emangnye allah pikirin ente yg pade mabok sorga ame nerake,gmane mau msk sorganye allah k’lo msh pade caci-maki orng yg menurut kalian orng kafir krn ga mau ikutin aliran atau ajaran ente.hps aja mimpi kalian yg mau bentuk negara islam kalian smua biang munafiq,yg bgitu mau dianut tp maksa biar jd panutan tp prilaku nye kaya iblis,menghasut,mengumpat,mencaci maki,menghujat pake bawa2 nama allah lg,ente adalah Dajjal yg berkedok agama,kalian sengaja mempropaganda,memprovokasi kedamaian dan ketentraman khalayak yg mendambakan hidup tentram dibumi tercinta Indonesia.k’lo memang kalian merasa dah dijamin kan surga oleh allah kenapa tdk buru2 mati aja,agar kalian cpt dptkan hdp yg abadi dr skarang,sebelum sia2 dan merugikan orang lain krna ego2 kalian yg anarkis.NKRI HARGA MATI ntuk bumi tercinta ini PANCASILA DASAR Kehidupan yg akan kuselamatkan dan kuperjuangkan,ALQuran bkn doktrin tg pengingat agar tdk salah.alpa,lalai dan khilap,k’lo emang petunjuk manusia,manusia sperti kalian yg hrs diberi petunjuk agar lebih toleransi terhadap orang lain,agar bisa menghormati ajaran2 yg lain bkn maksain supaya ikutin itu menjajah namanya.skian assalamu alaikum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 456,467 hits
April 2007
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Flickr Photos

Pacific Clave Plays Banten

Pacific Clave Plays Banten

Pacific Clave Plays Banten

Pacific Clave Plays Banten

Pacific Clave Plays Banten

Konsultasi Syariah Islam 7

Sedekah Harian Bantu Pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Hidayatul Islam

Syal komputer syal travel

Syal persib

TEMPAT KONVEKSI BIKIN SYAL RAJUT  MANUAL DIGITAL/KOMPUTER

More Photos

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: