Archive for April, 2007
NKA Zaytun – NII Hitam
SOLUSI UTAMA BAGI KAUM MUSLIM UNTUK MEMERANGI GERAKAN PEMBODOHAN AGAMA ATAU ALIRAN SESAT INI ADALAH DENGAN MEMPERBANYAK PENGETAHUAN KITA MENGENAI AGAMA DAN MEMBACA SERTA MEMAHAMI (DARI TARJAMAHAN) AL QURAN SEHINGGA DENGAN CEPAT KITA MENYADARI JIKA SESEORANG SEDANG MELAKUKAN PEMBODOHAN TERHADAP KITA DENGAN DALIH AGAMA.
selengkapnya klik [sini]
Add comment April 27, 2007
NKA Zaytun – NII Hitam
SOLUSI UTAMA BAGI KAUM MUSLIM UNTUK MEMERANGI GERAKAN PEMBODOHAN AGAMA ATAU ALIRAN SESAT INI ADALAH DENGAN MEMPERBANYAK PENGETAHUAN KITA MENGENAI AGAMA DAN MEMBACA SERTA MEMAHAMI (DARI TARJAMAHAN) AL QURAN SEHINGGA DENGAN CEPAT KITA MENYADARI JIKA SESEORANG SEDANG MELAKUKAN PEMBODOHAN TERHADAP KITA DENGAN DALIH AGAMA.
selengkapnya klik [sini]
Add comment April 27, 2007
UNDIP SARANG NII KW 9
Kali pertama saya mendengar pengakuan dari Ema, mahasiswa semester IV di Fakultas Sastra Universitas Diponegoro. Suatu kali ia diajak seorang temannya bernama Ratih untuk membeli flash disk di Java Supermall, salah satu mall terbesar di kota Semarang. Teman Ema itu bilang, ada pameran komputer di sana. Tanpa curiga, Ema menerima ajakannya.
Sesampainya di Java Supermall Ema diperkenalkan dengan teman Ratih yang secara tak sengaja bertemu dengan mereka. Beberapa saat mereka terlibat perbincangan. Tak lama kemudian datang dua orang teman Ratih. Salah satunya adalah teman lama Ratih di SMA. Salah seorang dari kedua teman Ratih itu kemudian bilang, hendak memperkenalkan Ratih dan Ema dengan seorang teman dari Jakarta. Namanya Wawan. Wawan ini telah beberapa kali mengikuti seminar tentang Islam hingga ke Malaysia. Tak lama kemudian datanglah orang yang dimaksud.
“Nah, mumpung lagi ketemu sama mas Wawan gimana kalau kita ngobrol sebentar. Soalnya dia banyak pengalaman. Sayangkan kalau kesempatan ini dilewatkan,” kata teman Ratih yang baru saja dikenalkan kepada Ema itu.
Mereka menuju ke restoran siap saji Mc Donald. Di sini Wawan menyampaikan pengalamannya selama mengikuti seminar tentang islam di beberapa tempat di tanah air hingga ke luar negeri.
“Anda muslim? Apa yang anda banggakan dari negara Indonesia ini?” Wawan membuka diskusi.
Menurut Wawan negara Indonesia bukan negara yang ideal bagi umat muslim. Produk-produk hukum yang ada bukan merupakan hukum Islam. Sebagai muslim yang taat, maka kita perlu menegakkan syariat Islam. Satu-satunya yakni dengan membentuk negara Islam. Untuk itu, kita perlu melakukan jihad menjadikan negara Indonesia sebagai negara Islam.
Wawan memberikan penjelasan dengan penuh semangat. Kata Ema, seperti orang yang tengah mempresentasikan bisnis MLM. Sesekali ia membuka Al Qur’an berukuran saku dan membacakan dalil-dalil untuk mendukung argumentasinya.
Dikatakan Wawan jika kita sepakat, maka kita perlu berjihad. Berjihad secara total, tidak setengah-setengah. Rela memberikan apa yang kita cintai untuk berjuang di jalan Allah.
“Sekarang, berapa kemampuan anda untuk bershodaqoh di jalan Alloh,” tanya Wawan.
“Tiga juta,” jawab salah seorang.
“Tujuh juta,” jawab lainnya.
Kini giliran Ema. Ia masih terdiam. Ia tak membawa uang sebesar itu.
“Sekarang, barang apa yang paling anda cintai. Jika anda mengaku sebagai umat muslim, maka kapanpun harus bersedia menyedekahkan untuk di jalan Alloh,” tanya Wawan lagi.
“Radio. Salah satu barang milik saya yang saya sukai adalah radio,” jawab Ema dengan lugu.
Tapi jawaban Ema itu dimentahkan oleh Wawamn. Menurutnya radio bukan barang yang layak untuk sedekah, selain barang itu kini tak ada di tangan Ema, nilai nominal radio relatif rendah. “Yang sekarang anda bawa?” tanya Wawan lagi.
Ema merasa terpojok. Satu-satunya barang yang dibawanya, yang paling disukainya, tak lain adalah Hand Phone Nokia N-Gage. Tapi dia berat untuk melepaskannya. Ini handphone satu-satunya.
“Handphone,” jawab Ema, setengah terpaksa.
“Tapi, handphone ini bukan milik saya. Ini punya kakak saya. Ia yang membelinya. Saya harus minta ijin dulu kepada kakak saya,” jawabnya memberi alasan. Sebenarnya ia tak rela jika harus memberikan handphone itu, entah untuk jihad di jalan tuhan. Maka ia sebisa mungkin mencari alasan.
“Tidak, kalau anda mau sodaqoh tak boleh ditunda-tunda. Harus segera,” jawab Wawan. Ia kemudian membacakan dalil yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad bersedekah dengan memberikan harta miliknya yang sebenarnya sangat disayangi.
Maka, dengan berat hati Ema pun menyerahkan Handphone itu. Salah seorang mengatakan Handphone itu akan digadaikan. Uangnya nanti akan digunakan untuk keperluan jihad di jalan Alloh. Beberapa saat kemudian, kurang dari 15 menit, seorang yang menggadaikan handphone itu kembali. Katanya, sudah beres. Eva mulai curiga, “kok secepat itu,” pikirnya.
“Sekarang, anda harus segera membersihkan diri. Saya ajak anda untuk hijrah,” kata Wawan. Hijrah kemana? Ke suatu tempat, di sana Ema akan dibersihkan diri. Hmm….
“Tapi saya harus pulang ke kos dulu. Saya belum bawa apa-apa. Saya perlu persiapan,” kata Ema.
Lagi-lagi jawaban Ema ditolak. Dikatakan, jika hendak bertaubat maka harus dilaksanakan dengan segera, tak boleh ditunda-tunda. Anjuran hijrah ini katanya seperti yang dilakukan oleh Rosulullah saat berhijrah dari Makkah ke Madinah.
Salah seorang bilang kepada Ema jika dirinya akan diajak pergi ke Jakarta. Dari Java Supermall mereka kemudian mereka menuju ke stasiun kereta api Poncol. Sore menjelang maghrib mereka tiba di stasiun. Mereka memesan tiket kereta yang berangkat pukul 18.00, tapi rupanya tiket yang dimaksud sudah habis dipesan. Jam keberangkatan selanjutnya sekitar pukul 21.00. Artrinya mereka masih harus menunggu beberapa jam lagi.
Ema merasa ada yang tak beres. Ia meminjam handphone Ratih untuk menghubungi pacarnya. Selang beberapa menit kemudian sang pacar menelponnya dengan nada marah-marah setelah mengetahui Ema hendak pegi ke Jakarta. Tak lama kemudian sang pacar datang ke stasiun menemui Ema dan memarahinya. Ema diajaknya pulang. Teman Ema dan orang yang hendak mengajaknya ke Jakarta itu kabur entah kemana.
****
Mendengar cerita Ema itu, saya mulai curiga, ada yang tak beres dengan “gerakan jihad” yang hendak membawa Ema ke Jakarta itu. Pertama, ajakan itu terkesan memaksa. Kemudian, konsep shodaqoh itu saya artikan sebagai pemerasan. Lantas, jihad macam apa itu?
Saya menduga Ratih telah menyusun skenario untuk mempertemukan Ema dengan teman-temannya. Mulanya mengajak untuk membeli flash disk, di tempat yang dimaksud sudah disiapkan teman-teman yang akan memberikan presentasi kepada Ema tentang konsep Khilafah Islamiyah(Negara Islam). Ini jelas cara yang picik, licik, yang dipakai untuk sebuah tujuan berjuang di jalan kebenaran.
“Apa kamu tertarik dengan konsep negara Islam,” tanya saya kepada Ema.
“Saya penasaran, saya ingin tahu,” jawab Ema, mahasiswa yang masih lugu soal wacana Islam ini.
Saya katakan, apa perlunya mendirikan negara Islam. Apakah untuk menjadi seorang muslim kita harus hidup di negara Islam. Apa di Indonesia sekarang muslim tak bisa menjalankan sholat, tak bisa melakukan ibadah?
Saya ajak dia kembali mengenang sejarah masuknya agama Islam ke tanah air. Waktu itu agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Arab. Mereka menyebarkan Islam di daerah-daerah yang disinggahinya. Setahap demi setahap, agama Islam mulai berkembang di daerah pesisir. Sementara itu, di daerah lain, daerah perkotaan, pegunungan, yang belum dijamah oleh para pedagang Arab itu masih banyak yang memeluk kepercayaan Hindu-Budha.
“Kau ingat bagaimana Wali Songo memperkenalkan agama Islam kepada masyarakat Jawa. Masyarakat yang menurut Cliffort Geertz dibedakan ke dalam tiga golongan: Santri, Abangan, dan Priyayi,” tanya saya kepada Ema.
Dalam menyebarkan agama Islam Wali Songo, terutama yang dimotori oleh Sunan Kalijaga menggunakan cara-cara yang begitu lentur, melalui pendekatan budaya dan kesenian. Ia menggunakan kesenian wayang untuk menyebarkan agam Islam. Tokoh-tokoh perwayangan yang sebelumnya dikenalkan dalam kebudayaan Hindu-Budha itu, diganti dengan tokoh-tokoh yang ada di sejarah islam. Kalijaga tak hendak membuang budaya yang selama ini telah melekat di masyarakat Jawa itu dengan menggantikannya dengan syariat Islam. Ia memakai cara-cara yang lunak, menyusupi budaya lama itu dengan nilai-nilai Islam. Ibarat tempurung, ia tak memecah tempurung itu, tapi ia cuma membuang isinya, dan mengisinya kembali dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.
Dengan pemahaman Islam ala Sunan Kaljaga itu, menjadi Islam tak harus dengan menggunakan aturan-aturan yang saklek seperti di Arab, seperti yang tertulis di Al Qur’an. Agama Islam di Indonesia tak harus seperti yang ada di Arab. Agama mengenal budaya, agama bukan milik satu masyarakat berdasar letak geografis, tapi agama bisa masuk ke jenis masyarakat dengan jenis kultur dan budaya apapaun. Dan siapapun bisa menjadi Islam, termasuk orang Jawa yang masih percaya terhadap sedekah laut, misalnya.
****
Siapa teman yang mengajak Ema untuk menjadi jemaah yang hendak mendirikan negara Islam itu?
Saya terkejut bukan main mengetahui bahwa orang yang mengajaknya adalah orang yang saya kenal. Yunior saya, yang saya kenal memiliki latar belakang pesantren, dan beberapa kali terlibat diskusi soal pluralisme. Dan ternyata tak cuma Ema, masih ada korban-korban lainnya, Fauzi, Fani, Fatima, yang diantaranya sudah ada yang telah terlibat lebih jauh, telah dibawa ke Jakarta untuk dibersihkan. Modus yang dipakai hampir sama, dari mereka membuat janji bertemu di toko buku, di rumah makan; kemudian dikenalkan kepada teman; bershodaqoh alias memeras; diajak hijrah ke Jakarta; dicuci otak dan sepulangnya menjadi tertutup, sering menghilang dan lain-lain.
Dari korban bernama Fani saya dapat cerita bagaimana dia sampai di Jakarta ( (tapi belum bisa dipastikan, apakah benar di Jakarta. Cuma waktu itu korban menumpang kereta juruasan Jakarta, kemudian dijemput mobil, entah dibawa ke mana). Ia bersama Adi, diduga pemain lebih dulu yang mengajak Ratih, menumpang kereta kelas ekonomi. Ia berangkat dari Semarang lepas pukul 24.00. Tiba di Jakarta menjelang subuh. Seturun dari kereta ia dijemput sebuah mobil. Ia diminta menutup mata hingga sampai di tempat tujuan. Tibalah ia di suatu ruangan tertutup. Di sana ia “dicuci-otaknya”.
Dari Fani pula saya tahu gerakan Islam itu dinamai NKA (Negara Karunia Allah), kadar keislaman dan ubudiyah mereka. Mereka menafsir ayat-ayat Al Qur’an secara sepotong-potong untuk kepentingan mereka. Bahkan mereka tampak tak mengusai ilmu tafsir. Bani Israil dikatakan berasal dari kata Bani yang berarti anak, Isra+lail yang berarti perjalanan malam. Bagi anda yang mengetahui ilmu tafsir, pasti akan tertawa dengan penafsiran jemaah NKA ini.
Anggota Jemaah NKA yang mengaku hendak mendirikan Negera Islam itu dalam ubudiyahnya ternyata tak melakukan syariat Islam. Sepulang dari Jakarta, tempat yang disebutnya sebagai tempat hijrah mensucikan diri, Fani diajak ke satu tempat, yang saya duga di daerah Semarang atas, tepatnya Ngesrep yang terletak tak jauh dari Kampus Undip Tembalang. Entah atas pengaruh apa, Fani waktu itu yang diminta menutup mata ketika diboncengkan motor tak mencoba untuk mencari tahu hendak ke mana dia dibawa pergi. Ia tak mencoba membuka mata untuk mencari tahu. Apa mungkin ada pengaruh magis?
Setiba di suatu tempat, yang mirip tempat kos, dia bertemu dengan beberapa perempuan yang semuanya tak mengenakan Jilbab. Dia bertanya, kenapa tak mengenakan jilbab. Dijawab, mereka yang sedang berjihad tak diwajibkan memakai Jilbab. Begitu pula, ketika Fani bertanya kenapa mereka tak Sholat, dijawab orang yang lagi berjihad sholatnya sudah ditanggung oleh Imam. Kita ini lagi dalam kondisi darurat, seperti perang, kata lainnya. Baru setelah berhasil mendirikan Negara Islam, kita wajib menjalankan syariat Islam. Tak jauh dari kos perempuan itu, selang 100-an meter Fani dibawa ke tempat kos pria.
Apakah anda bisa menerima alasan itu, apakah alasan itu masuk akal?
Imam, siapa imam mereka. Kondisi darurat perang, perang melawan siapa. Jihad, jihad untuk apa?
Saya cemas, saya tak rela membiarkan kejadian ini berlarut-larut. Saya tak ikhlas menyaksikan korban-korban berjatuhan atas dasar mendirikan negera Islam dan berjihad di jalan Allah. Bagi saya, itu alasan politis, alasan yang sangat tolol, pemerasan, pendangkalan ajaran agama!
Dari cerita beberapa teman di kampus, dua orang yang kini diduga telah menjadi bagian dari jemaah Negara Islam, yang disebutnya Negara Karunia Alloh (NKA) itu kini dalam kesehariannya menjadi aneh. Ia menjadi tertutup. Beberapakali mereka menghilang, tak menampakkan batang-hidungnya di kampus. Padahal sebelumnya mereka tak seperti itu.
Suatu hari saya merencanakan skenario untuk menjebak dua orang itu. Saya minta salah seorang korban untuk membuat janji bertemu di kampus. Saya ingin mengajaknya diskusi. Tanpa rencana seperti ini, sulit bagi saya untuk bisa bertemu dengannya. Jam terbangnya sekarang sudah cukup tinggi. Ia cuma sesekali nongol di kampus. Itupun saya duga untuk mencari mangsa baru.
Saat Adi sedang menunggu korban, saya menghampirinya. Saya pura-pura tak tahu. Saya ajak ngobrol hal remeh-temeh. Kemana saja kok jarang keliahatan. Gimana kabarnya. Saya singgung-singgung soal kondisi di Indonesia yang belakangan bermunculan gerakan-gerakan fundamentalisme Islam. Baru kemudian, saya minta dia untuk memberikan pengakuan atas apa yang dia lakukan selama ini.
Tapi, dia tak mau mengakuinya. Dia terus berkelit, kendati sudah ketangkap basah.
“Oke, kamu tak mau mengakuinya, tak masalah. Kukira kau saat ini sedang punya masalah. Jangan anggap aku ini musuhmu. Aku tetap menganggapmu sebagai teman, sebagai adikku. Kapanpun kau akan mengajak diskusi, aku siap. Kapanpun kau butuh perlindungan, aku siap bahkan untuk menggerakkan semua teman-teman di kampus untuk melindungimu,” kataku kepada Adi.
Saya berkata demikian, karena saya merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Dia memang tampak begitu tenang. Bisa saja dia sudah dicuci otaknya, sehingga seolah-olah ia tak sadar dengan apa yang dilakukannya kini. Atau sebenarnya dia sadar, tapi dia takut untuk keluar dari komunitas itu, karena ancaman yang mengerikan. Saya bisa menyimpulkan ini dari beberapa korban yang telah memberikan pengakuan kepada saya. Waktu itu mereka ketakutan karena sudah terlanjur memberikan biodata lengkap, termasuk nama orang tua dan alamat rumahnya. Beberapa kali para korban itu menerima SMS dari anggota NKA. Korban diminta untuk tetap berkomunikasi dan tetap menjaga rahasia. Adakah ancaman yang mengerikan jika korban membuka rahasia itu ke orang di luar kumintas NKA? Mungkin saja!
Dari pengakuan Ema dan para korban lainnya, serta modus-modus yang digunakan oleh orang-orang yang hendak mengajak korban, saya menduga mereka yang menamakan aktivis NKA itu tak jauh beda dengan jemaah Negara Islam Indonesia (NII) yang telah meresahkan banyak orang. Dari penelusuran di internet, ternyata sudah banyak korban semacam Ema dengan modus yang sama. Sudah banyak laporan dari keluarga korban ke pihak kepolisian. Lalu kenapa sindikasi ini hingga kini masih terus berkembang? Ada dugaan kuat, NII ini punya backing inteljen ataupun TNI. Silakan baca di sini. ****
Catatan:
1 Beberapa nama (Ema, Fani, Ratih, Fatima) adalah bukan nama sebenarnya. Penggunaan nama samaran ini sengaja ditulis demi keamanan narasumber yang masih berstatus mahasiswa. Selain juga akan adanya intimidasi dari anggota NKA/NII karena telah membocorkan rahasia.
2 Saya menggunakan istilah “korban” bagi mereka yang diajak bergabung dengan NKA atau NII atas pertimbangan ajaran yang tidak masuk akal yang diajarkan oleh organisasi itu, yang menurut saya menyesatkan.
Add comment April 26, 2007
UNDIP SARANG NII KW 9
Kali pertama saya mendengar pengakuan dari Ema, mahasiswa semester IV di Fakultas Sastra Universitas Diponegoro. Suatu kali ia diajak seorang temannya bernama Ratih untuk membeli flash disk di Java Supermall, salah satu mall terbesar di kota Semarang. Teman Ema itu bilang, ada pameran komputer di sana. Tanpa curiga, Ema menerima ajakannya.
Sesampainya di Java Supermall Ema diperkenalkan dengan teman Ratih yang secara tak sengaja bertemu dengan mereka. Beberapa saat mereka terlibat perbincangan. Tak lama kemudian datang dua orang teman Ratih. Salah satunya adalah teman lama Ratih di SMA. Salah seorang dari kedua teman Ratih itu kemudian bilang, hendak memperkenalkan Ratih dan Ema dengan seorang teman dari Jakarta. Namanya Wawan. Wawan ini telah beberapa kali mengikuti seminar tentang Islam hingga ke Malaysia. Tak lama kemudian datanglah orang yang dimaksud.
“Nah, mumpung lagi ketemu sama mas Wawan gimana kalau kita ngobrol sebentar. Soalnya dia banyak pengalaman. Sayangkan kalau kesempatan ini dilewatkan,” kata teman Ratih yang baru saja dikenalkan kepada Ema itu.
Mereka menuju ke restoran siap saji Mc Donald. Di sini Wawan menyampaikan pengalamannya selama mengikuti seminar tentang islam di beberapa tempat di tanah air hingga ke luar negeri.
“Anda muslim? Apa yang anda banggakan dari negara Indonesia ini?” Wawan membuka diskusi.
Menurut Wawan negara Indonesia bukan negara yang ideal bagi umat muslim. Produk-produk hukum yang ada bukan merupakan hukum Islam. Sebagai muslim yang taat, maka kita perlu menegakkan syariat Islam. Satu-satunya yakni dengan membentuk negara Islam. Untuk itu, kita perlu melakukan jihad menjadikan negara Indonesia sebagai negara Islam.
Wawan memberikan penjelasan dengan penuh semangat. Kata Ema, seperti orang yang tengah mempresentasikan bisnis MLM. Sesekali ia membuka Al Qur’an berukuran saku dan membacakan dalil-dalil untuk mendukung argumentasinya.
Dikatakan Wawan jika kita sepakat, maka kita perlu berjihad. Berjihad secara total, tidak setengah-setengah. Rela memberikan apa yang kita cintai untuk berjuang di jalan Allah.
“Sekarang, berapa kemampuan anda untuk bershodaqoh di jalan Alloh,” tanya Wawan.
“Tiga juta,” jawab salah seorang.
“Tujuh juta,” jawab lainnya.
Kini giliran Ema. Ia masih terdiam. Ia tak membawa uang sebesar itu.
“Sekarang, barang apa yang paling anda cintai. Jika anda mengaku sebagai umat muslim, maka kapanpun harus bersedia menyedekahkan untuk di jalan Alloh,” tanya Wawan lagi.
“Radio. Salah satu barang milik saya yang saya sukai adalah radio,” jawab Ema dengan lugu.
Tapi jawaban Ema itu dimentahkan oleh Wawamn. Menurutnya radio bukan barang yang layak untuk sedekah, selain barang itu kini tak ada di tangan Ema, nilai nominal radio relatif rendah. “Yang sekarang anda bawa?” tanya Wawan lagi.
Ema merasa terpojok. Satu-satunya barang yang dibawanya, yang paling disukainya, tak lain adalah Hand Phone Nokia N-Gage. Tapi dia berat untuk melepaskannya. Ini handphone satu-satunya.
“Handphone,” jawab Ema, setengah terpaksa.
“Tapi, handphone ini bukan milik saya. Ini punya kakak saya. Ia yang membelinya. Saya harus minta ijin dulu kepada kakak saya,” jawabnya memberi alasan. Sebenarnya ia tak rela jika harus memberikan handphone itu, entah untuk jihad di jalan tuhan. Maka ia sebisa mungkin mencari alasan.
“Tidak, kalau anda mau sodaqoh tak boleh ditunda-tunda. Harus segera,” jawab Wawan. Ia kemudian membacakan dalil yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad bersedekah dengan memberikan harta miliknya yang sebenarnya sangat disayangi.
Maka, dengan berat hati Ema pun menyerahkan Handphone itu. Salah seorang mengatakan Handphone itu akan digadaikan. Uangnya nanti akan digunakan untuk keperluan jihad di jalan Alloh. Beberapa saat kemudian, kurang dari 15 menit, seorang yang menggadaikan handphone itu kembali. Katanya, sudah beres. Eva mulai curiga, “kok secepat itu,” pikirnya.
“Sekarang, anda harus segera membersihkan diri. Saya ajak anda untuk hijrah,” kata Wawan. Hijrah kemana? Ke suatu tempat, di sana Ema akan dibersihkan diri. Hmm….
“Tapi saya harus pulang ke kos dulu. Saya belum bawa apa-apa. Saya perlu persiapan,” kata Ema.
Lagi-lagi jawaban Ema ditolak. Dikatakan, jika hendak bertaubat maka harus dilaksanakan dengan segera, tak boleh ditunda-tunda. Anjuran hijrah ini katanya seperti yang dilakukan oleh Rosulullah saat berhijrah dari Makkah ke Madinah.
Salah seorang bilang kepada Ema jika dirinya akan diajak pergi ke Jakarta. Dari Java Supermall mereka kemudian mereka menuju ke stasiun kereta api Poncol. Sore menjelang maghrib mereka tiba di stasiun. Mereka memesan tiket kereta yang berangkat pukul 18.00, tapi rupanya tiket yang dimaksud sudah habis dipesan. Jam keberangkatan selanjutnya sekitar pukul 21.00. Artrinya mereka masih harus menunggu beberapa jam lagi.
Ema merasa ada yang tak beres. Ia meminjam handphone Ratih untuk menghubungi pacarnya. Selang beberapa menit kemudian sang pacar menelponnya dengan nada marah-marah setelah mengetahui Ema hendak pegi ke Jakarta. Tak lama kemudian sang pacar datang ke stasiun menemui Ema dan memarahinya. Ema diajaknya pulang. Teman Ema dan orang yang hendak mengajaknya ke Jakarta itu kabur entah kemana.
****
Mendengar cerita Ema itu, saya mulai curiga, ada yang tak beres dengan “gerakan jihad” yang hendak membawa Ema ke Jakarta itu. Pertama, ajakan itu terkesan memaksa. Kemudian, konsep shodaqoh itu saya artikan sebagai pemerasan. Lantas, jihad macam apa itu?
Saya menduga Ratih telah menyusun skenario untuk mempertemukan Ema dengan teman-temannya. Mulanya mengajak untuk membeli flash disk, di tempat yang dimaksud sudah disiapkan teman-teman yang akan memberikan presentasi kepada Ema tentang konsep Khilafah Islamiyah(Negara Islam). Ini jelas cara yang picik, licik, yang dipakai untuk sebuah tujuan berjuang di jalan kebenaran.
“Apa kamu tertarik dengan konsep negara Islam,” tanya saya kepada Ema.
“Saya penasaran, saya ingin tahu,” jawab Ema, mahasiswa yang masih lugu soal wacana Islam ini.
Saya katakan, apa perlunya mendirikan negara Islam. Apakah untuk menjadi seorang muslim kita harus hidup di negara Islam. Apa di Indonesia sekarang muslim tak bisa menjalankan sholat, tak bisa melakukan ibadah?
Saya ajak dia kembali mengenang sejarah masuknya agama Islam ke tanah air. Waktu itu agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Arab. Mereka menyebarkan Islam di daerah-daerah yang disinggahinya. Setahap demi setahap, agama Islam mulai berkembang di daerah pesisir. Sementara itu, di daerah lain, daerah perkotaan, pegunungan, yang belum dijamah oleh para pedagang Arab itu masih banyak yang memeluk kepercayaan Hindu-Budha.
“Kau ingat bagaimana Wali Songo memperkenalkan agama Islam kepada masyarakat Jawa. Masyarakat yang menurut Cliffort Geertz dibedakan ke dalam tiga golongan: Santri, Abangan, dan Priyayi,” tanya saya kepada Ema.
Dalam menyebarkan agama Islam Wali Songo, terutama yang dimotori oleh Sunan Kalijaga menggunakan cara-cara yang begitu lentur, melalui pendekatan budaya dan kesenian. Ia menggunakan kesenian wayang untuk menyebarkan agam Islam. Tokoh-tokoh perwayangan yang sebelumnya dikenalkan dalam kebudayaan Hindu-Budha itu, diganti dengan tokoh-tokoh yang ada di sejarah islam. Kalijaga tak hendak membuang budaya yang selama ini telah melekat di masyarakat Jawa itu dengan menggantikannya dengan syariat Islam. Ia memakai cara-cara yang lunak, menyusupi budaya lama itu dengan nilai-nilai Islam. Ibarat tempurung, ia tak memecah tempurung itu, tapi ia cuma membuang isinya, dan mengisinya kembali dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.
Dengan pemahaman Islam ala Sunan Kaljaga itu, menjadi Islam tak harus dengan menggunakan aturan-aturan yang saklek seperti di Arab, seperti yang tertulis di Al Qur’an. Agama Islam di Indonesia tak harus seperti yang ada di Arab. Agama mengenal budaya, agama bukan milik satu masyarakat berdasar letak geografis, tapi agama bisa masuk ke jenis masyarakat dengan jenis kultur dan budaya apapaun. Dan siapapun bisa menjadi Islam, termasuk orang Jawa yang masih percaya terhadap sedekah laut, misalnya.
****
Siapa teman yang mengajak Ema untuk menjadi jemaah yang hendak mendirikan negara Islam itu?
Saya terkejut bukan main mengetahui bahwa orang yang mengajaknya adalah orang yang saya kenal. Yunior saya, yang saya kenal memiliki latar belakang pesantren, dan beberapa kali terlibat diskusi soal pluralisme. Dan ternyata tak cuma Ema, masih ada korban-korban lainnya, Fauzi, Fani, Fatima, yang diantaranya sudah ada yang telah terlibat lebih jauh, telah dibawa ke Jakarta untuk dibersihkan. Modus yang dipakai hampir sama, dari mereka membuat janji bertemu di toko buku, di rumah makan; kemudian dikenalkan kepada teman; bershodaqoh alias memeras; diajak hijrah ke Jakarta; dicuci otak dan sepulangnya menjadi tertutup, sering menghilang dan lain-lain.
Dari korban bernama Fani saya dapat cerita bagaimana dia sampai di Jakarta ( (tapi belum bisa dipastikan, apakah benar di Jakarta. Cuma waktu itu korban menumpang kereta juruasan Jakarta, kemudian dijemput mobil, entah dibawa ke mana). Ia bersama Adi, diduga pemain lebih dulu yang mengajak Ratih, menumpang kereta kelas ekonomi. Ia berangkat dari Semarang lepas pukul 24.00. Tiba di Jakarta menjelang subuh. Seturun dari kereta ia dijemput sebuah mobil. Ia diminta menutup mata hingga sampai di tempat tujuan. Tibalah ia di suatu ruangan tertutup. Di sana ia “dicuci-otaknya”.
Dari Fani pula saya tahu gerakan Islam itu dinamai NKA (Negara Karunia Allah), kadar keislaman dan ubudiyah mereka. Mereka menafsir ayat-ayat Al Qur’an secara sepotong-potong untuk kepentingan mereka. Bahkan mereka tampak tak mengusai ilmu tafsir. Bani Israil dikatakan berasal dari kata Bani yang berarti anak, Isra+lail yang berarti perjalanan malam. Bagi anda yang mengetahui ilmu tafsir, pasti akan tertawa dengan penafsiran jemaah NKA ini.
Anggota Jemaah NKA yang mengaku hendak mendirikan Negera Islam itu dalam ubudiyahnya ternyata tak melakukan syariat Islam. Sepulang dari Jakarta, tempat yang disebutnya sebagai tempat hijrah mensucikan diri, Fani diajak ke satu tempat, yang saya duga di daerah Semarang atas, tepatnya Ngesrep yang terletak tak jauh dari Kampus Undip Tembalang. Entah atas pengaruh apa, Fani waktu itu yang diminta menutup mata ketika diboncengkan motor tak mencoba untuk mencari tahu hendak ke mana dia dibawa pergi. Ia tak mencoba membuka mata untuk mencari tahu. Apa mungkin ada pengaruh magis?
Setiba di suatu tempat, yang mirip tempat kos, dia bertemu dengan beberapa perempuan yang semuanya tak mengenakan Jilbab. Dia bertanya, kenapa tak mengenakan jilbab. Dijawab, mereka yang sedang berjihad tak diwajibkan memakai Jilbab. Begitu pula, ketika Fani bertanya kenapa mereka tak Sholat, dijawab orang yang lagi berjihad sholatnya sudah ditanggung oleh Imam. Kita ini lagi dalam kondisi darurat, seperti perang, kata lainnya. Baru setelah berhasil mendirikan Negara Islam, kita wajib menjalankan syariat Islam. Tak jauh dari kos perempuan itu, selang 100-an meter Fani dibawa ke tempat kos pria.
Apakah anda bisa menerima alasan itu, apakah alasan itu masuk akal?
Imam, siapa imam mereka. Kondisi darurat perang, perang melawan siapa. Jihad, jihad untuk apa?
Saya cemas, saya tak rela membiarkan kejadian ini berlarut-larut. Saya tak ikhlas menyaksikan korban-korban berjatuhan atas dasar mendirikan negera Islam dan berjihad di jalan Allah. Bagi saya, itu alasan politis, alasan yang sangat tolol, pemerasan, pendangkalan ajaran agama!
Dari cerita beberapa teman di kampus, dua orang yang kini diduga telah menjadi bagian dari jemaah Negara Islam, yang disebutnya Negara Karunia Alloh (NKA) itu kini dalam kesehariannya menjadi aneh. Ia menjadi tertutup. Beberapakali mereka menghilang, tak menampakkan batang-hidungnya di kampus. Padahal sebelumnya mereka tak seperti itu.
Suatu hari saya merencanakan skenario untuk menjebak dua orang itu. Saya minta salah seorang korban untuk membuat janji bertemu di kampus. Saya ingin mengajaknya diskusi. Tanpa rencana seperti ini, sulit bagi saya untuk bisa bertemu dengannya. Jam terbangnya sekarang sudah cukup tinggi. Ia cuma sesekali nongol di kampus. Itupun saya duga untuk mencari mangsa baru.
Saat Adi sedang menunggu korban, saya menghampirinya. Saya pura-pura tak tahu. Saya ajak ngobrol hal remeh-temeh. Kemana saja kok jarang keliahatan. Gimana kabarnya. Saya singgung-singgung soal kondisi di Indonesia yang belakangan bermunculan gerakan-gerakan fundamentalisme Islam. Baru kemudian, saya minta dia untuk memberikan pengakuan atas apa yang dia lakukan selama ini.
Tapi, dia tak mau mengakuinya. Dia terus berkelit, kendati sudah ketangkap basah.
“Oke, kamu tak mau mengakuinya, tak masalah. Kukira kau saat ini sedang punya masalah. Jangan anggap aku ini musuhmu. Aku tetap menganggapmu sebagai teman, sebagai adikku. Kapanpun kau akan mengajak diskusi, aku siap. Kapanpun kau butuh perlindungan, aku siap bahkan untuk menggerakkan semua teman-teman di kampus untuk melindungimu,” kataku kepada Adi.
Saya berkata demikian, karena saya merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Dia memang tampak begitu tenang. Bisa saja dia sudah dicuci otaknya, sehingga seolah-olah ia tak sadar dengan apa yang dilakukannya kini. Atau sebenarnya dia sadar, tapi dia takut untuk keluar dari komunitas itu, karena ancaman yang mengerikan. Saya bisa menyimpulkan ini dari beberapa korban yang telah memberikan pengakuan kepada saya. Waktu itu mereka ketakutan karena sudah terlanjur memberikan biodata lengkap, termasuk nama orang tua dan alamat rumahnya. Beberapa kali para korban itu menerima SMS dari anggota NKA. Korban diminta untuk tetap berkomunikasi dan tetap menjaga rahasia. Adakah ancaman yang mengerikan jika korban membuka rahasia itu ke orang di luar kumintas NKA? Mungkin saja!
Dari pengakuan Ema dan para korban lainnya, serta modus-modus yang digunakan oleh orang-orang yang hendak mengajak korban, saya menduga mereka yang menamakan aktivis NKA itu tak jauh beda dengan jemaah Negara Islam Indonesia (NII) yang telah meresahkan banyak orang. Dari penelusuran di internet, ternyata sudah banyak korban semacam Ema dengan modus yang sama. Sudah banyak laporan dari keluarga korban ke pihak kepolisian. Lalu kenapa sindikasi ini hingga kini masih terus berkembang? Ada dugaan kuat, NII ini punya backing inteljen ataupun TNI. Silakan baca di sini. ****
Catatan:
1 Beberapa nama (Ema, Fani, Ratih, Fatima) adalah bukan nama sebenarnya. Penggunaan nama samaran ini sengaja ditulis demi keamanan narasumber yang masih berstatus mahasiswa. Selain juga akan adanya intimidasi dari anggota NKA/NII karena telah membocorkan rahasia.
2 Saya menggunakan istilah “korban” bagi mereka yang diajak bergabung dengan NKA atau NII atas pertimbangan ajaran yang tidak masuk akal yang diajarkan oleh organisasi itu, yang menurut saya menyesatkan.
Add comment April 26, 2007
PUSTAKA NII KW 9
Buku Mewaspadai NII Zaytun di Kampus Kita Kalamnet Publishing -2006 1
MEWASPADAI NII ZAYTUN DI KAMPUS KITA
Daftar Isi
Pendahuluan……………………………………………………………………………………………….halaman 2
Kenali Tanda-tanda Aliran Sesat ……………………………………………………………….halaman 3
Sejarah NII-Zaytun dan Para Tokoh Pendirinya ……………………………………….halaman 7
Bukti-Bukti Kesesatan NII-Zaytun …………………………………………………………….halaman 11
Kesaksian Mahasiswa Korban NII (Studi Kasus STBA ****)…………………….halaman 15
Kesaksian Masyarakat Umum Korban NII ………………………………………………..halaman 24
Penutup ………………………………………………………………………………………………………halaman 25
selengkapnya klik [sini]
Add comment April 23, 2007
PUSTAKA NII KW 9
Buku Mewaspadai NII Zaytun di Kampus Kita Kalamnet Publishing -2006 1
MEWASPADAI NII ZAYTUN DI KAMPUS KITA
Daftar Isi
Pendahuluan……………………………………………………………………………………………….halaman 2
Kenali Tanda-tanda Aliran Sesat ……………………………………………………………….halaman 3
Sejarah NII-Zaytun dan Para Tokoh Pendirinya ……………………………………….halaman 7
Bukti-Bukti Kesesatan NII-Zaytun …………………………………………………………….halaman 11
Kesaksian Mahasiswa Korban NII (Studi Kasus STBA ****)…………………….halaman 15
Kesaksian Masyarakat Umum Korban NII ………………………………………………..halaman 24
Penutup ………………………………………………………………………………………………………halaman 25
selengkapnya klik [sini]
Add comment April 23, 2007
JANGAN TAKUT NII KW 9
Kami berharap apa yang telah dipaparkan melalui buku ini dapat memberikan
pencerahan dan penyadaran bagi setiap muslim, khususnya rekan-rekan mahasiswa.
Jangan takut dan khawatir dengan berbagai bentuk tipuan dan ancaman kelompok NII
Zaytun. Mohonlah perlindungan dari zat yang maha kuat, Allah SWT.
Rohis Kalam senantiasa siap mendampingi para korban NII Zaytun dari teror fisik dan
mental yang kerap dilakukan oleh kelompok tersebut manakala terdapat anggota
jaringan yang ingin bertaubat dan keluar dari NII Zaytun.
Add comment April 23, 2007
JANGAN TAKUT NII KW 9
Kami berharap apa yang telah dipaparkan melalui buku ini dapat memberikan
pencerahan dan penyadaran bagi setiap muslim, khususnya rekan-rekan mahasiswa.
Jangan takut dan khawatir dengan berbagai bentuk tipuan dan ancaman kelompok NII
Zaytun. Mohonlah perlindungan dari zat yang maha kuat, Allah SWT.
Rohis Kalam senantiasa siap mendampingi para korban NII Zaytun dari teror fisik dan
mental yang kerap dilakukan oleh kelompok tersebut manakala terdapat anggota
jaringan yang ingin bertaubat dan keluar dari NII Zaytun.
Add comment April 23, 2007
TUJUAN NII KW 9
Yaitu membuat generasi muda Islam menjadi Islamophobia
Berikut ini ceritanya :
Gua baru keluar dari NII.
Waktu pertama keluar,
lumayan takut juga sih,
Apalagi waktu mereka bilang kalo kita keluar,
Allah ga bakal jadi penolong kita lagi,
dan kita bakal kena adzab yang pedih,
(
tentu saja mereka nunjukin dalilnya juga)
Terus, katanya klo kita keluar kita bakal dihukum seberat2nya klo mereka dah futuh,
(yang katanya negaranya dah pasti menang)
Klo gak, dijadiin budak,
ga boleh kerja di perusahaan manapun
(soalnya nanti mereka yang megang pemerintahan)
Beberapa hari, gua jadi semacam Islamophobia
mungkin berlebihan ya klo gua bilang kaya gitu,tapi
emang bikin hati gak tenang sih.
Setiap hari pasti ada pikiran “Wah bentar lagi gua dihukum mati nih” atau “Apa yang udah gua lakuin nih?”, dsb.
Klo ada org NII yg baca, pasti mereka bilang kelompok mereka semakin bener deh,
buktinya,gua yang takut negara ini futuh.(betul gak?)
Sebelum gua mo kluar, ternyata ibu gua dah punya feeling klo gua udah jd NII.
Dia bilang klo dia gak stuju klo gua masuk yang begitu2.
Gua gak tahan men, ngeliat raut muka ibu gua yang udah tua, yang pantesnya gua bahagiain.
Katanya dia terus mikirin gua ampe gak bisa tidur.
Trus ternyata kakak2 gua jg dah pernah ditawarin yang kaya gitu,
sempet kaget sih, gua pikir gua doank.
Soalnya kata mentor gua, peringatan itu cuman jatuh hanya kepada salah seorang anak di sebuah kluarga
Katanya, pernah yg satu kelas dgn dia di kampusnya, satu persatu “hilang” entah kemana.
abis ngorak ngorek sana sini, ternyata katanya mereka abis ngikutin semacem pengajian tertutup gitu.
Kakak gua sedih banget soalnya mereka pada ketinggalan kuliah gitu, apalagi sebagian besar pinter2, sayang banget.
Saking keselnya dia bilang “Teteh mah yakin ini teh perbuatannya orang Yahudi, yakin deh!!”
Yah gua juga gak tau, soalnya, katanya, baik dan jahat itu bedanya tipis.
Awalnya gua ragu juga mo kluar,
Akhirnya gua ngobrol(lewat telpon) dengan kakak gua yang gua anggap paling dewasa n plg deket sama gua. Abis, gua takut kalo ngomong lgsg ma ortu.
Abis itu, gak lama kemudian ibu gua yang ngomong.
Dari situ gua jd gak ragu lagi untuk kluar, karna kluarga gua pasti bakal slalu ada klo gua sewaktu2 dpt masalah,(meskipun kata org NII, nanti ga bakal ada yg bisa nolongin kita)
WELL, SCREW YOU GUYS!! KITA LIHAT NANTI!!
SEMOGA ALLAH TETEP BERSAMA GUA, AMIEN!!
Ada sekitar dua – tiga hari sebelum gua kluar, soalnya dia nunjukin dalil2 terus,
yang ga bisa gua bantah,(secara, pengetahuan agama gua kan cetek banget).
Abis kluar, gua masih ada beberapa pertanyaan yang pengen gua tanyain nih,
1. KLo org NII tuh cuman apal ayat2 sempalan doank ya? Ayat2 yang sering digunain doank kan? Soalnya gua cari2 di AL _ QURAN, tertulis disana klo mo bikin negara yang makmur, damai,sentosa, salah satu syaratnya adalh DIHAPUSKANNYA PERBUDAKAN, kok waktu itu Abi ato mentor saya bilang klo saya kluar bakal dijadiin budak sih?]
2. Apakah pada masa perjuangan Rasulullah MUhammad SAW. beliau menunda untuk menyelamtkan(ngajak masuk NII) org2 TNI ato POlRI? KOk kalian mo nyelametin org tapi pilih2 sih?Rasul ga gitu deh?!
3. Kenapa waktu lo ngajak gua lu gak ngasih tau konsekuensinya klo gua kluar sih??WHY???????
Itu dulu aja sih.
Buat yang diajak, gua kasih tau konsekuensinya klo lu kluar dari NII,
LO BAKAL DIHUKUM SEBERAT – BERATNYA!!!
JD PIKIRIN LAGI MATENG2 SEBELUM LO MASUK.
See you!!
Ass. wr. wb.
Add comment April 23, 2007
TUJUAN NII KW 9
Yaitu membuat generasi muda Islam menjadi Islamophobia
Berikut ini ceritanya :
Gua baru keluar dari NII.
Waktu pertama keluar,
lumayan takut juga sih,
Apalagi waktu mereka bilang kalo kita keluar,
Allah ga bakal jadi penolong kita lagi,
dan kita bakal kena adzab yang pedih,
(
tentu saja mereka nunjukin dalilnya juga)
Terus, katanya klo kita keluar kita bakal dihukum seberat2nya klo mereka dah futuh,
(yang katanya negaranya dah pasti menang)
Klo gak, dijadiin budak,
ga boleh kerja di perusahaan manapun
(soalnya nanti mereka yang megang pemerintahan)
Beberapa hari, gua jadi semacam Islamophobia
mungkin berlebihan ya klo gua bilang kaya gitu,tapi
emang bikin hati gak tenang sih.
Setiap hari pasti ada pikiran “Wah bentar lagi gua dihukum mati nih” atau “Apa yang udah gua lakuin nih?”, dsb.
Klo ada org NII yg baca, pasti mereka bilang kelompok mereka semakin bener deh,
buktinya,gua yang takut negara ini futuh.(betul gak?)
Sebelum gua mo kluar, ternyata ibu gua dah punya feeling klo gua udah jd NII.
Dia bilang klo dia gak stuju klo gua masuk yang begitu2.
Gua gak tahan men, ngeliat raut muka ibu gua yang udah tua, yang pantesnya gua bahagiain.
Katanya dia terus mikirin gua ampe gak bisa tidur.
Trus ternyata kakak2 gua jg dah pernah ditawarin yang kaya gitu,
sempet kaget sih, gua pikir gua doank.
Soalnya kata mentor gua, peringatan itu cuman jatuh hanya kepada salah seorang anak di sebuah kluarga
Katanya, pernah yg satu kelas dgn dia di kampusnya, satu persatu “hilang” entah kemana.
abis ngorak ngorek sana sini, ternyata katanya mereka abis ngikutin semacem pengajian tertutup gitu.
Kakak gua sedih banget soalnya mereka pada ketinggalan kuliah gitu, apalagi sebagian besar pinter2, sayang banget.
Saking keselnya dia bilang “Teteh mah yakin ini teh perbuatannya orang Yahudi, yakin deh!!”
Yah gua juga gak tau, soalnya, katanya, baik dan jahat itu bedanya tipis.
Awalnya gua ragu juga mo kluar,
Akhirnya gua ngobrol(lewat telpon) dengan kakak gua yang gua anggap paling dewasa n plg deket sama gua. Abis, gua takut kalo ngomong lgsg ma ortu.
Abis itu, gak lama kemudian ibu gua yang ngomong.
Dari situ gua jd gak ragu lagi untuk kluar, karna kluarga gua pasti bakal slalu ada klo gua sewaktu2 dpt masalah,(meskipun kata org NII, nanti ga bakal ada yg bisa nolongin kita)
WELL, SCREW YOU GUYS!! KITA LIHAT NANTI!!
SEMOGA ALLAH TETEP BERSAMA GUA, AMIEN!!
Ada sekitar dua – tiga hari sebelum gua kluar, soalnya dia nunjukin dalil2 terus,
yang ga bisa gua bantah,(secara, pengetahuan agama gua kan cetek banget).
Abis kluar, gua masih ada beberapa pertanyaan yang pengen gua tanyain nih,
1. KLo org NII tuh cuman apal ayat2 sempalan doank ya? Ayat2 yang sering digunain doank kan? Soalnya gua cari2 di AL _ QURAN, tertulis disana klo mo bikin negara yang makmur, damai,sentosa, salah satu syaratnya adalh DIHAPUSKANNYA PERBUDAKAN, kok waktu itu Abi ato mentor saya bilang klo saya kluar bakal dijadiin budak sih?]
2. Apakah pada masa perjuangan Rasulullah MUhammad SAW. beliau menunda untuk menyelamtkan(ngajak masuk NII) org2 TNI ato POlRI? KOk kalian mo nyelametin org tapi pilih2 sih?Rasul ga gitu deh?!
3. Kenapa waktu lo ngajak gua lu gak ngasih tau konsekuensinya klo gua kluar sih??WHY???????
Itu dulu aja sih.
Buat yang diajak, gua kasih tau konsekuensinya klo lu kluar dari NII,
LO BAKAL DIHUKUM SEBERAT – BERATNYA!!!
JD PIKIRIN LAGI MATENG2 SEBELUM LO MASUK.
See you!!
Ass. wr. wb.
Add comment April 23, 2007
NASEHAT DINA NII KW 9
mungkin segitu aja dulu Share pengalaman pribadi gw ttg Organisasi NII mudah2an gada lagi orang2 yang terhasut ma mereka….oya.. satu lagi kalo lo diajak mereka bilang aja bokap lo “angkatan” atau POLISI, biasana mereka mikir2 bwt ngajak anak2 yg ortuna “angkatan”ato polisi….usut punya usut karena “angkatan” terlalu tunduk sama atasan dan gabisa ikut dalam ideologi mereka(NII)……
selengkapnya klik [sini]
Add comment April 23, 2007
NASEHAT DINA NII KW 9
mungkin segitu aja dulu Share pengalaman pribadi gw ttg Organisasi NII mudah2an gada lagi orang2 yang terhasut ma mereka….oya.. satu lagi kalo lo diajak mereka bilang aja bokap lo “angkatan” atau POLISI, biasana mereka mikir2 bwt ngajak anak2 yg ortuna “angkatan”ato polisi….usut punya usut karena “angkatan” terlalu tunduk sama atasan dan gabisa ikut dalam ideologi mereka(NII)……
selengkapnya klik [sini]
1 comment April 23, 2007
NASEHAT SHOUTBOX NII KW 9
sumber : http://www.oggix.com/
08:36 AM Apr 20, 2007
Sulis
Alhamdulilah, saya salut sama semua
orang dan institusi yang concern
sama korban NII. Walaupun saya
hanya mendengar dan membaca
tentang NII ( tidak menjadi
korban). Mari kita berantas NII
sampai ke Akar2nya. Mudah2an Allah
memudahkan kita dalam menentang
ketidakbenaran itu. ROHIS Kalam
STBA LIA, Keep fighting…, never
give up!!! Allahu Akbar!!!
04:46 AM Apr 20, 2007
Mantan NII-KW9
NII-KW9 dapat merusak kesehatan,
membuat gangguan jiwa,
meninggalkan keluarga dan
menghabiskan harta benda, jika
sakit berlanjut silakan BERTOBAT
12:24 AM Apr 20, 2007
Lintang
Ya, ini fakta, dan saya tahu persis
sahabat saya yang jadi korban,saat
ini hidup susah,karena separuh
hidupnya dia
\’abdikan\’untuk NKA
yang hingga saat ini, semua itu
tidak ada…..,akhirnya, sekolah
berantakan, DO, hidup susah, apa
sih yang mau dicari..
08:15 AM Apr 19, 2007
Sidik
Alhamdulillah, banyak respon yg sy
terima. Insya Allah buat dakwah
Islam, sy siap bantu. Sy dan
temen2 rohis STBA LIA sdh cetak
buku \
02:33 PM Apr 18, 2007
Fahmi
buat anak2 muda khususnya yang
seumuran gue, PLEASE….hati2 ama
yang namanya NII, cz gue udah
selidikin mereka sampe akar
akarnya!!! mereka terlalu licik
untuk ditangkep karena mereka
punya dekengan yang hebat!!!
thanks
01:52 PM Apr 17, 2007
Nita
Ass bang sidik, saya butuh banyak
artikel terkait NII, karena di
wilayah saya lagi marak NII.
Mereka mulai masuk ke SMU- SMU di
Depok. Syukron atas bantuannya
02:54 PM Apr 11, 2007
LollipoP
Kalau apa yang kalian perjuangkan
memang benar,,knapa harus
sembunyi”??
09:09 PM Mar 20, 2007
nouval
pa polisi/umar abduh tlng di
cek/grebek pergerakan nii di jl
betung raya no 11 pondok bambu
jaktim tempat tim 1&2 sub6
desa5 odo cipete selatan distrik
cilandak daeroh jaksel wilayah
9(kw9).saya korban&tlng
ditindak lanjuti
06:24 PM Mar 20, 2007
Fauzan Al ansho
Buat panji gumilang, kasian deh lo,
pake otak kalo ngomong, anda bisa
jadi bahan tertawaan orang2 kafir
yg memang jelas-jelas membuat ini
smua
09:19 PM Mar 21, 2007
thenmust
ini sebenernya blog perlawanan ato
apa sih? gada pengantarnya. kasih
pengantar donk, jadi orang2 ga
salah paham dan tersesat ke NII.
06:42 PM Feb 22, 2007
hidayati
nii y, duwh.. serem d,temen2quwh pd
ilang semwa gara nii niy… di
depok tuwh banyak banged
pengajiannya nii
selengkapnya klik [sini]
Add comment April 20, 2007
NASEHAT SHOUTBOX NII KW 9
sumber : http://www.oggix.com/
08:36 AM Apr 20, 2007
Sulis
Alhamdulilah, saya salut sama semua
orang dan institusi yang concern
sama korban NII. Walaupun saya
hanya mendengar dan membaca
tentang NII ( tidak menjadi
korban). Mari kita berantas NII
sampai ke Akar2nya. Mudah2an Allah
memudahkan kita dalam menentang
ketidakbenaran itu. ROHIS Kalam
STBA LIA, Keep fighting…, never
give up!!! Allahu Akbar!!!
04:46 AM Apr 20, 2007
Mantan NII-KW9
NII-KW9 dapat merusak kesehatan,
membuat gangguan jiwa,
meninggalkan keluarga dan
menghabiskan harta benda, jika
sakit berlanjut silakan BERTOBAT
12:24 AM Apr 20, 2007
Lintang
Ya, ini fakta, dan saya tahu persis
sahabat saya yang jadi korban,saat
ini hidup susah,karena separuh
hidupnya dia
\’abdikan\’untuk NKA
yang hingga saat ini, semua itu
tidak ada…..,akhirnya, sekolah
berantakan, DO, hidup susah, apa
sih yang mau dicari..
08:15 AM Apr 19, 2007
Sidik
Alhamdulillah, banyak respon yg sy
terima. Insya Allah buat dakwah
Islam, sy siap bantu. Sy dan
temen2 rohis STBA LIA sdh cetak
buku \
02:33 PM Apr 18, 2007
Fahmi
buat anak2 muda khususnya yang
seumuran gue, PLEASE….hati2 ama
yang namanya NII, cz gue udah
selidikin mereka sampe akar
akarnya!!! mereka terlalu licik
untuk ditangkep karena mereka
punya dekengan yang hebat!!!
thanks
01:52 PM Apr 17, 2007
Nita
Ass bang sidik, saya butuh banyak
artikel terkait NII, karena di
wilayah saya lagi marak NII.
Mereka mulai masuk ke SMU- SMU di
Depok. Syukron atas bantuannya
02:54 PM Apr 11, 2007
LollipoP
Kalau apa yang kalian perjuangkan
memang benar,,knapa harus
sembunyi”??
09:09 PM Mar 20, 2007
nouval
pa polisi/umar abduh tlng di
cek/grebek pergerakan nii di jl
betung raya no 11 pondok bambu
jaktim tempat tim 1&2 sub6
desa5 odo cipete selatan distrik
cilandak daeroh jaksel wilayah
9(kw9).saya korban&tlng
ditindak lanjuti
06:24 PM Mar 20, 2007
Fauzan Al ansho
Buat panji gumilang, kasian deh lo,
pake otak kalo ngomong, anda bisa
jadi bahan tertawaan orang2 kafir
yg memang jelas-jelas membuat ini
smua
09:19 PM Mar 21, 2007
thenmust
ini sebenernya blog perlawanan ato
apa sih? gada pengantarnya. kasih
pengantar donk, jadi orang2 ga
salah paham dan tersesat ke NII.
06:42 PM Feb 22, 2007
hidayati
nii y, duwh.. serem d,temen2quwh pd
ilang semwa gara nii niy… di
depok tuwh banyak banged
pengajiannya nii
selengkapnya klik [sini]
Add comment April 20, 2007
CALON NII KW 9
Assalamualaikum..
saat ini gw lg dlm posisi “dilema”..gw msh jd “stock” mereka..tp dengan seiringnya waktu,gw melihat bnyak keanehan..yahh buat byar infaq tuh bisa lewat ngebohongin nyokap and bokap..dan karena gw msh stock,gw blom bayar2 kyk gtu..emang sebulan 300ribu,,dan ju2r apa2 slalu duit gw sampe pernah nanya emang di Quran ada perintah utk slalu ngluarin duit?? mereka cuma bilang lo gk bisa berjihad dgn diri ya dgn harta.ya itu emng bnr..
proses mereka biasanya,,jd ada tmn lo yg sbnrnya udah gabung dgn NII,tp speak2nya jg sama kyk loe..blom ikut GABUG..nti bkal ktmuan ma tmnnya tmn loe yg pura2 blom gabung NII..pas nanti stelah taskiyah 7hari,,disitu ada taskiyah perkenalan,,nah loe baru tau d,,klo trnyata tmn loe tuh udah gabung dr kpn tau..intinya cara mereka tuh..ada yg MC,BT,,DAN BO..MC =yg ngasih tlawah, BT =si target or sikorban ini, BO= itu adalah tm,n lo sendiri yg brusaha utk nyemangatin loe,,dgn beribu alsan dr loe,,dia bkl matahin kalimat loe semua..intinya siy ngyakiNin,ko ini tuh bnr,,brdasarkan Qur-AN..
GW UDAH MELALUI TAHAPpengecekan lah,,dll…dan saat ini gw sedang mengalaminya…
mereka jg udah prnah gasih taskiyah “WISWAS” artinya…kita gk boleh cari tau tntang NII,,krn yg ada hanyalah berita miring..jd memang sbelum loe2 smua tau dr internet,,mereka udah nglarang loe..
gw jg baru tau dr tmn gw,,yg finally gkjd ikutan walopun udah taskiyah selama seminggu..ktnya setelah Hijrah..tiap mlm minggu bkla ada pertemuan gt,,dan klo gkbisa dtng kita denda 15ribu per skali gkbisa dtg..trus tmn gw nanya,,ktnya ya klo gk bisa berjihad dgn diri ya dgn harta..
saat ini,,,gw masih pingin nyari kbenaran negara islam yg sebenar2nya…
tapi,yg sampe skrng yg bisa buat gw sdikit yakin yaitu..temen gw udah prnah dtng k ibukota NII..krn emang udah lama dia ikut or gabung dgn NII…
KLO ADA YG MAU TANGGEPIN,,KASIH TAU GW YAA.THANKS BGT,GW BTUH INFORMASI YANG BANYAK.
azaytun@gmail.com
Add comment April 19, 2007
CALON NII KW 9
Assalamualaikum..
saat ini gw lg dlm posisi “dilema”..gw msh jd “stock” mereka..tp dengan seiringnya waktu,gw melihat bnyak keanehan..yahh buat byar infaq tuh bisa lewat ngebohongin nyokap and bokap..dan karena gw msh stock,gw blom bayar2 kyk gtu..emang sebulan 300ribu,,dan ju2r apa2 slalu duit gw sampe pernah nanya emang di Quran ada perintah utk slalu ngluarin duit?? mereka cuma bilang lo gk bisa berjihad dgn diri ya dgn harta.ya itu emng bnr..
proses mereka biasanya,,jd ada tmn lo yg sbnrnya udah gabung dgn NII,tp speak2nya jg sama kyk loe..blom ikut GABUG..nti bkal ktmuan ma tmnnya tmn loe yg pura2 blom gabung NII..pas nanti stelah taskiyah 7hari,,disitu ada taskiyah perkenalan,,nah loe baru tau d,,klo trnyata tmn loe tuh udah gabung dr kpn tau..intinya cara mereka tuh..ada yg MC,BT,,DAN BO..MC =yg ngasih tlawah, BT =si target or sikorban ini, BO= itu adalah tm,n lo sendiri yg brusaha utk nyemangatin loe,,dgn beribu alsan dr loe,,dia bkl matahin kalimat loe semua..intinya siy ngyakiNin,ko ini tuh bnr,,brdasarkan Qur-AN..
GW UDAH MELALUI TAHAPpengecekan lah,,dll…dan saat ini gw sedang mengalaminya…
mereka jg udah prnah gasih taskiyah “WISWAS” artinya…kita gk boleh cari tau tntang NII,,krn yg ada hanyalah berita miring..jd memang sbelum loe2 smua tau dr internet,,mereka udah nglarang loe..
gw jg baru tau dr tmn gw,,yg finally gkjd ikutan walopun udah taskiyah selama seminggu..ktnya setelah Hijrah..tiap mlm minggu bkla ada pertemuan gt,,dan klo gkbisa dtng kita denda 15ribu per skali gkbisa dtg..trus tmn gw nanya,,ktnya ya klo gk bisa berjihad dgn diri ya dgn harta..
saat ini,,,gw masih pingin nyari kbenaran negara islam yg sebenar2nya…
tapi,yg sampe skrng yg bisa buat gw sdikit yakin yaitu..temen gw udah prnah dtng k ibukota NII..krn emang udah lama dia ikut or gabung dgn NII…
KLO ADA YG MAU TANGGEPIN,,KASIH TAU GW YAA.THANKS BGT,GW BTUH INFORMASI YANG BANYAK.
azaytun@gmail.com
Add comment April 19, 2007
CALON NII KW 9
Assalamualaikum..
saat ini gw lg dlm posisi “dilema”..gw msh jd “stock” mereka..tp dengan seiringnya waktu,gw melihat bnyak keanehan..yahh buat byar infaq tuh bisa lewat ngebohongin nyokap and bokap..dan karena gw msh stock,gw blom bayar2 kyk gtu..emang sebulan 300ribu,,dan ju2r apa2 slalu duit gw sampe pernah nanya emang di Quran ada perintah utk slalu ngluarin duit?? mereka cuma bilang lo gk bisa berjihad dgn diri ya dgn harta.ya itu emng bnr..
proses mereka biasanya,,jd ada tmn lo yg sbnrnya udah gabung dgn NII,tp speak2nya jg sama kyk loe..blom ikut GABUG..nti bkal ktmuan ma tmnnya tmn loe yg pura2 blom gabung NII..pas nanti stelah taskiyah 7hari,,disitu ada taskiyah perkenalan,,nah loe baru tau d,,klo trnyata tmn loe tuh udah gabung dr kpn tau..intinya cara mereka tuh..ada yg MC,BT,,DAN BO..MC =yg ngasih tlawah, BT =si target or sikorban ini, BO= itu adalah tm,n lo sendiri yg brusaha utk nyemangatin loe,,dgn beribu alsan dr loe,,dia bkl matahin kalimat loe semua..intinya siy ngyakiNin,ko ini tuh bnr,,brdasarkan Qur-AN..
GW UDAH MELALUI TAHAPpengecekan lah,,dll…dan saat ini gw sedang mengalaminya…
mereka jg udah prnah gasih taskiyah “WISWAS” artinya…kita gk boleh cari tau tntang NII,,krn yg ada hanyalah berita miring..jd memang sbelum loe2 smua tau dr internet,,mereka udah nglarang loe..
gw jg baru tau dr tmn gw,,yg finally gkjd ikutan walopun udah taskiyah selama seminggu..ktnya setelah Hijrah..tiap mlm minggu bkla ada pertemuan gt,,dan klo gkbisa dtng kita denda 15ribu per skali gkbisa dtg..trus tmn gw nanya,,ktnya ya klo gk bisa berjihad dgn diri ya dgn harta..
saat ini,,,gw masih pingin nyari kbenaran negara islam yg sebenar2nya…
tapi,yg sampe skrng yg bisa buat gw sdikit yakin yaitu..temen gw udah prnah dtng k ibukota NII..krn emang udah lama dia ikut or gabung dgn NII…
KLO ADA YG MAU TANGGEPIN,,KASIH TAU GW YAA.THANKS BGT,GW BTUH INFORMASI YANG BANYAK.
azaytun@gmail.com
26 comments April 19, 2007
ISTILAH2 NII KW 9 MALAYSIA
Gerakan Pemuda Kahfi, nama yang dilabelkan kepada satu gerakan bawah tanah (underground movement) yang aktif dan agresif merekrut umat Islam adalah satu gerakan yang sudah cukup lama bertapak di Malaysia, sekurang-kurangnya setakat yang dikesan ialah sekitar 10 tahun.
Modus Operandi
Dari segi modus operandi, gerakan ini mempunyai pertalian dan konsep yang sama dengan Negara Islam Indonesia Komandan Wilayah 9, atau NII KW IX yang bermanhaj Lembaga Kerasulan, faham tafsir Isa Bugis dan periodisasi Mekah Madinah.
Gerak Rekrut
Calon rekrut akan dinilai dulu oleh pimpinan yang digelar Ulul Amri dengan senarai nama yang dimuatkan di dalam Bank Nama. Kebiasannya Standard of Procedure (SOP) ini memerlukan calon ada ciri-ciri berikut:
*
Ada pendapatan
*
Sihat
*
Faham keagamaan yang minimal
*
Bukan anggota pasukan keselamatan
*
Tidak terlalu tua, tidak terlalu muda
Bagi warga “pemburu”, mereka kebiasaannya akan menghubungi:
*
Isteri
*
Rakan lama di sekolah
*
Rakan sekerja
*
Adik beradik
*
Ahli keluarga
Konsep rekrutmen ini seakan-akan modus operandi intelejen, Buru Tangkap Tata Bina (BTTB). Untuk calon warga yang belum melakukan MOU2 (akan diterangkan pada sub topic seterusnya), usaha mencari calon rekrutmen ini dicari pembenaran ayatnya di dalam Al-Quran dengan usaha Bani Israil mencari sapi emas .
Kandungan Tilawah
Dari segi modus tilawah, Gerakan Pemuda Kahfi atau seterusnya akan disebut sebagai GPK mempunyai sistem tilawah (TL) yang teruji berupaya “mengikat” anggotanya dengan berkesan untuk menjayakan “ultimate goal” mereka di dalam mendapatkan umat, dan seterusnya setiap umat dieksploitasi kemampuan individunya untuk menjanakan dana semaksimum mungkin. Dalam faham keagamaan mereka, “pemerasan” ini dianggap sebagai sapi perah yang diperah susunya, digunakan dagingnya untuk dimakan dan dieksplotasi kekuatannya di dalam menjana “hasil” bagi menegakkan Daulah/Madinah ke 2
Faham Keagamaan
Faham keagamaan GPK mengganggap golongan di luarnya sebagai “binatang” dan kafir jahiliyyah dan musyrik. Oleh itu, dalam usaha merekrut calon warga untuk menjadi umat, penipuan dan manipulasi dianggap sebagai satu ibadah kerana menentang orang kafir Mekah (MK). Ibadah bagi GPK dianggap apa-apa yang diredhai Negara yang dianggap realisasi Allah di dalam bentuk zahir di muka bumi.
Oleh itu, segala perintah pimpinan yang dianggap pengatur/Rabb dianggap sama taraf dengan perintah Allah, sekalipun menghalalkan pelbagai cara (tubarrirul wasilah) ,atau Machiavelli.
Istilah-istilah yang dibangunkan dalam memudahkan urusan perjuangan “mujahid” GPK:
RMU
Ultimate goal atau matlamat utama GPK di dalam indoktrinasi tilawah.
R adalah Rububiah yang ditafsirkan sebagai hukum Islam (ini dianalogikan sebakai “Batang”)
M adalah Mulkiah yang ditafsirkan sebagai kerajaan Islam (analogi=akar)
U adalah Ubudiah, umat Islam (analogi=buah)
Kesimpulannya, walaupun tanpa memiliki seinci millimeter wilayah secara de facto dan de jure, mereka mencanangkan sudah memiliki “Negara” yang masih “Kahfi”. RMU ini adalah representasi “pohon yang baik yang menjulang ke langit”
Jadi selain daripada mereka yang berkeyakinan RMU adalah taghut, sesat, muslim yang kafir dan bertaraf binatang.
MOU1
Musyahadatul Hijrah Awwal/Ula di mana perjanjian calon warga/bakal mujahid dengan organisasi. Ini dilakukan di Malaysia di dalam tempat rekrut/baiah secara tersembunyi di hadapan pimpinan GPK. Di sini calon warga yang masih junior akan diuji faham keagamaan versi GPK untuk mengetahui keberkesanan sesi tilawah asas mereka (T1-T4)
MOU2
Musyahadatul Hijrah Dua. Dilakukan di dalam “Gua” berhampiran “Daulah” mereka (kerana mereka menganggap di mereka Pemuda Kahfi/Warga Madinah yang melarikan diri dari kezaliman taghut, musyrikin Mekah). Orang di dalam Gua tahu apa berlaku di luar, tetapi orang luar tidak tahu apa berlaku di dalam. Di sini konsep sirriyyah atau Kahfi diguna pakai)
MD-Madinah.
Dalam kes ini mereka yang sudah MOU2 saja dianggap sebagai umat Islam, dan mereka yang baru MOU1 masih kafir(separuh binatang), selagi belum bersyahadah di “daulah” mereka.
MK-Mekah/Makki .
Warga bukan GPK. Dalam rangka mencari warga MK yang dianggap binatang ternak untuk “dimanusiakan” ini, SOP mereka seperti yang disebut sebelum ini perlu dipenuhi.
TL-Tilawah
Tilawah ialah sesi indoktrinasi dengan ayat-ayat al-Quran yang dijelaskan oleh pimpinan GPK untuk menjustifikasi faham keagamaan mereka. Konsep yang popular ialah Hudan+Bainat+Furqon yang hujung-hujungnya membawa kepada Negara Islam (RMU) versi mereka sebagai ultimate goal.
HT-Hujumat Tabsyiriah
Konsep Buru, Tangkap, Tata, Bina dalam mengejar dan membina calon warga MK untuk mengangkat sumpah setia menjadi warga Madinah (MD). Konsep taghut, kezaliman pimpinan selalu menjadi modal laku untuk mengajak calon rekrut berhijrah(disembelih fahaman agama yang ada) dan dijadikan sapi perah yang produktif dalam mengejar target dana yang ditentukan Daulah/Negara.
Infaq
Bayaran bulanan kepada organisasi GPK. Jumlah minimum ditentukan oleh GPK. Sebagai contoh, setelah MOU1, infaq per bulan ialah RM60, dan setelah menunaikan “ibadah” MOU2 di Madinah mereka, infaq meningkat kepada RM200 per bulan. Jumlah berbeza mengikut slot dan kemampuan gugusan sel mereka.
58:12
Surah 58 ayat 12- Istilah popular untuk sedekah (sedekah paksa) perjumpaan dengan Rasul. Dalam kes ini Rasul ialah representatif pimpinan Daulah yang membawa “misi Kerasulan”
60:1
Surah 60 ayat 1- Istilah yang dibangunkan untuk merahsiakan doktrin gerakan, tempat aktiviti dan susur galur organisasi
Kahfi
Kerahsiaan. Konsep kahfi digunapakai untuk merahsiakan struktur organisasi, satu buyut (sel besar) dengan buyut yang lain dan pelbagai lagi. Boleh menipu dalam menjaga kerahsiaan organisasi. Biasanya umat di dalam satu buyut tidak mengenali umat di dalam buyut yang lain.
Futuh
Konsep futuh yang difahami mereka pada mulanya ialah “menguasai” negara/wilayah lain yang dianggap dimiliki taghut (belum ber-alquran/berAQ). Namun tarikh yang dijanjikan tidak pernah dipenuhi. Bagi umat sekitar 1996, tarikh futuh dijanjikan sekitar 2000. Tapi sekarang sudah 2007. Konsep futuh ini dieksploitasi dan dijaja kepada calon warga bagi meramaikan ummat yang sudah tentu akan memaksimalkan dana. Antara konsep yang sering dijaja:
*
Negara belum futuh kerana umat belum ramai
*
Buat negara buat air liur mana boleh, perlukan dana untuk bina negara Islam
*
Negara ini dicari oleh Amerika, oleh itu kita perlu kahfi
*
Gerakan ini bersifat makar, oleh itu kita kena kahfi kerana tidak mahu dijebloskan ke dalam penjara
Namun pada praktiknya, sekalipun setiap warga dan pimpinan mempunyai nama kod samaran, nama Mekahnya tetap bukan rahsia. Dan individu yang terlibat juga tidak pernah dijebloskan ke dalam penjara kerana kes GPK (sedangkan gerakan ini sudah lama bertapak, masakan begitu susah untuk diletak ke dalam tahanan politik –tapol).
Malja’
Markas tempat tilawah/indoktrinasi. Kebiasaanya malja’ mengandungi white board dan suasana kelas seperti pusat latihan insurans, pusat tuisyen atau dilakukan di rumah ahli MD yang sudah berkeluarga bagi menutup syak wasangka warga sekitar. Tempat tilawah dilakukan di dalam keadaan tertutup, dan tingkap wajib dibalut dengan kertas sugar paper bagi melindungi keberadaan aktiviti tilawah.
Ini difahami sebagai sarang labah-labah yang melindungi “Gua” ala hijrah Muhammad ke Madinah/Yathrib di zaman Nabi.
Baynat/Penjelasan Ibadah versi GPK
Dari segi Ibadah, GPK mempunyai faham dan konsep ibadahnya yang tersendiri, dan tidak pernah dikenal oleh aliran Islam manapun, tetapi mempunyai kesamaan dengan sekte Qadiani/Ahmadiyyah.
Solat- Solat yang dikenali oleh umat Islam Malaysia yang berfahaman Ahlus Sunnah (ASWJ) ialah solat 5 waktu. Untuk GPK, solat yang dimaksudkan ialah sesi “silah” (mengajak/doktrin) calon warga baru dengan ayat-ayat Quran yang diperjelaskan dengan faham versi mereka. Solat versi mereka ini yang diyakini mampu mencegah kemungkaran. Namun pada peringkat faham seterusnya, akan dijelaskan bahawa pada zaman sekarang ialah kondisi Mekah (belum futuh), jadi tiada hukum terlaksana, dan ibadah yang Haq ialah membesarkan Mulkiah/Kerajaan dengan merekrut umat dan seterusnya mengaut dana semaksimal mungkin.
Puasa – Puasa yang difahamkan oleh ASWJ ialah menahan diri dari makan/minum mula dari Subuh hingga ke Maghrib. Bagi GPK, puasa ialah menahan diri untuk pembentukan RMU dengan mengayakan Negara. (maksudnya sudi menjadi sapi perah tiada akhir)
Zakat – Zakat ialah “penyucian” diri ke arah futuh Mekah mereka/pembentukan Daulah, Madinah ke 2. Penyucian diri tentunya dengan wang.
Haji – Haji ialah Ibadah yang dilakukan dengan program lawatan ke “Daulah” mereka. Tawaf dilakukan dengan menaiki bas melawat perkembangan pembangunan Daulah. MOU2 dilakukan sebelum ibadah Haji di Madinah mereka. Madinah mereka ini diyakini sebagai realisasi Ibadah Ibrahim membina Ka’bah, Nabi Nuh membina Kapal, Nabi Sulaiman membina istana yang megah. Setelah MOU2 dan Haji di Madinah-II barulah dikira sebagai umat Islam. Di sini bagi calon warga yang baru menjadi “umat Islam” mereka akan membayar 58:12
Proses Nikah
Warga MD mempunyai hak untuk menikah, di antara rijal (lelaki) dan nisa’(wanita). Samada mereka menghijrahkan pasangan mereka yang MK atau mereka mengahwini umat sefaham. Dari segi nikah, ia akan dijalankan di Daulah:
*
Calon mempelai kedua-duanya warga MD
*
Proses tahkim/mahkamah akan dijalankan untuk menghakimi kedua-dua warga.
*
Warga MD menyebut kesalahan yang dilakukan selama ini
*
Keputusan tahkim dikeluarkan
*
Warga MD menjalani hukuman (antaranya ialah berpuasa-tetapi puasa dalam konteks mana, tidak diketahui)
Setelah pernikahan versi MD dilakukan, nikah di luar tetap dijalankan bagi melindungi keberadaan mereka di kalangan warga MK yang dianggap kafir jahiliyyah dan binatang.
Tafsiran Mukjizat yang direalisasikan untuk membenarkan tindakan mereka
* Nabi Musa membelah laut dengan tongkat:
Sunnah Nabi Musa boleh diikut dengan ahli GPK membelah lautan yang ditafsirkan sebagai manusia dengan al-Quran(doktrin GPK) kepada dua bahagian, ahli MK (non GPK) dan warga MD
* Nabi Yusof yang kacak
Sunnah Nabi Yusof yang kacak dianalogikan sebagai pelaksaan program GPK ke a rah “futuh” dan mengaut dana semaksimal mungkin melalui program tilawah ke atas calon warga dan umat
* Nabi Sulaiman bercakap dengan binatang
Maksudnya ahli MD cuba mengajak individu di luar GPK yang berstatus binatang kepada beralquran(berAQ). Namun seterusnya calon warga akan mengalami proses sapi perahan tanpa akhir
* Nabi Ibrahim dibakar api
Ditafsirkan ahli MD/GPK dihujat dengan serangan dari pihak luar yang ditafsir sebagai “api”. Oleh itu apabila api itu yang sewajarnya panas ditukarkan sebagai sejuk. Hal ini sah-sah saja mengingatkan ahli MD adalah bakal ahli syurga, dijamin masuk syurga (mengikut fahaman mereka), sekalipun dalam praktik ibadah mereka menghalalkan menipu, memeras dan melecehkan akhlak serta syariat
* Nabi Isa menghidupkan orang mati dan meyembuhkan orang sakit
Menyihatkan kembali akidah warga MD untuk meneruskan program daulah
Sumber : Al-Kahfi.com
Add comment April 17, 2007


















