Hasil Penelitian MUI tentang Pesantren (Mahad) Al-Zaytun yang Megah dan Mewah di Indramayu

September 9, 2005

Sumber : alislam.or.id

Sejumlah negara tetangga telah mengambil sikap yang tegas terhadap pesantren Al-Zaytun (MAZ), Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Alim-ulama negara jiran Malaysia, misalnya, mereka menyatakan, pondok pesantren yang yang konon termegah se-Asia Tenggara itu berbahaya.

Bahkan, pemerintah Malaysia sudah menarik semua santrinya dari MAZ. “Istilah mereka adalah sudah meng-i’tiraf Al-Zaytun karena dianggap berbahaya. Kalau ada alumni MAZ di Malaysia, alumni itu tidak diakui ijazahnya,” kata K.H. Ma’ruf Amin, Ketua Tim Peneliti mahad Al-Zaytun Majelis Ulama Undonesia (MUI).

Hal itu bertolak belakang dengan kondisi di Indonesia. Dengan menangani kasus MAZ, pemerintah, dalam hal ini aparat berwenang, terkesan cuek alias acuh tak acuh. Lihat saja, sejumlah laporan dari masyarakat tidak ditanggapi. Bukti-bukti dan saksi-saksi, termasuk dari mantan pentolan dan korban Al-Zaytun juga tidak digubris.

Sikap MUI, setali tiga uang, alias sami mawon. Tengok saja, Pimpinan Harian MUI terkesan lelet dan ogah-ogahan saat merespon hasil penelitian Tim Peneliti MAZ MUI, Tim bentukan MUI sendiri. Berbulan-bulan hasil Tim tersebut mandeg di MUI, alias tidak disosialisasikan ke masyarakat. Ada apa?

Padahal, Tim peneliti yang terdiri dari tiga belas orang ini kerjanya terbilang tidak mudah. Lihat saja, untuk menelusuri dan melacak berbagai informasi tentang MAZ, Tim melakukan kerja keras selama empat bulan. Kajian pustaka dan dokumentasi dilakukan dengan mengambil semua sumber yang dapat memberikan informasi komprehensif tentang sejarah, latar belakang berdirinya MAZ, sistem pendidikan MAZ, dan organisasi NII KW IX.

Penelitian lapangan dilakukan dengan terjun langsung ke pondok pesantren Al-Zaytun sambil melakukan observasi yang terkait dengan penelitian. Hasil ini masih harus ditambah dengan melakukan pelacakan, penelusuran, serta mendatangi sumber informasi, seperti para korban, orang tua korban, mantan aktivis, simpatisan NII KW IX.

Tak hanya itu, Tim juga melakukan wawancara mendalam (indepth interviewing) dengan sejumlah sumber, baik yang pro maupun yang kontra terhadap MAZ. Sejumlah sumber yang diwawancara Tim antara lain Forum Ulama Umat Islam Indonesia (FUUI), Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS), Forum Masyarakat Korban NII KW IX, Solidaritas Umat Islam untuk Korban NII-Al-Zaytun Abu Toto (SIKAT), mantan Kabakin, Z.A. Maulani, Tim Litbang Departemen Agama, Badan Intelejen Mabes Polri, para santri, mudarris (guru), pegawai Al-Zaytun, serta sumber-sumber lainnya yang mengetahui MAZ dan NII KW IX.

Mengingat begitu mendesaknya jawaban MUI atas pertanyaan-pertanyaan masyarakat seputar Al-Zaytun, Tim yang dibentuk tanggal 29 Mei 2002 itu bekerja all out siang hingga malam. Bahkan, penelitian yang rencananya berjalan selama satu bulan, tetapi karena banyak hal yang harus diteliti dan demi kevalidan hasil penelitian, dalam perkembangannya memakan waktu empat bulan.

“Kami sedikit pun tidak melambat-lambatkan kerja. Sebaliknya, kami berusaha bekerja secara maksimal dan segera memberikan laporan agar permasalahan ini cepat clear. Tim sudah bekerja keras, tentu menginginkan ada tindak lanjutnya,” kata K.H. Ma’roef Amin.

Pendapat senada dikemukakan salah seorang anggota Tim peneliti MUI, Prof. Ali Mustofa Ya’qub, M.A. Menurutnya, hasil penelitian Tim sedikit banyak akan mampu menjawab keresahan masyarakat tentang ma’had Al-Zaytun. “Hasil penelitian itu 80% sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang Al-Zaytun. Tapi, saya tidak tahu kenapa belum dipublikasikan,” kata Prof. K.H. Ali Mustofa.

Keprihatinan K.H. Ma’roef Amin dan Prof. Ali Mustofa tentu saja beralasan. Pasalnya, hasil penelitian Tim MUI adalah jawaban yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Ada kesan, Pimpinan Harian MUI menunda-nunda publikasi hasil penelitian Tim MUI. Padahal, menunda-nunda sesuatu yang menjadi kepentingan masyarakat tanpa alasan yang jelas tentu saja tidak bisa diterima. “Tidak boleh menunda-nunda keterangan ketika umat membutuhkan. Ketika orang bertanya harus ada jawaban,” tegas Prof. Ali Mustofa.

Benarkah hasil Tim MUI telah merespon pertanyaan-pertanyaan umat? Mudahnya, kita lihat saja hasil penelitian yang sejak bulan Oktober tahun 2002 lalu telah diserahkan ke Pimpinan Harian MUI.

Kesimpulan dan Rekomendasi Tim MUI

Kesimpulan tersebut antara lain:

1. Ditemukan indikasi kuat adanya relasi (hubungan) antara ma’had Al-Zaytun (MAZ) dengan organisasi NII KW IX. Hubungan tersebut bersifat historis, finansial, dan kepemimpinan.

1. Hubungan historis: kelahiran MAZ memiliki hubungan historis dengan organisasi NII KW IX.
2. Hubungan finansial: adanya aliran dana dari anggota dan aparat teritorial NII KW IX yang menjadi sumber dana signifikan bagi kelahiran dan perkembangan MAZ.
3. Hubungan kepemimpinan: kepemimpinan di MAZ terkait dengan kepemimpinan di organisasi NII KW IX, terutama pada figur AS Panji Gumilang dan sebagai pengurus yayasan.

2. Terdapat penyimpangan paham dan ajaran Islam yang dipraktikkan organisasi NII KW IX. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara lain dalam hal mobilisasi dana yang mengatasnamanakan ajaran Islam yang diselewengkan, penafsiran ayat-ayat Alquran yang menyimpang dan mengafirkan kelompok di luar organisasi mereka.
3. Ditemukan adanya indikasi penyimpangan paham keagamaan dalam masalah zakat fitrah dan kurban yang diterapkan pimpinan MAZ, sebagaimana dimuat dalam majalah Al-Zaytun.
4. Persoalan Al-Zaytun terletak pada aspek kepemimpinan yang kontroversial (AS Panji Gumilang dan sejumlah pengurus yayasan) yang terkait dengan organisasi NII KW IX.
5. Ada indikasi keterkaitan sebagian koordinator wilayah yang bertugas sebagai tempat rekrutmen santri MAZ dengan organisasi NII KW IX.

Berdasarkan kesimpulan di atas, Tim MUI merekomendasikan beberapa hal kepada Pimpinan Harian MUI:

1. Memanggil pimpinan MAZ untuk dimintai klarifikasi atas temuan-temuan yang didapat dari envestigasi Tim Peneliti MAZ MUI.
2. Dikarenakan persoalan mendasar MAZ terletak pada kepemimpinannya, diharapkan Pimpinan Harian MUI dapat mengambil inisiatif dan langkah-langkah konkret untuk membenahi masalah kepemimpinan di MAZ.
3. Pimpinan Harian MUI agar mengambil keputusan yang sangat bijak dan arif menyelamatkan pondok pesantren Al-Zaytun dengan berdasarkan pada prinsip kemaslahatan umat.

Demikian kesimpulan dan rekomendasi ini dibuat untuk dapat ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua. Amin.

Jakarta, 28 Rajab 1423 H
Jakarta, 5 Oktober 2002 M

Dengan hasil tersebut, MUI memberi kontribusi berarti dalam melindungi akidah umat dari doktrin dan paham keagamaan yang menyimpang dari Alquran dan sunah.

Beberapa Poin Penting Hasil Penelitian Tim MUI

1. Perihal Sumber Dana Mahad Al-Zaytun (MAZ)

Persoalan besar dan urgent yang timbul berkaitan dengan sumber dana MAZ adalah adanya beritaq penggalangan dana dari anggota dan aparat NII KW IX dalam proses pendirian dan perkembangan MAZ. Tim mendapati banyak sekali saksi dan sumber yang membenarkan adanya penggalian dana dengan memekai konsep-konsep ajaran Islam yang diselewengkan.

Dalam soal dana ini, tim juga menemukan adanya eksploitasi dan pemaksaan, sehingga anggota tergiring untuk melakukan tindakan kriminal. Saksi dan sumber, seperti para mantan anggota NII KW IX dari berbagai wilayah, para orang tua/wali, para mantan petinggi NII KW IX, Badan Intelejen Mabes Polri, Mantan Kabakin, Z.A. Maulani, serta masukan dari anggota yang masih aktif, secara eksplisit mengakui adanya penggalangan dana tersebut.

Setiap anggota yang masuk NII KW IX harus dibai’at dan membasar shadaqah hijrah dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pembersih jiwa dan tanda perpindahan kewarganegaraan RI menjadi warga negara NII KW IX. Setelah masuk, setiap anggota diwajibkan menjalankan program, seperti binayah al-aqidah (pembinaan akidah), binayah al-dzarfiyah (pembinaan teritorial), binayah mas’uliyah (pembinaan aparatur), binayah maliyah (pembinaan keuangan), dan binayah al-shilah wa al-muwashalah (pembinaan komunikasi).

Dari kelima program itu, binayah maliyah (pembinaan keuangan) yang paling mendominasi. Dalam praktiknya, tim menemukan program binayah maliyah tidak hanya kegiatan penggalangan dana, tetapi juga program mobilisasi dana yang dibebankan kepada warga dan aparat NII KW IX. Ironisnya, tim menemukan penggalangan dana itu dibungkus dengan term-term (istilah-istilah) keagamaan yang ditafsirkan secara sembarang, seperti shadaqah hijrah, infak, qiradl, al-fa’i, shadaqah istighfar, shadaqah tahkim, shadaqah munakahat, dan lainnya.

Dari kesaksian mantan mudarris mah’ad Al-Zaytun, tim menemukan bahwa penyimpangan perilaku itu mendapat legitimasi dari doktrin ajaran NII KW IX sendiri. Dalan ajaran mereka, sekarang dikategorikan sebagai periode Mekah, yakni periode menegakkan negara Islam. Menurut doktrin mereka, perang adalah tipu daya, bukan perang jika tidak ada tipu daya. Oleh karena itu, menipu diperbolehkan.

Income keuangan MAZ sebagian besar berasal dari pengumpulan dana di tingkat teritorial (idariyah). Dari tingkat teritorial, dana kemudian dikirim ke MAZ. Bukti autentik adanya aliran dana diakui tim memang sulit ditemukan karena organisasi ini menggunakan sistem sel tertutup. Tetapi, indikasinya terlihat bahwa setiap sel di berbagai tempat memiliki kesamaan pola gerakan, istilah yang digunakan, format surah, dan catatan penerimaan dan pengeluaran uang.

2. Dugaan Keterkaitan Pemimpin MAZ dengan NII KW IX

Berdasarkan bukti-bukti dan kesaksian sejumlah sumber, tim melihat ada indikasi keterkaitan antara pemimpin Al-Zaytun dengan NII KW IX. Keterkaitan itu hingga kini masih terus berlangsung. Menurut data yang diterima tim, dlam struktur terbagi dua: aparatur fungsional (mereka yang berada di MAZ) dan aparatur teritorial (mereka yang berada di luar MAZ). Penggalangan dana berjalan dari teritorial ke MAZ.

Tim menemukan bahwa keterkaitan MAZ dengan NII KW IX bukan hanya pada sosok AS Panji Gumilang, tetapi juga orang-orang yang duduk sebagai pengurus yayasan. Data yang didapat tim menunjukkan bahwa seluruh pengurus atau eksponen adalah para petinggi NII KW IX.

3. Sistem Pendidikan di MAZ

Pada prinsipnya, tim menyimpulkan belum ditemukan adanya penyimpangan ajaran Islam dalam kegiatan belajar-mengajar, aktivitas ibadah dan aktivitas santri sehari-hari di MAZ, termasuk juga tidak ditemukan deviasi dalam kurikulum MAZ. Namun demikian, tim melihat ada dua persoalan keagamaan menyimpang yang dilakukan pemimpin pesantren, yakni masalah zakat fitrah dan kurban.

Penyimpangan mengenai zakat fitrah terjadi karena zakat fitrah tidak diberikan kepada fakir miskin untuk hari raya, melainkan untuk pembangunan MAZ. Demikian pula dengan kurban yang tidak dilakukan dalam bentuk penyembelihan hewan kurban, tetapi diganti dengan sejumlah uang untun pembangunan pesantren.

4. Mudarris (Guru)

Informasi yang didapat tim dari berbagai sumber dan penelitian lapangan, sebagian mudarris berasal dari anggota aparat NII KW IX di tingkat teritorial. Tim mengakui sangat sulit membedakan mudarris yang berasal dri NII dengan yang bukan, karena mereka menutup diri dan berbaur menjadi satu di MAZ, namun hal itu tampak jelas jika ada even-even tertentu.

Dalam proses belajar-mengajar, mudarris yang berasal dari NII KW IX tidak diperbolehkan memasukkan doktrin/ajaran NII ke santri. Hal ini didsarkan ketentuan dari pimpinan MAZ bahwa proses belajar-mengajar harus steril dari nuansa ke-NII-an.

5. Lingkaran Luar/Koordinator Wilayah MAZ

Tim menemukan indikasi adanya keterkaitan sebagian koordinator-koordinator wilayah NII sebagai tempat rekrutmen santri MAZ. Masing-masing santri direkrut melalui bantuan koordinator wilayah di daerah masing-masing.

Tim dapat informasi, satu tahun sebelum MAZ dibuka, pimpinan MAZ membuat koordinator-koordinator wilayah. Para mantan NII KW IX yang direkrut menjadi koordinator wilayah dikirim ke berbagai daerah. Mereka bertugas merekrut santri baru yang akan masuk MAZ.
Koordinator wilayah hanya mengurus proses administrasi serta memberikan bimbingan menghafal Juz ‘Amma sebagai syarat masuk MAZ. Namun, berdasarkan pengakuan sejumlah santri, mereka ada juga yang masuk dengan mendatangi langsung MAZ. (Rivai Hutpea)

Sumber: Laporan lengkap hasil penelitian TIM MUI tentang Mahad Al-Zaytun (Sabili, No. 15, 13 Februari 2003/11 Dzulhijjah 1423)

Entry Filed under: Uncategorized. Tag: .

31 Comments Add your own

  • 1. NeWbIe  |  Juli 10, 2008 at 5:24 am

    ASS WR WB……
    Waduh mo ngomong apa lg tuh orang2 NII ???
    Apa cuma mo nge-gedein bangunan “megah” NII yang terlihat pada kasat matanya ??? dalemnya ???
    Apa mo berdalih lagi klo gw ga tau apa2, cuma tau kulitnya doank ??? atawa bilang “gw berani b’debat ma lu pada, walaupun kepala ini harus kepenggal…” ups itu omongan siapa ya ??? Pfuuuhhh. Orang2 pendakwah NII kampus aja gw ajakin b’debat malah kabur m’lulu. takut salah ngomong kaleh, klo salah ngomong ntar dikira pembohong, pembohong mana bisa jadi pendakwah islam (mudah2 an NII juga ngga gitu…… apa mang gitu???). lha wong ga salah ngomong aja NII ya NII, “dia” sudah begitu adanya.
    WASSALAM AH….

  • 2. M Susanto  |  Juli 25, 2008 at 9:10 pm

    Assalamu’alaikum warrahmatullohi wabarakatuh. Hamdan lillahi wama solian ala rosulillah Ama badu.
    Membaca kitab gundul telah menjadi momok bagi para santri di pondok pesantren, aktivis dakwah yang mengkaji kitab-kitab berbahasa arab dan siapa pun yang berminat mempelajari Islam langsung dari sumber yang kebanyakan menggunakan bahasa arab gundul. Berbagai metode ditawarkan dalam pembelajaran membaca kitab gundul ini. Namun tak banyak yang menjanjikan waktu singkat untuk menguasainya. Salah satunya adalah buku 150 Menit Belajar Membaca Kitab Gundul ini.
    Penulis buku ini menggunakan pembelajaran yang disebutnya dengan “As Shaff” yaitu metode pendekatan SAS (Struktural-Analitik-Sintetik) yang merupakan penyempurnaan dari metode sorogan di pesantren. Penulis sendiri merupakan pengasuh pondok pesantren dan trainer bahasa Arab yang telah sukses melatih ribuan orang untuk dapat membaca kitab gundul secara kilat.
    Metode “As Shaff” adalah kunci pembuka bagi siapa saja mau mempelajari kaidah-kaidah Nahwiyah dengan pendekatan sistemik dan penyederhanaan namun tidak mengurangi esensi teori yang dikandungnya.
    Disusun oleh Pengasuh Ponpes dan trainer arab yang telah sukses melatih ribuan orang untuk bisa membaca kitab gundul secara kilat. Metode ini sudah teruji di beberapa pesantren/sekolah. Dengan cepatnya belajar membaca kitab gundul dengan metode yang ditawarkan buku dan CD interaktif yang disertakan di dalamnya, tidak ada alasan lagi untuk malas belajar membaca kitab gundul.
    Bila Anda berminat/tertarik Dengan metode quantum yang Super cepat ini, silahkan untuk Menghubungi line telepon:
    (022) 251-07-93 /
    081-322-377-977 /
    e-mail: s_susanto@yahoo.co.id
    Jazakalloh.

  • 3. tatang  |  September 19, 2008 at 12:38 am

    Ass.Wr.Wb…

    Maju terus zaytun, kalian ibarat nabi Adam yg belajar ilmu2 bumi dari Allah/Alqur’an langsung tanpa merujuk kepada sekian banyak tafsir2 yg bertebaran yg menimbulkan banyak kerancuan. Sebuah ayat penjelasannya ada pada ayat yg lainnya, bukan sebuah ayat penjelasannya ada pada seribu orang alim yg merasa ulama. Maka akan timbul perbedaan, akan timbul keributan, akan timbul khilafiyah, akan timbul peperangan. Adam akan memimpin dunia ini tanpa pertumpahan darah dan peperangan, tetapi dengan mimpi2, program2 nyata, ekonomi pendidikan dan pendidikan ekonomi. Perang program, perang iptek, perang kecerdasan, perang kepintaran…amerika booo lawan urang tehh…

    Kalian ibarat nabi Nuh yg membuat kapal besar di puncak gunung yg dicemooh pengikut2 nya karena di anggap gila…bikin perahu kok dipuncak gunung…gelo siah…kalian adalah orang2 yg visioner. Tanamkan selalu dalam dada kalian bahwa setiap ada perubahan pasti ada korban..perubahan yg besar diperlukan pengorbanan yg besar pula. Anjing menggonggong calon2 khalifah tetap berkarya…

    Kalian ibarat Nabi Ismail yg terbuang karena kecemburuan istri pertama Nabi Ibrahim, kalian bentuk sendiri kehidupan yg madani bersama sang ibu pertiwi tanpa bantuan sang ayah.

    Kalian ibarat nabi Yusuf, walaupun dimusuhi saudara2 nya tapi tetap tunduk bekerja dan berkarya. Dhohirkan mimpi2/program2 kerjamu sebagaimana Yusuf mendhohirkan mimpi2nya.

    Kalian ibarat Nabi Sulaiman yg dengan wahyu kapitalisme duniawi kekayaannya bisa memberikan hidayah kepada orang2 yg blm mengerti.

    Kalian ibarat nabi Musa, walaupun dibimbing dibawah ketiak Fir’aun/Orang2 orde baru/BIN, tetapi kalian tetap focus akan ilham/wahyu yg Allah turunkan kepada ibu nya (alqur’an dijelaskan dgn alqur’an, ayat dijelaskan dgn ayat). Gunakan fasilitas Firaun untuk menghantam firaun. Manfaatkan teknologi dunia utk membekali kader2 mu menguasai dunia. Apalah arti nya sebuah negeri kecil ini. Tanpa kalian usik pun akan runtuh dengan sendiri nya. Kalian berkarya, maka Allah pun bekerja dengan tangan Nya sendiri, gempa maning…bencana maning..gagal maning…gagal maning.

    Kalian ibarat Nabi Isa, yg terlahir tanpa bapak yg mendanai kemajuan pembangunan kalian sehingga timbul banyak fitnah bak Maryam yg di anggap seorang Pelacur..Tuhan Bapak sang pengatur Rububiyah, Tuhan Ibu, sang pertiwi Mulkiyah, Tuhan anak, sang Isa al Masih..anak…ummat..Uluhiyah. Tri Tunggal…Wahyu yg tercecer yg salah penafsiran…Mabaditsalasa…Tauhid Rububiyah, Mulkiyah, Uluhiyah.

    Kalian ibarat Nabi Muhammad, walaupun cemoohan datang silih berganti tetapi kau lontarkan senyuman dan sapaan, kau lontarkan kerja dan langkah nyata. Opini buruk public dengan sendirinya akan reda dengan hasil kerja nyata mu nanti. Muhammad justru lebih dicintai oleh saudara2 nasrani nya daripada oleh kaumnya sendiri seperti halnya dirimu. Tegarlah zaytun ku…

    Tak ada Nabi yg tanpa musuh di dalam pencapaian pembentukan kehidupan yg madani, tak ada nabi yg tak di cemooh kaumnya, tak ada nabi yg berpartai, tak ada nabi yg tdk hijrah… Sunatullah tidak akan berubah sampai kapanpun.

    Bahwa: Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Quran itu bukanlah CERITA yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. 12:111)

    Kalian adalah satrio piningit ketujuh yg bersenjatakan trisula ditangan kanannya(paham rububiyah, Mulkiyah, Uluhiyah) yg akan memimpin dunia ini setelah 20 tahun berlalu program pendidikan mu. Karena satrio piningit adalah sebuah system bukan seorang personal individu. http://sabdopalon.wordpress.com/

    Wass. Wr. Wb…

    Golongan yg sedikit berkorban demi zahirnya kehidupan yg lebih buesaarrr…

    Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku. Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang YANG beriman bersama dia telah menyebrangi sungai itu, orang-orang YANG telah minum berkata: Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya. Orang-orang YANG meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: Berapa banyak terjadi GOLONGAN YANG SEDIKIT dapat mengalahkan GOLONGAN YANG banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang YANG sabar. (QS. 2:249)

  • 4. kwangie21  |  September 22, 2008 at 10:44 am

    Wah gile enak bnget bacanya, skrang gmna sih zaitun, gue jauh di madinah kgak tahu perkmbngannya.

  • 5. Luki  |  Oktober 6, 2008 at 5:01 pm

    Sungguh terlalu,orang yg mengaku dirinya muslim tdk menghendaki negrinya Menjadi negara islam,ditaruh dimana imanmu, adapun persoalan Al Zaytun itu aset bangsa,berdoa lah pada Allah semoga orang 2 Al Zaytun senantiasa dibingbing ke arah yg lebih lurus, agar negri ini bisa terselamatkan dari ke hancuran.Maju terus Al Zaytun wujudkan cita citamu

  • 6. Luki  |  Oktober 8, 2008 at 4:49 pm

    Ass wr wahai sodara2ku mari kita sama2 simak nasihat Nabi Muhamad Saw. ” Barangsiapa yg melihat amirnya/pimpinan ada sesuatu yg kamu benci/tdk sesuai dgn aturan Allah maka sabarlah ! (kenapa diperintah sabar,sebab ada gilirannya kita minpin,pimpinlah yg sesuai dgn kehendak Allah, ingat negara Madinah negara Allah bung,jangan macem 2). Barangsiapa yg keluar dari jamaah,maka matinya(dan hidupnya) jahiliyah.(mau bisa merubah bagaimana,kalau teriaknya diluar arena) istigfar saudara 2 ku jangan teriak 2 malu sama agama lain, masih yakin antum dgn Al qur,an ? yg merintah iman-hijrah ke Madinah Dan jihad itu Allah,bukan NII kw 9,ikhlas kan segala yg telah antum korbankan mudah 2 an jadi nilai ibadah lihat firman Allah qs 2:264 “Hai orang 2 yg beriman,jgnlah kamu menghilangkan pahala sdqh mu dgn menyebut 2 nya dan menyakití sipenerimanya……

  • 7. NeWbIe  |  Oktober 10, 2008 at 7:46 am

    hahaha luki… luki….. negara islam ya bagus tapi negara islam versi NII KW 9 apa bagusnya….. cetek ah…….

  • 8. Luki  |  Oktober 10, 2008 at 3:50 pm

    Embe,coba menurut kamu,versi negara islam yg baik yg gimana sih,soalnya aku tdk seburuk yg kau sangka, jadi apa yg kaslanis bilang,bagi aku may be yes,may be no, ingat pepatah mengatakan “kalau kita menanam jagung,yg tumbuh bukan hanya jagung tapi Rumput ilalang pun ikut,nah kalau kita nanam rumput ilalang apakah jagung akan ikut ? Firman Allah”boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik untk mu,dan boleh jadi kau menyukai sesuatu padahal buruk bagimu

  • 9. gogon  |  Oktober 24, 2008 at 12:25 pm

    NEGARA ISLAM INDONESIA………CAPEK DEHHHHH!!!!!!!

  • 10. wahyu  |  November 4, 2008 at 9:10 am

    Assalamu”alaikum,Wr.Wb,

    APAKAH SALAH BILA NEGARA ISLAM DITEGAKKAN DI BUMI ALLAH SWT!!, Allah berfirman: “Barang siapa yang memutuskn perkara tidak berdasarkan apa yang diturunkan Allah(Al Qur’an),mereka itulah orang2 yang KAFIR,FASIK,DAN DZOLIM”.

    SUDAHKAH KITA SEPENUHNYA MENJADIKAN AL QUR’AN SATU2NYA PEDOMAN HIDUP KITA???DAN ,MENJADIKAN AL QUR”AN DIATAS HUKUM MANUSIA???

    Ya Allah,mengapa pada saat ada hamba2Mu yang mau menegakkan din islam/haq dimuka bumi ini malah dihina, difitnah dan dihalang-halangi oleh hambaMu sendiri yang katanya mengaku dirinya muslim juga Ya Allah.

    Sebagai seorang muslim tentunya kita harus bangga dan bersyukur ternyata masih ada saudara kita yang peduli memperjuangkan kemasalahatan umat manusia didunia dengan iklas dan hanya berpikir membrikan kebaikan2 untuk umat manusia didunia ,tapi anehnya kenapa umat muslim sendiri malah takut jika din islam/negara islam benar2 tegak didunia ini sehingga hanya bisa mencemooh dan memfitnah SAJA,tidak malukah kita kepada Allah???Karena itu sama saja kita menghina Allah SWT.

    Bukankah dulu pada saat nabi mendirikan negara islam di Madianah dimana hukum negaranya adalah hukum islam,saat itu wilayah islam bisa mencapai 2/3 DUNIA???? DAN saat itu islam menjadi peradaban termaju didunia sepanjang sejarah HINGGA SEKARANG BELUM ADA yang menyamai kejayaan islam pada masa lampau!!

    Saya pikir sangat jarang sekali ada orang yang mau-maunya memperjuangkan sesuatu yang baik untuk orang lain.
    Coba kita Renungkan,Di Palestina,Irak,dan negara2 didunia banyak yg ditindas oleh kezdaliman,banyak saudara2 kita yang menderita dan membutuhkan pertolongan untuk keluar dari penderitaan akibat perang,penindasan DLL. Mereka membutuhkan penolong dari SAUDARNYA yAITU KITALAH SAUDARA MRK yang benar2 punya perasaan yang tulus. Pantaskah kita mengaku seorang muslim TETAPI MEMBENCI DAN MENHINA MUSLIM LAINNYA???SYUKUR2 kita bantu mereka.

    MAHAD AL ZAYTUN tetaplah terus berkarya,WALAUPUN ENGKAU DIHINA DAN DIFITNAH OLEH SAUDARAMU SENDIRI YANG MRK MENGAKU DIRINYA SEORANG MUSLIM. SUATU SAAT MEREKA PASTI AKAN BERTERIMA KASIH KEPADAMU. KARENA ALLAH SENANTIASA BERSAMA HAMBANYA YANG BERJUANG DIJALANNYA.

    WALAUPUN ORANG KAFIR SANGAT BENCI DAN INGIN MEMADAMKAN API RISALAH ALLAH,MAKA SUNGGUH ALLAH YANG AKAN MENJAGANYA DAN MEMBERIKAN KEMENANGAN KEPADAMU.

    MAJU TERUS AL ZAYTUN, CAYO…CAYO !!!

    Wassalamu”alaikum,wr.wb

  • 11. hema  |  Januari 9, 2009 at 5:11 am

    Maju terus Al-Zaytun…

  • 12. AQoe  |  Januari 9, 2009 at 5:02 pm

    Negara Islam Indonesia boleh……………..
    Tapi bukan Al Zaytun yg bikin………..
    Dari tulisan tajwidnya dah salah…
    yg betul Az Zaitun.pke idghom syamsiyah…..

  • [...] Hasil Penelitian MUI tentang Pesantren (Mahad) Al-Zaytun yang Megah dan Mewah di Indramayu [...]

  • 14. abid  |  Februari 19, 2009 at 8:50 am

    Tidaklah akan berdiri sebuah Negara Islam jika bukan Umat Islam itu sendiri yang mendirikan…..

    Bukanlah orang islam jika bukan Al-Qur’an sebagai sumber hukum kehidupanya…

    dan bukanlah sebuah kehidupan jika umat Muslim larut dalam kekafiran…..

  • 15. man farid jember  |  Maret 4, 2009 at 2:42 pm

    ternyata dalam menjalani kehidupan ini, kita dituntut untuk berfikir keras agar tidak sesat, kata kuncinya tetap ada pada hati, yaitu teguhkan niat semata-mata mencari rido Ilahi robbi. AMIN

  • 16. wongbulu  |  Maret 7, 2009 at 10:24 pm

    Negara Islam?….negara islam yang mana?…emang ada negara islam di dunia ini?…arab? hahaha…justru arab itu orang-orang munafik yang memanfaatkan agama untuk mempertahankan kekuasaannya. Mengenai MAZ ini aku pribadi tidak pro dan tidak kontra karena aku memang tidak tahu keadaan yang sesungguhnya. dari segi pendidikan bagus, dan memang pendidikan itu memerluakan biaya (jer basuki mawa bea) dan ini harus kita dukung bersama karena pendidikan itulah masa depan TAKLIM HUWA ALMUSTAKBAL. pendidikan..pendidikan..dan pendidikan TITIK. ga usah pake acara atau bawa-bawa agama, yang penting pendidikan. tanks

  • 17. leddie  |  Mei 7, 2009 at 2:41 pm

    assalamu’alaikum wr.wb

    indonesia menjadi negara islam sih boleh, hanya saja Islam nya itu harus bener2 Islam yang sesuai dengan syaria’t agama kita,sesuai dengan Al-Quran dan sunah Rasulullah. dari sebuah buku yang telah saya baca, kegiatan NII ini telah banyak melakukan tindakan di luar ajaran Islam. nah, bagaimana mungkin sebuah organisasi yang ingin mendirikan Indonesia sebagai negara Islam namun cara yang digunakannya menyimpang dari ajaran Islam?ck..ck..ck..ck….astaghfirullahal’adzim, negara macam apa nanti yang akan berdiri??/ akan kemanakah indonesia ini berkiblat??
    nah, bicara tentang MAZ, saya kurang tahu pasti bagaimana keadaan di dalamnya, hanya saja, sebuah lembaga pendidikan berfungsi untuk mendidik generasi muda sebagai penerus bangsa.

  • 18. orang  |  Mei 13, 2009 at 12:22 pm

    Pada prinsipnya, tim menyimpulkan belum ditemukan adanya penyimpangan ajaran Islam dalam kegiatan belajar-mengajar, aktivitas ibadah dan aktivitas santri sehari-hari di MAZ, termasuk juga tidak ditemukan deviasi dalam kurikulum MAZ. Namun demikian, tim melihat ada dua persoalan keagamaan menyimpang yang dilakukan pemimpin pesantren, yakni masalah zakat fitrah dan kurban.

    Penyimpangan mengenai zakat fitrah terjadi karena zakat fitrah tidak diberikan kepada fakir miskin untuk hari raya, melainkan untuk pembangunan MAZ. Demikian pula dengan kurban yang tidak dilakukan dalam bentuk penyembelihan hewan kurban, tetapi diganti dengan sejumlah uang untun pembangunan pesantren.

  • 19. Al din  |  Mei 14, 2009 at 5:50 am

    Pokoknya maju terus al zaitun, pantang menyerah ! ku kan slalu mendukungmu !!

  • 20. 321  |  Mei 26, 2009 at 8:37 am

    Gak ada sebuah negara yg menjajah rakyatnya sendiri..
    Begitu jg agama, agama gak ada yg menyusahkan kaumnya sendiri..

  • 21. Putra  |  Juni 24, 2009 at 4:16 pm

    boong…al zaytun tkng boong

  • 22. Korban NKA  |  Juli 8, 2009 at 5:17 am

    AH.. sumber dananya yang PASTI HASIL MENIPU KORBAN NII.. bener kan.. huh.. DASAR MUNAFIK.. EMANG GUE GAK TAU.. APA… UH.. KALIAN TUH YANG FASIK DAN MUNAFIK… dasar.. PENIPU GOBLOK… BODOH ..DAN SESAT … menegakkan syariat dengan cara yang KELIRU… SO…. PENIPU ULUNG 2.. PENIPU ULUNG.. GOBLOK..GOBLOK.. Yang udah Ikut AJARAN/ MONDOK DI sana… CUAPEK DEH… DASAR SESAT…

  • 23. sri kurniasih  |  Juli 11, 2009 at 10:58 pm

    ,pemerintahan yang benar itu ya kulafaur rasyidin(ABU bakar,umar,usman ,ali).Marilah kita biasakan anak-anak kita menghidupkan sunah agama sejak kecil sehingga waktu remajanya tidak kehausan ilmu agama,kehausan ilmu agama ini kalau bertemu aliran sesat(aliran yang menyimpang dari teladan Rasul SAW) bisa langsung kena tuh seperti pengalaman kita selama ini dan ada baiknya bergabung dengan salah satu organisasi atau kelompok yang sesuai panggilan jiwa kita, muslim adalah satu sepanjang tidak mengkafirkan saudaranya yang telah percaya kalimat sahadat.setiap kelompok atau organisasi punya kesempatan yang sama untuk menjadi golongan ahlulsunahwal jamaah tergantung kualitas drinya.aliran sesat itu ibarat kangker dalam tubuh islam kalau sampai meluas dien islam bisa punah dan yang tinggal adalah sekelompok penjahat yang mengatasnamakan islam alias mafia bernama islam.

  • 24. yesi  |  Juli 29, 2009 at 2:26 pm

    y sebaeknya cepetan di bubarin aj byar gak kaya aku ikut2n terjerumus…….. suul adzab mrk tu menghalalkan segala cra

  • 25. somplak  |  Agustus 11, 2009 at 6:22 pm

    iye nih NII kek MAZ kek ga ada gunanya…..tukang tipu semua….merasa dirinya Tuhan dengan mengkafirkan orang seenaknye aje….gara-gara ini anak jadi berani ama orang tua….jadi pinter bohong…jadi pinter nipu….semua demi uang untuk setoran ke bosnya….banyak temen-temen gw yg jadi korban….BUBARKAANNN

  • 26. mujur  |  Agustus 13, 2009 at 6:54 am

    one choice BUBARKAN

  • 27. Dira  |  Agustus 29, 2009 at 4:27 am

    Berikan sanksi tegas, kalau menyimpang dari Alqur’an dan Hadist
    seperti yang dikakukan KWIX

  • 28. brand new  |  Agustus 31, 2009 at 6:05 pm

    setau gw dri cerita tmn gw yg mantan santri d zaitun,
    pas gw baca komen2 yg pri zaitun jd bikin gw dikit mual,gimana enggak: neh jebolan zaitun sendiri lw yg cerita : d sana tuh ada kegiatan band,break dance, n pada saat istirahat bisa jd ajang pacaran buat santri n santriwati,rata2 punya pacar dlm lingkungan pesantren.. wueleh2… n jebolannye yg gw kenal pada malas belajar,”lewat” jauh dri gw yg sekolah d kampung…
    ah pokokx biasa bangetLah jebolanx.. cetek..

  • 29. abi  |  Oktober 19, 2009 at 8:55 am

    lu ga tw sih al zaytun s
    chool is the best

  • 30. Dave  |  Oktober 31, 2009 at 4:53 pm

    MAZ tu gag msk akal! fokus kgiatan utamany gag jauh2 dr dana,,dana,dan dana trus
    dan anehny lg knp mrk gag mikirin bahwa sebagian bsr org yg direkrut n yg ikut itu kan msh kuliah,otomatis apa2 msh minta ortu dunk,tpi mrk gag pduli…yg mrk peduliin cm bgmn crny mencapai target sadaqah wilayah…beuh! gag peduli crny gmn,mw boong sma tmn,boong sma ortu,jual brg,pinjem sna,pinjem sni mpe gag da yg pcy lg,gag mkn,mengorbankan uang utk urusan kuliah,mengorbankan waktu kuliah dan bersosialisasi…deelel…mrk pa gag mikirn smua itu????
    terkesan pkrn mrk pendek dan malas,klo mw dpt dana yg byk,knp gag bka usaha aja???? bknny MALAKIN org trus!
    gag mikir apa,stiap manusia tu jga bth mkn,minum,tdr,blajar,bersosialisasi…gmn mw maju suatu negara jika SDMny pd gizi buruk,gag pnh blajar,ngluyur aja kerjaanny!!! Mikirin,duuh spa lg target opersi slanjutny….??????duuh,gmn ya cr nyari pinjemannn????? duuuh,bsk hidup dr apa ya,uangny dah abis bwt muter2 ksna kmari…SMA SX GAG LOGIS!!!!
    yg usia kerja aja,pd gag kerja,mlh nongkrong2 gag jelas,pnh mkrn gag siy pgn pny msa dpn yg cerah?pgn bahagiain ortu?membalas jasa ortu slama ne?bknny malakin ortu mlu ato ngilang gag jelas!!!
    Gmn mw berkembang suatu negara jika SDMnya sdh dibiasakan spt itu? Tdk dibiasakn berkawan dg ilmu,krn habis waktuny utk mengurus ‘Negara’ kalian? gag logis sma sx…bgmn bsa suatu akhlak yg bae tbentuk dg membiasakan berbohong?????hmmm…
    yah,smua dana cm terpusat utk pembangunan AZ sja…!!! kpn bsedekahny???? bnr2 gag msk akal kelompok satu ne yg menyebut mrk sbg sbuah negara…=.=’
    sistemny bnr2 menyimpang!
    inget,bgmnpun ortu yg melahirkan dan merawat kalian(org2 NII) sejak kecil itu adl ortu kalian yg sesungguhnya! ridlo Allah adlh ridlo org tua kalian,wong surga aja ada di telapak kaki ibu koq…duh,bygn deh gmn kcewanya ortu kalian(org2 NII) klo tw kalian mengecewakan amanah mrk….

  • 31. anggun  |  November 1, 2009 at 10:30 am

    sbnrnya pesantren ini sesat ato nggak sih?trus knp bs muncul berita2 semacam itu?

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


RSS www.nii-crisis-center.com

Blogroll

Tulisan Terakhir

Tulisan Teratas

Klik tertinggi

a

Blog Stats

 

September 2005
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

RSS AKAR, BUAH, BATANG (Negara Anjing Gumilang Darus Salam)

Meta

RSS AL ZAYTUN – NII

RSS Sejarah dan pergerakan NII al Zaytun KW9 faksi Panji Gumilang

Flickr Photos

S4031297

SANY0310

S4031278

100_7101

S4031299

SANY0210

SANY0322

S4031307

P7020117

SANY0196

More Photos