NII AL Zaytun- Gerakan Negara Islam Indonesia
Januari 9, 2005 at 7:00 pm 42 komentar
Pengalaman pribadi penulis menghadapi gerakan kelompok orang yang berusaha ingin
mendirikan Negara Islam Indonesia (yang sudah sangat terkenal dengan NII ini
karena sering ada kasus kekerasan sehinggga sering dimuat oleh koran-koran dan
majalah di Indonesia) sejak dua puluh delapan (28) tahun yang lalu karena
penulis sering diajak berbai’at kepada imam (presiden) mereka.
Gerakan ini sangat mengharapkan penulis masuk memperkuat kelompok mereka.
Kelompok Negara Islam Indonesia ini pada saat itu sudah mempunyai imam
(presiden) serta susunan kabinet (para Menterinya). Ada Menteri Hankamnya,
Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri dan Menteri Agamanya dll-nya. Tetapi
yang paling penulis kenal adalah Menteri Luar Negeri dan Menteri Agamanya karena
berasal dari Indonesia Timur (satu dari Ambon, satu dari P. Sumbawa).
Dengan Imam (Presiden) NII juga penulis kenal baik melalui Menteri Agama dan
Menteri Luar Negerinya ini, walaupun nama jelasnya tidak penulis tahu persis
karena Imam (presiden ini) selalu berganti-ganti nama dengan alasan keamanan
yaitu takut ditangkap oleh aparat keamanan Pemerintah RI.
Presiden NII ini sering bertukar pikiran serta berdiskusi dengan penulis
terutama mengenai hijrah, posisi kota Makkah dan Madinah, yaitu di Makkah untuk
Indonesia, mana kota Madinahnya serta kemana kita harus hijrah untuk
menyelamatkan aqiedah dari rongrongan kafir Indonesia.
Di bulan Februari tahun 1973 yang lalu di Markas NII, terjadi perdebatan antara
penulis dengan sang imam, perdebatan yang cukup serius mengenai tiga masalah di
atas . Karena alasan sang imam itu penulis patahkan semuanya yaitu mengenai
masalah Makkah, Madinah serta hijrah, juga tentang visi mereka, yang menyebabkan
sang presiden sangat marah kepada penulis. Sampai-sampai penulis sudah
diputuskan halal darahnya (boleh dibunuh) oleh sang presiden yang menyebabkan
penulis ingin tahu lebih jauh jaringan NII ini: apa sesungguhnya kegiatan mereka
serta –kalau ada– siapa yang bergerak di belakang mereka.
Akhirnya penulis menyuruh masuk seorang pemuda dengan berpura-pura setia kepada
imam (presiden) dan karena badan pemuda tersebut kekar sehingga dijadikan ajudan
pribadinya sang presiden. Kami sudah perintahkan kepada pemuda ini bahwa apa
saja yang dilakukan sang presiden harap segera beri tahu kepada kami.
Suatu hari, sungguh sangat mengagetkan setelah mendapat laporan dari pengawalnya
tersebut, bahwa sang imam (presiden) NII, setiap habis buang air kecil (kencing)
tidak berbasuh (cebok), seperti orang kafir saja. Kami agak ragu dengan laporan
ajudannya ini, kok aneh, imam (presiden) NII sehabis buang air kecil (kencing)
tidak berbasuh (cebok)?
Seperti yang penulis utarakan di atas bahwa penulis kenal betul dengan Menteri
Agamanya ini dan sudah sering penulis jelaskan bahwa gerakan NII ini tidak
benar, tetapi dia tidak percaya pada penulis dan sangat percaya pada gerakan
NII.
Akhirnya pada suatu hari sang Menteri Agamanya ini bertemu dengan penulis dan
berkata: “Pak Amin saya sudah berhenti –atas permintaan sendiri– sebagai
Menteri Agama NII.”
Dengan penuh keheranan penulis bertanya, “Mengapa…, kan selama ini anda sangat
yakin dengan perjuangan NII ini untuk mendirikan Negara Islam Indonesia?”
Dia menjawab lagi, “Saya sudah kapok.”
“Mengapa anda kapok, apakah pernah ditangkap oleh KODIM atau Polisi?”
Dia jawab: “Tidak.”
“Jadi mengapa kapok?”
Dia menjawab: “Rupanya Imam (presiden) NII yang kita agung-agungkan selama ini
kalau dia buang air kecil (kencing) tidak berbasuh (cebok) dan ketika kencing
pun sambil berdiri lagi. Masa Imam NII tidak cebok!”
Gerakan NII ini sudah sering dimuat oleh koran serta majalah tentang berbagai
kasus mereka seperti mereka tertangkap oleh pihak keamanan Indonesia dan mereka
ada yang diadili serta dihukum penjara.
Tetapi sekedar sebuah catatan bahwa Menteri Luar Negeri NII ini sekitar tahun
1975-an pernah ke Timur Tengah yaitu mengunjungi Kuwait dan LIBIA. Sewaktu
bertemu dengan menteri wakaf Kuwait Dr. Ali Muthawa (saat itu) Menteri Luar
Negeri NII tidak bisa berbahasa Arab dan juga tidak lancar berbahasa Inggris.
Karena tidak lancar berbahasa Arab itu akhirnya dipanggilkan ketua Ikatan
Pelajar Indonesia di Kuwait waktu itu (yang kebetulan teman dekat penulis yaitu
sdr. Abdur Rahim Haris yang pernah menjadi sekertarisnya (Allahu yarham) Dr. M.
Natsir, Ketua Dewan Dakwah setelah dia tamat dari Kuwait.
Dalam data-data yang Menteri Luar Negeri NII ini bawa (data lengkap mulai dari
imam atau Presidennya, Para Menteri anggota kabinetnya, begitu juga jumlah
tentara dan serta persenjataannya). Dalam data-data NII yang diterjemahkan oleh
teman saya tersebut dikatakan, bahwa NII yang dimaksud adalah NEGARA ISLAM
SOSIALIS INDONESIA. Sedangkan yang pernah penulis tahu tidak pemah didapatkan
kata “sosialis” itu selama ini. Yang ada NII saja.
Setelah Menteri wakaf Kuwait mengetahui Negara Islam Sosialis Indonesia
tersebut, langsung beliau bilang: “Negara Islam, Negara Islam saja, Negara
Sosialis, Negara Sosialis saja. Tidak ada Negara Islam Sosialis.”
Akhirnya proposal yang dia ajukan itu ditolak mentah-mentah. Sesudah itu MENLU
ini berangkat ke LIBIA dan menurut teman saya ini di LIBIA ia mendapat uang.
Dari LIBIA Menlu NII ini ke Belanda, yang menyebabkan teman saya ini curiga pada
gerakan NII ini.
Oleh M. Amin Djamaluddin
Ketua LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam)
Masjid Al Ihsan lantai 3
Proyek Pasar Rumput
Jl. Sultan Agung, Manggarai, Jakarta Selatan 12970
Tel. (62-21) 828 1606
Tel. Rumah: (62-21) 315 4139
HP: 0812 932 0225
–
Entry filed under: Uncategorized. Tags: Uncategorized.
42 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed










1. Badrut Tamam Gaffas | Januari 25, 2008 pada 10:01 am
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
salam kenal dan saya telah melihat – lihat isi situs ini…overall bagus banyak info yang tidak saya dapatkan di tempat lain.
Kebetulan saya mengelola Blog BULAN BINTANG MEDIA yang bisa diakses di http://bulanbintang.wordpress.com
Siapapun bisa masuk, memberikan masukan, kritik dan komentar
Maju terus dan semoga silaturrahim ini bisa menebar manfaat
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu
2. huda | September 25, 2008 pada 3:39 pm
fitnah !!!!!
3. Maulana habsy | Oktober 26, 2008 pada 8:44 am
Gw bkan orng kw9 tp prnh disitu cukup lma.hal yg diuraikan sbagian bener tp kbanyakan ga bner’y.! Gw tahu kw9 g bner tp mari kita ”serang” dia dgn cara yg bener,klw sperti ini orang yg ga tau jd bingung,’kw9 salah pa g y?’nanti dianggap tulisan kita semua hanya fitnah. NII YES,KW9 NO!
4. indra | Februari 6, 2009 pada 9:04 am
sejak kudeta abiu toto ke pimpinan kw 9 adah jaelani, telah dibuat program2 yg menyesatkan dan menyengsarakan warganya, bahkan sholat pun sudah di abaikan. ada satu buku yg mereka takuti yaitu buku karangan Bp Abdul Fattah Wirananggapati yg berjudul “At tibyan” karena membongkar sejarah tongkat estafet kepemimpinan NII. Saya berdo’a semoga Alloh SWT segera menegakkan NII seutuhnya, dan menghancurkan kw 9 sehancur-hancurnya, amin.
5. yaitun | Februari 10, 2009 pada 11:08 am
BISMILLAHIRROHMANNIRROHIM……….
janganlah berprasangka buruk sesungguhnya orang yang bprasangka buruk itu dipandang ALLAH hina, dilihat konteks ini apa yang akan anda fikirkan? jika anda masih punya hati fikiran dan pendengaran kenapa anda tidak merenung? sekarang fikirkan orang yang bergolong2 menurut ALLAH adl orang yang musrik. katanya mau menjadi islam zang kaffah, kenapa harus bgolong2 ila islam ila bil jamaah, tiada islam kalo tidak bjamaah. kalo bgolong2 apa iya ALLAH akan merestui? pedoman kalian itu apa? orang islam bilangnya orang islam nyatanya tidak tahu hukum islam, makanya indonesia sering dilanda becana karena umatnya pada tidak mau berjamaah. alias sak karepe dhewe!!!! zang dibawa nanti kan alQuran jg, kenapa harus bselisih paham munafik bagi orang2 yang meninggalkan hukum islam, semoga ALLAH mengampuni kita semua. AMIN!!! GOLONGAN SATU MENANG, GOLONGAN YANG LAEN PROTES, TIDAK ADA SEJARAH RASUL BEGITU. RASUL MNGAJARKAN KITA UNTUK BERKASIH SAYANG. BUKAN MENJELEK2KAN…. YANG MENJELEK2KAN ITU TERMASUK JELEK AKAL,IMAN DAN HATI NYA, MAHA BENAR ALLAH ATAS SEGALA FIRMANNYA.
6. Kembalinya Gerakan NII (Negara Islam Indonesia), Gerakan Terorisme Mengatasnamakan Syariat Islam! « .:: Semoga Allah Menjernihkan Hati Kita Semua ::. | Februari 13, 2009 pada 2:35 am
[...] adalah sebuah link yang ternyata milik NII itu sendiri, tepatnya mungkin bisa dibilang simpatisan NII KW9. Sungguh mengejutkan sekali karena situs tersebut berekstensi WordPress.Com atau satu lebel dengan [...]
7. zildha | Februari 22, 2009 pada 4:11 pm
bismillahirohmanirohim..
prihatin bgt dh nii smkin diolok” ma byk kalangan!
Pdhl ajrn qt bnr,,mgacu pd Alquran tp mlh daggp aneh n taboo sm mrk…
thn 2012 dkbrkn kiamat..
y,,mang kiamat bwt org” yg mragukan n mnjlk”n nii..ht mreka hrz dlaundry biar sdr..slain tu tnd kiamat yg dumumkn dtv akn byk lhr anak indigo..
Insyaallah indigo yg dmksd dsni adlh btmbhna umt nii shga nii smkin kwt n mmbktikan kbsranna..
ALLAH HUAKBAR 3X
8. rey | Maret 15, 2009 pada 3:19 pm
begitu saya liat situs ini saya jd lebih tenang utk menceritakan pengelaman saya dengan nii ini, blm lama saya terjebak prangkapnya, singkatnya saya dibujuk dan di paksa utk msk negara niidgn cara yg tdk saya duga, yg paling saya ingat mereka mempengaruhi korbannya dgn cara memutar balikan isi al quran dan alasan2x yg membuat korban jd bingung dgn keyakinannya. namun saya alhamdulilah bs lolos dan sadar klo aliran ini tdk beres, sebenrnya msk pjg yg ingin saya sampaikan disini. krn saya yakin anggota nii ada dmn2x, dan mengancam keselamatan jiwa saya.
harapan saya nii bs diberantas secepatnya krn klo tdk masa dpn bangsa kita ini bs hancur..
9. Hamba Allah | Maret 25, 2009 pada 1:39 am
KW9 adalah fitnah bagi Negara Islam Indonesia yang sesungguhnya.
10. yulia | April 14, 2009 pada 2:24 am
Bismillahirohmanirohim…..
saya pernah bergabung dengan nii sekitar 2006, tapi saya tidak aktif karena berbagai hal kesibukan saya, lalu tahun 2008 saya keluar karena menurut saya agama ini sudah tidak benar karena mereka menghalalkan segala cara untk mendapatkan uang dan agar mereka masuk ke dalam agama Allah, padahal seharusnya untuk masuk ke dalam sebuah agama tidak bolah ada unsur paksaan, karena tugas kita hanyalah menyampaikan setelah itu jika orang itu mau masuk atau ngga, kembalikan kepada Allah…
karena aku merasa mereka telah memaksa dan menjebak… Allah Maha Mengetahui….
11. danang | April 23, 2009 pada 6:55 am
yang masuk menjadi anggoti NII adalah orang bodoh.
pendirinya aja orang jawa,aduh…
NII ngerusak akidah umat islam,mari kita bersatu dalam kesatuan islam yaitu ahlusunah wal jamaah
yang mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabatnya
12. danang | April 23, 2009 pada 7:03 am
ga ada orang islam yang klo abis kencing kga cebok…orang bego
hai para anggota NII,mestinya anda belajar lebih baik lagi dan mempelajari syariat islam dan akidahnya.jangan asal buat suatu kesatuan yang berdasarkan islam padahal GOBLOK dalam pengetahuan islam…
cepet TAUBAT ya para anggota NII,karena ALLAH SWT. maha penerima taubat….
dasar bego,,sama ajja lo kaya orang yahudi,tukang perusak akidah islam
13. Unicore | April 23, 2009 pada 4:56 pm
hiiiihhh serem ya. . .
parah deh,,
dasar zaman skarang,, gara2 masalah EKONOMI orang menghalalkan sgala cara,,
pake bawa2 MLM sgala pula,,
tambah jelek kan multi network marketing di mata masyarakat indonesia. . .
untuk “pemeluk” NII segera lah bertaubat,, kiamat sudah dekat. . .
untuk apa si di era informasi ini menyebarkan info yang menyesatkan. . .
smoga “mereka” di ampuni oleh ALLAH SWT
14. sumirto | Juni 9, 2009 pada 8:31 am
NII apapun sebutannya KW berapapun dia tetap mewajibkan infak tiap bulannya …. satu lagi kesamaannya kita tidak tahu siapa pemimpin (khalifah/uril amri) atau apapun sebutannya…. yang jika memang solid seharusnya mengayomi kepada para pengikutnya. Solidaritas pengikut NIi memang layak diacungi jempol namun dibalik itu wallahu alam terdapat hal-hal yang tidak menentramkan hati. Bukankah lebih baik kita meninggalkan yang ragu2. uril amri (khalifah) jika tidak ada yang kita yakini (samar2) lebih baik kita kembalikan kepada Alllah. alah yang menjadi pemimpin kita tidak peduli kita berada di negara bagian manapun. Yakinlah pada akhirnya kita sendiri yang akan mempertanggung jawabkan perbuatan kita di akhirat kelak bukan atas nama golongan, aliran maupun negara. Saya tantang NII proyek apa yang anda akan lakukan bagi kemashlahatan umat dalam 2 tahun kedepan, jika prinsip yang anda anut itu benar adanya ??? i will wait n see
15. Arifuddin Latif | Juni 11, 2009 pada 8:36 am
Pada prinsipnya cita-cita mendirikan Negara Islam itu, sah-sah saja dan tidak dipandang tabu kecuali bagi yang nggak ngerti Islam, tapiiii……………………… kalau jalan dan caranya salah apalagi akhlaqnya tak bagus, banyak ritualitas yang dikecilkan, seperti shalat Jum’at kagak mau ikut (alasan itu masdjid diror), shalatnya diqoshar terus alasan masih dalam perjalanan jihad, saking asyiknya jihad….! banyak yang bablas kagak shalat (menunaikan yang lima waktu), apalagi thaharohnya kagak bener (alias kencing kagak cebok) bagaimana mau shalat yang lima waktu. wah…wah jangan harap bisa furthuh, Negara Islam didirikan harus dengan hati yang bersih, sebagaimana Rasulullah dan Para Sahabat beliau, jika kita tidak seperti Rasulullah dan para Sahabat, walhasil akan menuai malapetak
16. santri | Juni 16, 2009 pada 7:17 am
assalamualaikum…..
jujur saya sempat terbujuk untuk masuk ke NII ini. tapi saya berusaha mencari celah dan ksaya berusaha bertanyatanya tentang ibadah itu sendiri penerapannya dalam NII itu. mereka memaksa ……..
17. santri | Juni 16, 2009 pada 7:23 am
3 minggu lalu saya berkenalan dengan seorang mahasiswi dari sebuah PTS terkemuka, lambat laun dia mulai mempertanyakan keislaman saya dan ibadah saya.kebetulan perkenalan kami secara pararel. setelah dia menjelaskan secara panjang lebar tentang konsep negara islam saya merasa ada yang janggal denagan apa yang ia sampaikan, akhirnya saya menolak untuk hijrah…….
ALLAH terima kasih karena engkau telah meyakinkan hati ini untuk tetap di jalanmu.
18. al-banjari | Juni 22, 2009 pada 12:22 pm
Assalamualaikum.
sodara – sodara se muslim dan se iman….
kita harus kuat berpegang teguh dengan
“Ahli sunnah wal jamaah”
jangan sampai di hasut oleh golongan lain..
haram hukumnya “menafsirkan Al-quran dengan visi dan misi organisasi”
yang namanya mau belajar Al-quran itu.
1.harus belajar tajdwidnya..
2.makhorijul huruf..
3.tartil
4.nahwu..
5.sorof..
bukan baca alquran dengan terjemahanya saja..
19. abu aviseno | Juli 29, 2009 pada 6:40 am
Semoga Allah memberi hidayah ke jalan yang haq yaitu jalan/manhajnya para salaf ash shaleh bagi “warga NII”….silahkan baca Tafsir Ibnu Katsir dan bandingkan dgn penafsiran “Presiden” kalian….beragama ini tdk berdasar pada akal tapi pada nash-nash dlm Al Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman sahabat radiallahu’anhu jami’an…bukan pemahaman ustad dan presiden ato menteri NII….Sadarlah, Pelajarilah Islam dgn haq….jangan ta’ashub, jangan ghuluw thd “khalifah” mu….sungguh,apa2 yg kalian perbuat itu tdk ada contoh dari nabi shallallahu alaihi wasallam…bahkan melanggar perintah beliau…
20. Joko polenk | Agustus 17, 2009 pada 3:20 pm
Sya ini orang nii.tpi dlm kbngngan nch. Sbnrny n11 bner g sch.?
21. seyulieang | Agustus 18, 2009 pada 11:55 am
NIIZ gak bener. Slogannya mau menegakkan hukum Allah. Tapi caranya dengan melecehkan hukum Allah. Contohnya: Sholat dikendorin dengan diganti kerja mencari dana, infaq digedein (padahal infaq adalah semampunya), dsb conto2 yg lain. Pernahkah Anda di Negara Indonesia ini orang melaksanakan syariat Agama Islam dilecehkan sedemikian??? Dari situ kita mengambil kesimpulan.
Apapun alasannya, maka pertanyaannya adalah sebuah tanaman terletak pada buahnya. Kenyataanya adalah tanaman pelecehan maka dapat ditebak buahnya.
22. biru | Agustus 30, 2009 pada 4:39 pm
babi nII goblok bener..
23. biru | Agustus 30, 2009 pada 4:40 pm
nII= teroris…LEBIH KEJAM BAHKAN
24. abu irham | September 30, 2009 pada 8:16 am
tingalkan sesuatu yg subhat kepada yg jelas dan terang ya akhi !
25. boy | Oktober 29, 2009 pada 3:19 pm
lu…lu… cuma bisa menghujat doanggg…..coba dulu baru ngomong. yang menghujat itu orang ga kuat di nii…cemen
26. ce pengen coment aja | November 15, 2009 pada 7:38 am
iya niehhh…
lagi gencar-gencarnya kelompok yg ngatasnamain nii di kampus w.
tapi aksinya gak di kampus tapi diluar, sasarannya temen-temennya sendiri.
w gak tahu itu beneran nii atau cuma atas nama aja. tapi yang w denger dan lihat gitu.
kalau mangasanya ce biasanya mentornya co dengan tampang lumayan, klo co mentornya ce, ihhhh
27. elfazzry | Desember 19, 2009 pada 12:32 am
temen2 saya ada yang diajak untuk ikut bergabung dalam nii ini. orang yang ngajaknya aktif mencari mangsa dalam kampus.
tolong hentikan..mencari korban2 yang tak berdaya.
diajak terang-terangan menyiarkan dakwah dikampus, pasti ga akan bereni..karna mereka meyiarkan dakwah masih secara sembunyi-sembunyi.
harus dihentikan secepatnya..!!
28. seyulieang | Desember 24, 2009 pada 4:51 am
mereka menebar bujuk dusta secara sembunyi-sembunyi.
kitapun tidak boleh tinggal diam. Tingkatkan kekebalan komunitas, dengan cara mengingatkan teman-teman melalui kasak-kusuk dan terang-terangan. Gak usah takut. Benar!!! gak usah takut. Mereka tidak ada apa-apanya. Justru mereka yang ketakutan. Takut ketangkap kita-kita.
29. hamba allah | Desember 24, 2009 pada 7:57 am
tolong aku!!!! mereka slalu bawa ayat2 al-quran dlm sgala mslh,,,hikz…karna aku takut kpda allah dan al-quran…tapi kaya ada hal yg ganjil…aku bingung!!!! sasaran kbnyakan mahasiswi2 slanjutnya….
30. seyulieang | Desember 25, 2009 pada 6:33 am
masing-masig dari kita harus mampu menolong diri sendiri. Rasa takut memang ditanamkan oleh mereka sejak awal penjeratan. Dalam situasi yang trauma memang orang serasa terkungkung dalam ketakutan yang ditimbulkannya itu. Padahal rasa takut yang menempel pada perasaan itu sama-sekali tak ada benarnya. Sama sekali!!!. Kalo rasa takut itu kita ganti dengan rasa berani (demi Allah), maka yang tumbuh adalah benar-benar keberanian. Antara takut dan berani itu batasnya sangat tipis. Tipis sekali. Kita tahu bahwa ketakutanlah yang menyebabkan orang menjadi mati. Dan sebaliknya, keberanianlah yang menyebabkan orang menjadi hidup. Dalam pengertian yang luas. Karena itu dobraklah rasa takut itu. Itulah kemenangan yang sejati. Mmendobrak perasaan itu tak mungkin ditolong orang lain kecuali diri sendiri. Hikmah yang dapat ditarik dari kejadian terjerat NIIZ adalah kalo kita dapat melepaskan diri. Kita-kita lahir sebagai orang dewasa yang waspada, matang dalam segala hal. Benar-benar hikmah luar biasa. Orang-orang yang belum pernah terjerat tak dapat merasakan hikmah senikmat itu. (ya tapi jangan mencoba mendekati penjeratan, daripada mengalami penyesalan)
Ayoo kita dobrak rasa ketakutan itu!!!
Bagaimana tindakan kita selanjutnya???
Mereka-mereka para penjerat, jangan dihiraukan.
Merekaitu terlebih ketakutan
hanya saja (demi Zaetan) mereka pandai mengelabuhi,
Cukup begitu.
31. Jingga | Februari 21, 2010 pada 6:28 am
Aq pernah 4th di NII..
Dan skrg aq dah ga aktif lg..krna aq merasa bimbang disana..
32. bahtiar | Februari 21, 2010 pada 10:30 am
Kepada Jingga,
Terima kasih atas pengakuannya. Mungkin bisa diceritakan suka dukanya selama 4 tahun di NII, dari awal tilawah, hijrah, mencari dan membina anak buah, hingga keluar dari NII. Kebimbangan apa saja yang didapat selama hidup di NII.
Insya Allah cerita Jingga sangat bermanfaat dibaca oleh Saudara-saudara lain agar tidak terjebak maupun terjerat dengan kesesatan NII.
Salam,
bahtiar
mantan nii kw 9 al zayton
hp. 08132 8484 289
email. bahtiar@gmail.com
web. http://niikw9.wordpress.com
33. izhaq maulna | Maret 29, 2010 pada 10:29 pm
saya masuk NII sekitar tahun 2002 & saya berharap menjadi warga NII sampai saya mati, karna NII lah islam yg sebenarnya, siapapun yg menjelek-njelekan NII tunggu azab dari ALLAH
34. bahtiar | Maret 29, 2010 pada 11:38 pm
Terima kasih Saudara Izhaq Maulana
Atas pengakuannya, mungkin bisa diceritakan lebih rinci pengalaman Anda mengikuti NII hingga sekarang, sehingga kesimpang-siuran bisa diluruskan …
Regard,
bahtiar
mantan nii kw 9
http://niikw9.blogspot.com
35. seyulieang | Maret 30, 2010 pada 6:43 am
kalo sampai dengan sekarang ada orang yang masih berharap dengan nii, apalagi dengan keyakinan bahwa nii lah Islam yang sebenarnya, maka jawabnya adalah jangan salahkan orang lain. Jangan salahkan teman, jangan salahkan ortu, jangan salahkan tetangga, jangan salahkan AQur’an, jangan salahkan AHadist, apalagi salahkan Tuhan. Semua itu adalah tanggung jawabmu sendiri.
Orang lain kamu suruh menunggu azab dari Allah SWT. Lha kamu sedang menunggu apa??? Pasti menunggu futuh mekah di madinah. Kamu itu tidak datang dari mekah dan hijrah di madinah. Kamu adalah orang Indonesia yang membayangkan hijrah badan, tetapi tetap di Indonesia. Kamu malas berpikir!!
36. Ajhay | April 30, 2010 pada 11:09 pm
Inilah keberhasilan aparat thogut memporak-porandakan perjuangan MUJAHIDIN Negara Islam Indeonesia, kaum muslimin telah dibuat bingung dengan munculnya Komandemen Wilayah IX yang mengaku bagian dari Negara Islam Indonesia, mereka membuat keputusan dan ajaran yang tidak jelas dan sangat mudah mengkafirkan orang lain diluar kelompok cuma karena batas bai’at, cuma karena tidak mau berbai’at langsung saja di vonis kafir, dimana kedudukan bai’at lebih tinggi dari Syahadat (kalimat Tauhid Syahadat), jika kita telah berbai’at di NII KW IX dinyatakan dosa yang telah diperbuat pada masa lalu hapuslah sudah…karena NII KW IX adlah lembaga suci, jika kita telusuri baru ada di NII KW IX saja lembaga yang bisa menghapus Dosa dengan bersumpah setia (bai’at) dengan alasan Negara Republik Indonesia Negara Kotor semua aparatnya kafir,…KW IX mengatakan orang lain kafir eee mereka kagak menjalankan sholat lima waktu secara sempurna, AKHWAT yang sudah bagus pakai jilbab dibilang gak apa-apa gak pake jilbab …alasannya siasat, ….lucu-lucu…kemudian berkat kerja kerasnya…beridirilah AL ZAYTUN sebuah Lembaga Pendidikan Termegah di Indonesia, membuat mata kaum muslimin terbelalak …santer lembaga tersebut hasil penggalian dana jamaah NII KW IX, tapi pimpinan pondok tidak mau jika dikaait-kaitkan dengan NII KW IX padahal yang saya tahu orang-orangnya memang yang aktif di NII KW IX, …begitulah kira2…hebatnya inteljen…telah berhasil membuat kisruh…anda pasti bingung mana MUJAHIDIN NII yang ihlas dan mana NII jadi-jadian……………ujung-ujungnya gara2 kasus ini kita sama kita jadi ribut terus….ya namanya Iblis selalu begitu membuat kita bingung…gak tahu mana yang asli dan mana yang palsu………
37. wong jowoooooo | Juli 22, 2010 pada 9:06 pm
semenjak aku belajarALQURAN fersi NII penyakit gilaku seperti maniax sek drop sex homo banci dan tamak sedikit demi sedikit sirna aku merasa jadi manusia yg nornal dan sejati. sesuai dgn hadist ALI HR orang yg beriman dlm umur 40 thn akan dihilangkan penyakit gilanya jadi …sangat sangat mantap gue jadi orang NII SO WHAT ABOUT YOU ? PENGKAJIAN ALQURAN DG FERSI NIIlah yg benar2 dpt mengobati hati !!!!
38. Syaiton | Desember 9, 2010 pada 4:18 am
blog geje…tujuanya gak jelas..
tak bisa nulis artikel ya mas?
39. aaa | Desember 14, 2010 pada 11:37 am
dengan berkunjung ke blog ini….. saya melihat perbedaan “orang yg keluar dari nii” dengan “orang yg tetap dalam hukum NII”
perbedaannya yaitu:
>anggota NII:
kata2nya =
- menyindir,
- bikin emosi,
- punya arti “menjelek2kan”
- ga senonoh
pikirannya =
- tertutup
- sempit, tidak dapat melihat dari sudut pandang luas
==================================================
>orang2 yg keluar dari NII:
kata2nya =
- kesan pintar
- sopan
- tenang
pikirannya =
- terbuka
- sudut pandang luas
40. Jabal Nur Hakim | Desember 15, 2010 pada 8:00 pm
Pro dan kontra akan selalu ada..
Yang suka menulis, teruskan menulis…
Yang suka berbuat, teruskan berbuat…
Namun hati kecil takkan pernah dapat didustai..
41. hamba 4jj | April 15, 2011 pada 6:35 pm
NII yg kalian maksud it NII soekarno atw NII kartosuwiryo sih…aq bingung…kalian baca dh ttg artikel ke khilafaan yg menguasai 2/3 bumi slama 12-13 abad lama’a…
42. gilang | April 27, 2011 pada 9:20 am
Kebaikan Tuhan adalah kebaikan yang universal. Kepada orang yang lain agama saja kita disuruh baikan apalagi sesama muslim. Marilah kita saling menjalin silatur rahmi dan memupuk persaudaraan sesama manusia tanpa memandang agama, ras, warna kulit. Toh Tuhan Maha Tahu siapa yang benar-benar mengadakan perbaikan dan siapa yang mengadakan kerusakan. Mari kita wujudkan bumi yang damai dan sejahtera.